Manado Monumen Pluralisme Beragama di Indonesia

MANADO MONUMEN PLURALISME BERAGAMA

DI INDONESIA

Oleh : Anita Deka*

Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan termasuk didalamnya perkembangan ilmu-ilmu sosial kemanusiaan, yang begitu pesat secara relative memperdekat jarak dan budaya antara satu wilayah dengan wilayah yang lain. Hal demikian pada gilirannya, juga mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap kesadaran manusia tentang apa yang disebut fenomena “ Agama”.

Pada penghujung abad ke-19, lebih-lebih pada pertengaan abad ke-20, terjadi pergeseran paradigma pemahaman tentang “agama” dari yang dulu terbatas pada “ idealitas “ kearah “historitas” dari yang hanya berkisar pada doktren kea rah etnitas “ sosiologis “ dari diskursus “ esensi” ke arah “eksistensi”.[1]

Dalam pergaulan dunia yang semakin terbuka, orang tidak dapat dipersalahkan untuk melihat fenomena-fenomen “agama” secara aspectual, dimensional dan bahkan multidimensional approaches. Selain agama memang mempuyai doktren teologis-normatif, dan memang disitulah letak “ hard core” dan pada keberagaman manusia, orang dapat pula melihatnya sebagai “tradisi”, sehingga berkembangnya paham-paham agama dewasa ini telah menjadi kenyataan hidup manusia, suka atau tidak suka terhadap pluralisme yang sudah menjadi bagian yang mestakung (semesta mendukung ) dibawah kolong langit. Namun pluralisme agama menghdapkan kita pada tantangan iman, bagaimana mendefinisikan iman kita ditengah keragaman iman yang lain.

Dalam plurlisme agama tidak digerakan untuk menuju kehidupan yang disharmonis pertikaian ataupun perkelahian fisik antara agama. Di Sulawesi Utara khususnya Kota Manado yang penulis tempati merupakan daerah yang multikultural dimana beragam agama, suku, dan budaya yang telah menjadi realita dikota Manado, meski dengan perbedan-perbedaan agama yang sering ditemui tidak menjadi penghambat mereka untuk melakukan aktifitas, interaksipun tetap bejalan, dimana telah menjadi kebiasaan yang agak umum bahwa semua golongan beragama melakukan kerjasama dalam pembangunan mesjid, gereja atau dalam pembangunan gedung sekolah swasta, dengan suasana ramai dan spontan kerjasama itu membuktikan hubungan antara umat beragama didaerah ini cukup potensial dan tidak dilakukan secara terpaksa oleh komunitas dari agama yang berbeda.

Keharmonisan yang terbangun antara umat beragama disulawesi utara khususnya Manado membuat penulis ingin menelaah lebih jauh lagi, karena kalau berbicara konflik seharusnya Manado sendiri berpotensi konflik, karena dari segi multikultualnya akan banyak perbedaan-perbedaan pendapat yang akan bermunculan, ataukah dikarenkan Manado plural dari segi etnis, dan apakah karena dibantu oleh badan kerja sama antar umat beragama (BKSAUA) sehingga sampai sekarang semboyan dari mantan gubernur sulawesi utara E.E. Mangindaan “ Torang Samua Basudara”[2] masih tertanam dihati masyarakat kota Manado.

Analisis ini merupakan ekses positif terhadap realita yang sedang terjadi di kalangan kota Manado, sehingga sampai sekarang apakah pantas kota Manado disebut sebagai monumen pluralisme beragama di Indonesia, dengan melihat latar realita diatas penulis rasa penting untuk dibahas.


A.) Letak Geografi Kota Manado

Kota Manado[3] diperkirakan sudah didiami manusia sejak abad XIV dan nanti pada abad XVII ( 1623 M ). Menurut perkembangan sejarah nasional Indonesia, Manado telah dikenal sejak abad ke- 16. Pada abad ini, Manado bahkan telah dikenal oleh orang-orang Barat ( Eropa ) karena hasil buminya. Hal ini sebagimana termuat dalam dokumen Negara Bab VII, tentang kesan-kesan histories Manado – Minahasa pada tahun 1623.[4]

Kemudian, berdasarkan beslit Gubernur Jenderal Hindia Belanda maka terhitung mulai tanggal 1 juli 1919, gewets Manado ditetapkan sebagai staats gerneente yang kemudian dilengkapi dengan alat-alat yakni dewan germeente atau gemeente raad yang diketuai oleh walikota ( Burgemeeste ).[5] (lagi…)

