Originally posted on Jia Effendie:

janice hardy, seorang novelis amerika, menulis ini untuk romanceuniversity.org. saya mencoba menerjemahkannya untuk teman-teman :)

Image

emosi penting untuk membuat karakter terasa nyata. namun, mendeskripsikan mereka dari kejauhan terkadang membuat pembaca merasa “terputus” dari karakter tersebut. deskripsinya tidak terasa seperti perasaan karakter, tetapi seperti penulis memberi tahu pembaca bagaimana perasaan si karakter.

jika kita menggunakan sudut pandang orang ketiga serbatahu, mungkin tidak akan terlalu terasa. namun, bagaimana jika kita menggunakan sudut pandang orang ketiga terbatas atau sudut pandang orang pertama? kita bisa saja kehilangan hubungan emosi dengan pembaca.

contoh:

“aku menyeka keringat dari alisku dengan tangan gemetar, sisa ketakutan dari pengalaman-hampir-mati-barusan mengalir lewat pembuluh darahku.”

apakah kamu merasakan ketakutannya? barangkali tidak, karena si tokohnya pun sepertinya tidak merasakannya. orang-orang yang sedang ketakutan tidak akan berpikir tentang apa yang mengalir di pembuluh darah mereka atau kenapa ia mengalir. mereka hanya merasakan dan bereaksi.

“dengan tubuh bergetar, aku beringsut ke bangku terdekat dan…

View original 567 more words

Little Netherland Part 2

Posted: 28 Juni , 2014 in Artikel-artikel

10370994_10203916785461358_3377739403516594472_nHampir memasuki tahun ketiga aku masih berada di kota ini. Kota yg dijuluki kota ATLAS atau Little Netherland julukan lain kota ini. Kota yang menjadi Kota persinggahan ketigaQu. Kota ATLAS memilki dua wilayah, yaitu kota dataran Tinggi dan dataran Rendah (baca:Kota atas/Kota bawah)

Kujuluki kota dataran rendah ini dengan sebutan “kota tergenang” (#istilahQuSendiri) karena sudah jelas berada di dataran rendah. Tergenang akibat Banjir rob yg sudah menjadi langganan  kota ini.

Aku menyukai Hujan, Sungai, laut dan semua yg mengingtkanku pada memory masa kecil saat bersama ayah, ibu dan kakak.

Ku ingin menikmati hujan dengan aromanya yang harum, aku ingin melihat sungai dengan airnya yg bening mengalir indah. Ku ingin melihat laut dengan ombaknya yang menawan yang semua itu membuatku takjub.

Tapi,,, ternyata tidak Kutemukan disini. Tidak!

Hujan yg kurindukan kadang menjadi ancaman tuk penduduk di kota ini yg menyisahkan bau lumpur yg menyengat. Sungai yg indah berubah menjadi tumpukan sampah yg mengapung & memberi aroma bau busuk. Laut yg sering Kurindukan membawa banjir rob tuk mereka begitupun aku.

Baca entri selengkapnya »

Surat Untuk Syifa

Posted: 14 Mei , 2014 in Story

istirahatAssalamualaikum,, Syifa, maaf ummi baru sempat menulis surat lagi  kepadamu. Semoga Syifa di sana bersama nenek selalu sehat, tambah pinter, dan selalu menjadi anak yang sholehah, aamiin :)

Syifa masih ingat saat kita berpisah? Ummi tau bahwa hari itu adalah hari yang teramat berat antara kita berdua FirdausQu. Sebelumnya ummi  pernah berjanji padamu bahwa kita tak kan terpisahkan lagi. Aku mengatakan padamu kita akan bersama selamanya dan tidak ada yang bisa memisahkan kita lagi. Pukul 10.oo udara pagi berangsur siang mulai terasa panas. Aku menunggumu pulang sekolah. Sekolah tempatmu bermain Sekedar melihatmu tuk mengatakan “Ummi akan pegi lagi ke kota persinggahan ke tiga ummi” kata-kata ini aku tau akan begitu berat bila Qu ucapkan langsung padamu Nak. Tapi harus ummi lakukan

