<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>" Sebaik-baik Manusia adalah yang paling bermanfaat untuk Orang lain"</title>
	<atom:link href="http://anitadeka.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anitadeka.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Sep 2008 01:48:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='anitadeka.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>" Sebaik-baik Manusia adalah yang paling bermanfaat untuk Orang lain"</title>
		<link>http://anitadeka.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://anitadeka.wordpress.com/osd.xml" title="&#34; Sebaik-baik Manusia adalah yang paling bermanfaat untuk Orang lain&#34;" />
	<atom:link rel='hub' href='http://anitadeka.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Manado Monumen Pluralisme Beragama di Indonesia</title>
		<link>http://anitadeka.wordpress.com/2008/09/11/manado-monumen-pluralisme-beragama-di-indonesia/</link>
		<comments>http://anitadeka.wordpress.com/2008/09/11/manado-monumen-pluralisme-beragama-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 01:48:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anitadeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel-artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anitadeka.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[MANADO MONUMEN PLURALISME BERAGAMA DI INDONESIA Oleh : Anita Deka* Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan termasuk didalamnya perkembangan ilmu-ilmu sosial kemanusiaan, yang begitu pesat secara relative memperdekat jarak dan budaya antara satu wilayah dengan wilayah yang lain. Hal demikian pada gilirannya, juga mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap kesadaran manusia tentang apa yang disebut fenomena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anitadeka.wordpress.com&#038;blog=2488090&#038;post=92&#038;subd=anitadeka&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:200%;" align="center"><strong><span lang="IT">MANADO MONUMEN PLURALISME BERAGAMA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:200%;" align="center"><strong><span lang="IT">DI INDONESIA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:300%;" align="center"><strong><span lang="IT">Oleh : Anita Deka</span></strong><a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-family:Symbol;" lang="IT"><span>*</span></span></strong></span></a><strong><span lang="IT"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;"><span lang="IT">Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan termasuk didalamnya perkembangan ilmu-ilmu sosial kemanusiaan, yang begitu pesat secara relative memperdekat jarak dan budaya antara satu wilayah dengan wilayah yang lain. Hal demikian pada gilirannya, juga mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap kesadaran manusia tentang apa yang disebut fenomena “ Agama”.<strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;"><span lang="IT">Pada penghujung abad ke-19, lebih-lebih pada pertengaan abad ke-20, terjadi pergeseran paradigma pemahaman tentang “agama” dari yang dulu terbatas pada “ idealitas “ kearah “historitas” dari yang hanya berkisar pada doktren kea rah etnitas “ sosiologis “ dari diskursus “ esensi” ke arah “eksistensi”.</span><a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span> <strong><span lang="IT"></span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;">Dalam pergaulan dunia yang semakin terbuka, orang tidak dapat dipersalahkan untuk melihat fenomena-fenomen “agama” secara aspectual, dimensional dan<span> </span>bahkan multidimensional approaches. Selain agama memang mempuyai doktren teologis-normatif, dan memang disitulah<span> </span>letak “ hard core” dan pada<span> </span>keberagaman manusia, orang dapat pula melihatnya sebagai “tradisi”, sehingga berkembangnya paham-paham agama dewasa ini telah menjadi kenyataan hidup manusia, suka atau tidak suka terhadap pluralisme yang sudah menjadi bagian yang mestakung (semesta mendukung ) dibawah kolong langit. <span lang="FI">Namun pluralisme agama menghdapkan kita pada tantangan iman, bagaimana mendefinisikan iman kita ditengah keragaman iman yang lain.<strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;">Dalam plurlisme agama<span> </span>tidak digerakan untuk menuju kehidupan yang<span> </span>disharmonis pertikaian ataupun perkelahian fisik antara agama. Di Sulawesi Utara khususnya Kota Manado yang penulis tempati merupakan daerah yang multikultural dimana beragam agama, suku, dan budaya<span> </span>yang telah menjadi realita dikota Manado, meski dengan perbedan-perbedaan agama yang sering ditemui tidak menjadi penghambat mereka untuk melakukan aktifitas, interaksipun tetap bejalan, dimana telah menjadi kebiasaan yang agak umum bahwa semua golongan beragama melakukan kerjasama dalam pembangunan mesjid, gereja atau dalam pembangunan gedung sekolah swasta, dengan suasana ramai dan spontan kerjasama itu membuktikan hubungan antara umat beragama didaerah ini cukup potensial dan tidak dilakukan secara terpaksa oleh komunitas dari agama yang berbeda.<strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;">Keharmonisan yang terbangun antara umat<span> </span>beragama disulawesi utara khususnya Manado membuat penulis ingin menelaah lebih jauh lagi, karena kalau berbicara konflik seharusnya Manado sendiri berpotensi konflik, karena dari segi multikultualnya akan banyak perbedaan-perbedaan pendapat yang akan bermunculan, ataukah dikarenkan Manado plural dari segi etnis, dan apakah karena dibantu oleh badan kerja sama antar umat beragama (BKSAUA) sehingga sampai sekarang semboyan dari mantan gubernur sulawesi utara E.E. Mangindaan “ Torang Samua Basudara”<a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> masih tertanam dihati masyarakat kota Manado.<strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;">Analisis ini merupakan ekses positif terhadap realita yang sedang terjadi di kalangan kota Manado, sehingga sampai sekarang apakah pantas kota Manado disebut sebagai monumen pluralisme beragama di Indonesia,<span> </span>dengan melihat latar realita diatas penulis rasa penting untuk dibahas.<strong></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;"><br /> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>A.)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>Letak Geografi Kota Manado</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;"><span lang="FI">Kota Manado</span><a name="_ftnref4" href="#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span lang="FI"> diperkirakan sudah didiami manusia sejak abad XIV dan nanti pada abad XVII ( 1623 M ). </span>Menurut perkembangan sejarah nasional Indonesia, Manado telah dikenal sejak abad ke- 16. Pada abad ini, Manado bahkan telah dikenal oleh orang-orang Barat ( Eropa ) karena hasil buminya. <span lang="SV">Hal ini sebagimana termuat dalam dokumen Negara Bab VII, tentang kesan-kesan histories Manado – Minahasa pada tahun 1623.</span><a name="_ftnref5" href="#_ftn5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;"><span lang="SV">Kemudian, berdasarkan beslit Gubernur<span> </span>Jenderal Hindia Belanda maka terhitung mulai tanggal 1 juli 1919, <em>gewets </em>Manado ditetapkan sebagai <em>staats gerneente </em>yang kemudian dilengkapi dengan alat-alat yakni dewan germeente atau gemeente raad yang diketuai oleh walikota ( <em>Burgemeeste</em> ).</span><a name="_ftnref6" href="#_ftn6"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[5]</span></span></span></span><span id="more-92"></span></a><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;"><span lang="SV">Sesuai beslit tersebut, maka<span> </span>ditetapkanlah hari lahir kota Manado, yakni pada tanggal 14 juli 1623, dengan penjelasan secara fiksasi bahwa tanggal 14, di ambil dari tanggal 14 februari sebagai hari terjadinya peristiwa merah putih, dimana pada waktu itu putra-putra daerah bangkit menentang penjajahan colonial Belanda untuk mempertahankan kemerdekaan. Bulan juli, diambil dari unsur yudiris, bahwa pada bulan juli tahun 1919, beslit gubernur jenderal dikeluarkan. </span>Tahun 1623 diambil dari unsur historis, bahwa nama Manado mulai dikenal, disebut-sebut, bahkan digunakan dalam<span> </span>surat-surat resmi. Berdasarkan 3 peristiwa tersebut, maka hari lahir kota Manado jatuh pada tanggal 14 juli 1623 dan untuk tahun 2008 ini Manado telah merayakan HUT-nya yang ke- 383.<a name="_ftnref7" href="#_ftn7"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;">Kota Manado terletak di ujung pulau Sulawesi Utara, dengan kedudukan khusus sebagai Ibu kota Propinsi Sulawesi Utara. Posisi geografis Kota Manado terletak pada 124<sup>0</sup> 40’55’ sampai dengan 124<sup>0</sup> 55’54 bujur timur dan 0<sup>0</sup> 25’43 sampai dengan 0.1<sup>0 </sup>38’55 Lintang Utara.<a name="_ftnref8" href="#_ftn8"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[7]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;">Sesuai PP No. 22 Tahun 1998 Perubahan Batas wilayah, maka luas kota Manado yang semula hanya 2.369 Ha bertambah menjadi 15.726 Ha. Kaitannya dengan hal iu, ditetapkan perda (Peraturan Daerah ) No. 04 tanggal 27 September 2002 perubahan status desa menjadi kelurahan.<a name="_ftnref9" href="#_ftn9"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[8]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Dengan demikian wilayah administrasi kota Manado yang semula terdiri atas 5 kecamatan dengan 66<span> </span>kelurahan / desa, menjadi 9 kecamatan dengan 87 kelurahan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;">Berdasarkan hasil sensus tahun 2008, tercatat bahwa jumlah penduduk kota Manado sebanyak 413.554 jiwa dengan komposisi penduduk menurut kecamatan.