3 comments 11 September , 2008

Mari Kita Renungkan

Kita bangun tidur di waktu subuh dan kemudian membasah wajah dengan air wudlu yang segar. Sesudah melaksanakan sholat dan berdoa. Cobalah menghadap cermin di dinding. Di sana kita mulai meneliti diri :
1.Lihatlah
kepala kita! Apakah ia sudah kita tundukkan, rukukkan dan sujudkan dengan segenap kepasrahan seorang hamba fana tiada daya di hadapan Allah Yang Maha Perkasa, atau ia tetap tengadah dengan segenap keangkuhan, kecongkakan dan kesombongan seorang manusia di dalam pikirannya?
2. Lihatlah mata kita! Apakah ia sudah kita gunakan untuk menatap keindahan dan keagungan ciptaan-ciptaan Allah Yang Maha Kuasa, atau kita gunakan untuk melihat segala pemandangan dan kemaksiatan yang dilarang?
3. Lihatlah telinga Kita! Apakah ia sudah kita gunakan untuk mendengarkan suara adzan, bacaan Al Qur’an, seruan kebaikan, atau kita gunakan buat mendengarkan suara-suara yang sia-sia tiada bermakna?
4. Lihatlah hidung Kita! Apakah sudah kita gunakan untuk mencium sajadah yang terhampar di tempat sholat, mencium istri, suami dan anak-anak tercinta serta mencium kepala anak-anak papa yang kehilangan cinta bunda dan ayahnya?
5. Lihatlah mulut kita! Apakah sudah kita gunakan untuk mengatakan kebenaran dan kebaikan, nasehat-nasehat bermanfaat serta kata-kata bermakna atau kita gunakan untuk mengatakan kata-kata tak berguna dan berbisa, mengeluarkan tahafaul lisan alias penyakit lisan seperti: bergibah, memfitnah, mengadu domba, berdusta bahkan menyakiti hati sesama?
6. Lihatlah tangan Kita! Apakah sudah kita gunakan buat bersedekah, membantu sesama yang kena musibah, mencipta karya-karya yang berguna atau kita gunakan untuk mencuri, korupsi, menzalimi orang lain serta merampas hak-hak serta harta-harta orang yang tak berdaya?
7. Lihatlah kaki Kita! Apakah sudah kita gunakan untuk melangkah ke tempat ibadah, ke tempat menuntut ilmu bermutu, ke tempat-tempat pengajian yang kian mendekatkan perasaan kepada Allah Yang Maha Penyayang atau kita gunakan untuk melangkah ke tempat maksiat dan kejahatan?
8. Lihatlah dada Kita! Apakah di dalamnya tersimpan perasaan yang lapang,sabar, tawakal dan keikhlasan serta perasaan selalu bersyukur kepada Allah Yang Maha Bijaksana, atau di dalamnya tertanam ladang jiwa yang tumbuh subur daun-daun takabur, biji-biji bakhil, benih iri hati dan dengki serta pepohonan berbuah riya?
9. Lihatlah diri kita! Apakah kita sering tadabur, Tafakur dan selalu bersyukur pada karunia yang kita terima dari Allah Yang Maha Perkasa?

Ditulis k’ Fahmi Ahmad

1 comment 12 Juni , 2008

MARI KITA KAJI BERSAMA

Assalamu alaikum saudara-saudaraku…
Saling fitnah, caci maki dan upaya untuk membubarkan salah satu ormas (organisasi kemasyarakatan) islam yang dianggap radikal oleh ormas islam lain bukanlah solusinya…

Mereka radikal pasti ada alasan dan latar belakang yang mengakibatkannya…
Cobalah kita pahami bersama akar permasalahannya dan jangan langsung memvonis islam agama yang keras dan tak berkemanusiaan serta janganlah telan mentah-mentah pemberitaan dari media massa atau elektronik yang terus memojokkan umat islam sehingga umat islam terpecah belah..Karena sesungguhnya tujuan dan maksud kita adalah sama yaitu menegakkan syariat islam hanya saja cara dan pola perjuangannya saja yang berbeda…Oleh karena itu marilah kita sikapi masalah ini dengan bijak dan seksama…Nasehat, teguran dan saling menghargai antar sesama ormas islam dan umat islam dalam wadah musyawarah adalah solusinya…

Bukannya dengan saling caci maki dan saling menjatuhkan serta berupaya untuk membubarkan ormas islam lainnya karena itu akan menambah masalah diatas masalah…>Sadarilah saudaraku bahwasanya ada yang tertawa dan berpesta ria melihat kondisi umat islam di indonesia…Mereka adalah kelompok anak babi dan kera (misionaris salib) yang akan memurtadkan seluruh umat islam di indonesia…

Dengan mencitrakan islam adalah agama yang keras dan buruk, nah disaat itulah dengan mudahnya mereka menghasut umat islam indonesia yang taraf ekonomi dan keimanannya lemah untuk keluar dari agama islam…Ingatlah orang yang dalam keadaan fakir akan mudah sekali dikafirkan…Dan ada pihak asing (Amerika Cs) yang tidak ingin syariat islam dijadikan peraturan negara karena indonesia merupakan negara dengan populasi penduduknya beragama islam terbanyak didunia karena akan membahayakan dan merugikan kepentingan mereka untuk menguasai dunia dengan kedok kemanusiaan dan kebebasan…Ada tambahan lagi untuk info tentang polling dihttp://www.rri-online.com…

Jika saudara peduli dengan agama kita agama islam mohon untuk di forward pesan tentang polling sebelumnya tersebut ke teman-teman saudara…

Wassalamu alaikum

Add comment 12 Juni , 2008

Kronologis Provokasi Monas 1 Juni 2008 (berita yg sebenarnya )

Minggu, I Juni 2008 massa Hizbut tahrir Indonesia berkumpul bersama ormas islam lainnya melakukan aksi menolak kenaikan BBM di Jakarta menuju Istana negara. silahkan buka website resmi HTI . Diantaranya adalah : Perwakilan Serikat Kerja PLN, HTI, FPI, dsb.