Meski hanya 2 bulan aku menemanimu bermain. Kita tertawa besama, bernyanyi, memasak, menjemur baju, menyapu, berenang, menemanimu naik pohon, mendengarkan kiacauan burung bersama dan menirukan suara burung, membiarkan wajah kita berdua terkena butiran-butiran air yang turun membasahi bumi saat itu, kau berlari-lari di halaman rumah nenek, yang kau panggil “Mama” dan aku kau panggil ummi. :) ” Ummi.. Ayo.. Ummi ayo kesana” seruhmu tuk mengajak aku bermain bersama.Kau begitu menyukai aroma hujan, membiarkan seluruh tubuhmu basah, dan aku tak akan memarahimu,kau tau itu. Karena ku tahu itu adalah hal yang amat menyengkan bagimu. Kau membangunkan aku saatQu tertidur karna kelelahan. Kau menarik bantalku, menarik tanganku, membangunkan aku tuk bermain bersamamu. Sering aku kabulkan permintaamu, namun sering juga aku tak menghiraukanmu karena saat itu aku benar-benar capek. MAAF KAN.. MAAF KAN AKU ANAKQU, MAAFKAN UMMI” Baca entri selengkapnya »

Tak ada salahnya mengintip sejenak model pendidikan di Finlandia. Sekedar share dari buku yang saya baca dari Pak Munif Chatif (Gurunya manusia) merupakan salah satu referensiyang tepat untuk para pendidik, bagaimana kita bisa menjadi Gurunya Manusia.

Di Finlandia, anggaran pendidikan  mendapat prioritas utama, meski bukan yang tertinggi di antara negara-negara Eropa lainnya. Pada 2003, anggaran pendidikan finlandia mencapai 5,9 miliar euro. Leo Pahkin, konselor pendidikan dari badan pendidikan nasional Finlandia, terus memacu mutu pendidikan di Finlandia yang dia pandang sebagai aset kemajuan bangsa ” Kami menanam investasi yang besar di bidang pendidikan dan pelatihan agar bisa mencetak tenaga ahli dan terampil yang kelak  menghasilkan inovasi,” Ujarnya

Kegiatan sekolah di Finlandia rata-rata hnya 30 jam per minggu, berarti hanya 6 jam  per hari. Pelajar akan masuk sekolah pukul 08.00 dan pulang pukul 13.00. Artinya, di sana berlaku sekolah non -asrama, bukanlah full day school.

Ternyata, jumlah waktu untuk bertemu keluarga di rumah menjadi prioritas yang paling penting. Di Finlandia, interaksi keluarga dianggap sebagai proses belajar yang tidak akan dijumpai di sekolah. Bayangkan!

Tidak mudah menjadi guru di Finlandia. Untuk dapat kuliah di jurusan pendidikan saja,  sesorang harus bersaing sangat ketat. Fakultas pendidikan dikatakan sebagai fakultas paling bergengsi dibandingkan dengan fakultas lain.Rat-rata dari 7 orang peminat, hanya 1 orang akan diterima di fakultas pendidikan.Tak heran fakultas di Finlandia rata-rata mencapai $2.311 per bulan. Negara dan rakyat Finlandiamenempatkan Guru sebagai profersi terhormat dan mereka yang menyandang profesi itu pun merasa mendapat sebuah prestise dan kebanggaan tersendiri. (sampai di sini, sayaingat sebuah guyonan klasik di negara kita, “Jangan sari menantu seorang guru untuk anak perempuan  kita, biasanya hidupnya akan susah! gajinya kecil dan perlu waktu sangat lama untuk sukses, bahkan profesi guru itu dianggap tidak punya jenjang karir di negera kita,” Pasti guyonan seperti itu tidak berlaku di Finlandia)

Guru-guru di Finlandia dibebaskan menyusun kurikulum dan silabus sesuai dengan visi dan misi sekolah. Dengan kreatif merancang buku teks yang aplikatif. Hampir semua guru menjadi penulis, minimal penulis buku pelajaran yang mereka gunakan dikelas. mreka juga menggunakan strategi belajar mengajar yang beragam  dengan memperhatikan multiple intelligences semua siswa. Guru juga menentukan model evaluasi dan penilaian setiap aktivitas belajar mengajar. Dan akhirnya gurulah yang menjadi penilaian terbaik para siswanya. Dampak dari otonomi guru tersebut menjadikan guru-guru di Finlandia, “Kalau saya gagal dalam mengajar seorang siswa, itu berarti ada yang tidak beres  dengan pengajaran saya.”