<a name="_ftnref10" href="#_ftn10"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[9]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Dari sekian jumlah penduduk yang tersebar dalam tiap-tiap kecamatan adalah masyaarakat Manado yang awalnya sebagai pendatang dari berbagai daerah, baik dari dalam maupun dari luar daerah Sulawesi Utara. Menurut Gubernur VOC Maluku, Robertus Padtbrugge ketika berada di Manado tahun 1677 mengatakan bahwa orang Sangir Tualah adalah penduduk pribumi yang pertama di Manado, yakni sekitar tahun 1532.<a name="_ftnref11" href="#_ftn11"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[10]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></p>
<p><strong><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;"><br /> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:-0.25in;text-align:justify;text-indent:0.25in;line-height:200%;"><strong>Skema : Demografi Penduduk Kota Manado</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:-0.25in;text-align:justify;text-indent:0.25in;line-height:200%;"><!--[if mso &amp; !supportInlineShapes &amp; supportFields]&gt;<span><span> </span>SHAPE<span> </span>\* MERGEFORMAT <span></span>&lt;![endif]&#8211;><!--[if gte vml 1]&gt;-->                             </p>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal">Asli</p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal">Penduduk</p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal">Pendatang</p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal">Orang Indonesia</p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal">Orang Asing</p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Minahasa</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Sangihe      Talaud</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Bolaang      Mongondow</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Gorontalo</span></p>
<p class="MsoNormal">Bugis/Makasar</p>
<p class="MsoNormal">Ternate</p>
<p class="MsoNormal">Maluku</p>
<p class="MsoNormal">Batak</p>
<p class="MsoNormal">Jawa</p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal">Cina</p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal">Arab</p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal">Sangir Tua</p>
</div>
</td>
</tr>
</table>
<p>       <!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/ADMINI~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="" width="566" height="840" /><!--[endif]--><!--[if mso &amp; !supportInlineShapes &amp; supportFields]&gt;  <span>&lt;![endif]&#8211;></p>
<p><strong><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;" lang="FI"><br /> </span></strong>
</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span lang="FI"><span>B.)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span lang="FI">Sruktur Ekonomi, Sosial, Politik dan Budaya</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span lang="FI"><span> </span>Kehidupan ekonomi masyarakat kota Manado tergolong pada kategori menengah keatas. Sebab dari data sensus tahun 2000 menunjukan konsumsi perkapita masyarakat sebagian besar mencapai Rp. 100.000,00 s/d Rp 150.000,00 per bulan. Kehidupan ekonomi yang kemudian didukung oleh lapangan kerja yang cukup luas di Manado. Jenis lapangan kerja yang ditekuni oleh penduduk Manado mulai dari Pegawai Negeri ( PNS ), peternakan, perikanan, indusrti, pedagang, pengangkutan darat dan TNI / Polri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span lang="FI"><span> </span></span>Dalam bidang sosial, seiring dengan pesatnya perkembangan pendidikan didaerah ini cukup baik. Kegiatan-kegaiatan sosial yang dikelolah masyarakat lewat berbagi organisasi berkembang pesat. Lembaga pendidikan baik yang dimiliki oleh pemerintah maupun swasta tumbuh subur ditangah masyarakat. Demikian pula dengan kehadiran pesantern yang dikelolah dengan baik oleh para ustabdz dan ustadza besar andilnya dalam mengembangkan kegiatan sosialnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span> </span>Ada sejumlah struktur kegiatan yang dijadikan akomodatif<span> </span>terbuka bagi semua<span> </span>golongan sehingga dapat meredam isu dan koflik yang dapat muncul, terutama konflik yang bersifat antar golongan atau antar kelompok. Misalnya, bidang ekonomi. Struktur kegiatan dalam bidang ekonomi hubungan antara umat beragama tidak memeperlihatkan batas-batas sosial yang disebabkan perbedaan agama, maka kondisi tersebut sngat memungkinkan terwujudnya dialog. Dalam kehidupan ekonomi tidak terlihat adanya identitas agama yang di aktifkan utuk memenagkan persaingan. Dalam bidang ini, hubungan-hubungan itu berlangsung atas dasar keuntungan yang diperoleh oleh masing-masing pihak yang terlibat. Aktivitas ekonomi ini dapat dijumpai dibeberapa tempat, misalnya dipasar bersehati, pasar karombasan, pasar tuminting, maupun aktifitas ekonomi yang ada dipusat 45 ( bender).