Demo ini sudah mendapatkan ijin dari aparat kepolisian setempat dengan pengawalan yang rapih dan ketat. Dengan kata lain demo ini adalah kegiatan yg resmi dan legal berdasarkan UU yang berlaku di republik ini. Pada saat ayng bersamaan muncullah kelompok yang menamakan dirinya Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan berkeyakinan (AKK-BB) yang nota bene adalah pro Ahmadyah. (lagi…)

1 comment 12 Juni , 2008

Islam Di Tengah Idieologi Besar Dunia

islamicA. Latar belakang masalah

Awalnya istilah “idiologi “ dimaksudkan oleh penciptanya. Destrut detracy (1796) dkk, sebagai ilmu ide yang diharapkan mampu membawa perubahan institusional, muali dari pembaharuan menyeluruh atas sekolah-sekolah sekolah si Perancis. Tracymemberikan defiisi idiologi adalah suatu system ide, yang mencoba melepaskan diri dari hal-hal metafisis. Paraidiologi dalam kurun waktu tertentu mmbauat kebijakan dlam kelas II ( Ilmu-ilmu moral politik ) di Institut nasional. Tetapi pertentangan denganNapoleon, mneyebabkan Napaoleon Boneparte (penh mistuk ) berusaha untuk menghapus pembahruan dalam institusi (1802-1803). Ia memecat anggota-anggotanya sebagai tukang khayal tidak berguna dan membuat mereka sebagai bahan cemohan. Idiologi juga bias diartiak sebagai perangkat system dan tata niilai dari berabagai kesepakatn-kesepakatan, yang harus ditaati daam sebauh kelompok social. Idiologi adalah motivasi bagi prksis social yang memberikan pembenaran da mendorong suatu tindakan. Idiologi mendorog untuk menunjukan menunjukan bahwa kelompok social yang di yakininya mempunyai alasan untuk ada.

Dalm sejarah peratarungan social dan politik dunia, idiologi juga tidak jarang banyak mengorbankan ribuan bahkan jutaaan nyawa demi sebuah perjuangan membela idiologi. Apalagi kalau idiologi sudah masuk pada ranah politik dan kekuasaan.demi sebuah idiologi , 600.000 orang tewas karena terlibat atau tertuduh sebagai (lagi…)

Add comment 26 Mei , 2008

PROFIL DAKWAH MASA LALU DAN DAKWAH MASA KINI (Suatu Upaya Revitalisasi Peran Dakwah)

A. Untuk Apa Tulisan Ini

Sejak runtuhnya komunisme, konflik idiologi cenderung bergeser ke arah konflik yang lebih bermotifkan agama. Hal ini misalnya ditandai oleh sentimen Barat (yang nonmuslim) terhadap bangsa-bangsa di kawasan Timur (yang muslim). Tesis Samuel Huntinton mengenai konflik peradaban pada dasarnya yang lebih konkret justru adalah konflik agama.

Berdasarkan pada kecenderungan di atas, maka dituntut peran strategis dakwah agama yang lebih mengarah pada pemberdayaan umat agar lebih memahami eksistensi agama yang lebih utuh dan kaffah. Dakwah dalam konteks agama Islam karenanya harus dilakukan secara lebih kreatif dan inovatif serta menyentuh akar keagamaan Islam. Kecenderungan berkembangnya paham sekularisme keagamaan harus dapat dicermati dan diantisipasi oleh umat beragama khususnya umat Islam. Hal ini penting karena fakta menunjukkan adanya kecenderungan berkembangnya paham keagamaan yang sekuler pada generasi Islam dewasa ini. Bahkan berbicara tentang fiqih yang dasar sekali pun seringkali tidak menarik lagi bagi kalangan generasi muda Islam. (lagi…)

2 comments 27 April , 2008

Previous Posts


Nama lengkapnya Anita Deka, biasa di panggil Nita, sekarang lagi Kuliah di STAIN Manado, Jurusan Tarbiyah.

Your Schedule

November 2009
S S R K J S M
« Sep    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Arsip

Tulisan Terbaru

Kategori Awan

Artikel-artikel Forum Diskusi Muhasabah News Story Ta'aruf

Lastest Comments

farel di Profil Syekh Ahmad Yasin
syukri di Profil Syekh Ahmad Yasin
kopral cepot di Buku Tamu
Aniek Harahap di Arti Penting Pendidik dalam Me…
Akuahmadjuga di Arti Penting Pendidik dalam Me…

Blogroll