Kewibaan guru demikian tinggi di mata para siswanya. Mereka sangat menghindari memberi kritik terhadap pekerjaan siswa, tetapi mereka mengajak para siswa untuk membandingkan dengan nilai sebelumnya yang pernah diraih (Konsep ipsative). Para guru menghindari memvonis siswa dengan mengatakan “kamu salah” karena mereka menganggap sebagai hal biasa jika siswa melakukan kesalahan  termasuk dalam mengajarkan soal-soal.

Proses belajar mengajar berjalan dua arah. Suasanasekolah boleh dibilang lebih cair, fleksibel, menyenangkan dan efektif. Siswadi Finlandia juga diarahkan mampu mengevaluasi secara mandiri hasil belajar masing-masing. Hal ini diterapkan sejak dini/pra-TK. Mereka didorong bekerja sama secara individu, tak peduli apapun hasilnya. “ini akan membantu siswa untuk belajar bertanggung jawab atas pekerjaan mereka sendiri,” kata Sundstrom, seorang kepala sekolah dasar di Poikkilaakso, Finlandia. Baca entri selengkapnya »

“Congratulation”

Posted: 9 Mei , 2014 in Story

WisudaRindu juga setelah dua bulan  gg update tulisan di blog kesayangan saya ini :)

Alhmdulillaah,, Tanggal 26 April kemarin suami saya (Baca: Mas Aditia Bayu Pratama) :D dari jurusan MM dan teman-teman lain dari jurusan MH, MT dan MPDI  Program Beasiswa Cerdas SultraQu angkatan 2012 telah selesai melaksankan wisuda. Akhirnya mereka bisa meraih gelar Magister itu. Semua terasa plonk, gg ada beban lagi. Slamat ya,, tuk kalian semua. Selesai juga setelah melewati tantangan dan rintangan di kampus ini (Read: UNISSULA Semarang). :)

Tidak terasa satu tahun setengah bergulat di dunia akademik, mondar- mandir di kampus, naik -turun tangga, masuk-keluar masjid, dan test toefl berkali-kali :D  Ikut tutorial toefl, tutorial Bahasa inggris, IT dan BUDAI (Budaya akademik islam)Papernya di coret berkali-kali sama dosen pembimbing, pulang-balik Semarang-Sulawesi, berpisah dengan anak, suami dan istri, jatuh sakit jauh dari sanak saudara,melahirkan setelah ujian thesis, bahkan sampai meninggal dunia dan berpisah selamanya dengan orang-orang yang dicintai.Luarrr Biasa! Haru :(

Baca entri selengkapnya »

Anita Deckha:

Izin share

Originally posted on Catatanku:

Ribut-ribut pemberitaan tentang gelar profesor di depan nama Rhoma Irama membuat saya harus menjelaskan lagi melalui tulisan ini. Profesor itu bukan gelar akademik seperti Dr, M.Sc, S.T, dan sebagainya (baca berita ini), tetapi nama jabatan akademik. Di negara kita profesor adalah jabatan akademik tertinggi seorang akademisi yang telah menjadi Guru Besar.

Seorang akademisi mempunyai jenjang karir secara bertahap yang dinyatakan dalam bentuk jabatan akademik (dulu istilahnya jabatan fungsional). Jabatan akademik itu ada empat tingkat. Yang pertama Asisten Ahli, kedua Lektor, ketiga Lektor Kepala, dan yang tertinggi adalah Profesor. Untuk naik dari satu jabatan akademiki ke jabatan akademeki lain harus memenuhi angka kredit (Kum) yang telah ditetapkan oleh Dikti. Penilaian angka kredit itu dihitung dari tiga aspek tridharma, yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat. Seorang sarjana atau magister yang pertama kali menjadi dosen akan mendapat jabatan akademik Asisten Ahli. Jika dia mengambil S3 dan mengurus kenaikan jabatan, jabatan akademiknya…

View original 287 more words