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span> </span>Sedangkan dalam bidang politik dan budaya masyarakat Manado<span> </span>mnunjukan kemajuan yang pesat. Dalam bidang politik bias dilihat dengan kehadiran berbagai partai politik di daeah ini baik Golkar, PPP, PAN, PKS, PBB, PKB, PDI- P, PDS dan liain-lainya banyak mendapat dukungan dari masyarakat pemilih.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span> </span><span lang="FI">Budaya masyarakat siring dengan meningkatnya pendidikan tenyata mengalami kemajuan. Kerukunan yang dimiliki oleh masyarakat Manado. Konflik agama yang dialami oleh daerah daerah sacara geogafis tidak begitu jauh dari Manado. </span>Justru dianggap tidak mempengaruhi keadaan hubungan antar umat<span> </span>beragama didaerah. Hamonisasi sosial –agama cukup terpelihara, walaupun bnyak kalagan yang ragu mengenai stabilitas keamanan politik menjelang pemilu 2008. tapi kekhawatiran ini tidak terealisasikan, dimana kota Manado tetap menunjukan rasa aman, damai dan rukun. Kenyataan ini makin meningkatkan rasa kepercayaan masyarakat Manado bahwa kota Manado adalah “kota damai “ (peace Village )yang berhasil dibangun oleh pemerintah / aparat dan dukungan masyarakat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span> </span>Masyarakat Manado mengenal budaya terbuka dan toleransi dalam kehidupan keseharian mereka. Alasan yang menjadi bukti dari budaya terbuka dan toleransi ini dapat diamati dalam kehidupan sosialitas masyarakat Manado dengan komposisi masyarakat yang berasal dari latar belakang agama budaya dan suku yang berbeda-beda ini di ikat dalam ikatan simbolik yaitu<span> </span>Bo- Hu- Sa –Mi (Bolaang<span> </span>Monongondow-Hulontalo/Gorontalo-Sangir-Minahasa). Ikatan simbolik<span> </span>ini, dipahami oleh masyarakat Manado sebagai ikatan persaudaraan yang tidak memeperdulikan perbedaan bahasa, suku dan budaya<span> </span>bahkan agama.</p>
<p><strong><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;"><br /> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>C.)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>Sejarah dan Peran BKSAUA</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;">Badan<span> </span>Kerja Sama Antar Amat Beragama yang kemudian disingkat menjadi BKSAUA adalah sebuah oraganisasi yang beranggotakan perwakilan dari lima agama yang di akui, yang di akui oleh pemeritah, terdiri atas islam, Kristen protestan, katolik, Hindu dan Budha. Sementara konghucu tidak termasuk dalam keanggotaan organisasi ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span> </span>BKSAUA dibentuk pada tanggal 23 juli 1969, berdasarkan surat keputusan gubernur / kepala daerah tingkat I propinsi sulawesi utara No. 91/KPTS/ 19us anggota69.(8) surat keputusan gubernur dalam hal ini H.V worang berisi tentang pembentukan badan kerja sama antar umat beragama Propinsi sulawesi utara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span> </span>Menurut Pdt. DR. R. A. D. Siwu salah seorang tokoh agama kristen protestan dan sekaligus anggota BKSAUA mengatakan ada beberapa factor pendorong terbentuknya organisasi tersebut, terdiri atas ; 1. kondisi sosiologis masyarakat sulawesnai utara yang majemuk, 2. Kecenderungan masyarakatnya yang terbuka dan toleran 3.Peristiwa serangan G 30 September<span> </span>dan 4 masalah kultur yang dihadapi<span> </span>oleh masyarakat sulawesi utara.(9).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;">Faktor-faktor di atas mendorong diakannya Musyawarah Alim Ulama Antar Umat Beragama se- Propinsi Sulawesi Utara. Musyawarah tersebut diprakarsai oleh Pemerintah Daerah Tingkat I yang berlangsung pada tangga 29-30 November 1967.<a name="_ftnref12" href="#_ftn12"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[11]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Musyawarah ini dihadiri oleh wakil-wakil dari lima agama.<a name="_ftnref13" href="#_ftn13"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[12]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> kesepakatan para pemimpin agama untuk menerima usulan tersebut baru dapat dilaksanakan pada tanggal 3-7 jul 1969, setelah BKSAUA terbentuk, maka pada tanggal 6 oktober 1969 organisasi ini melaksanakan siding yang pertama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span> </span>Kepemimpinan BKSAUA adalah kepemimpina yang bersifat presidium dan merupakan satu kesatuan kepemimpinan kolektif. <span lang="FI">Jenis tata kerja yang dilaksanakan oleh organiasi BKSAUA terdiri atas sidang pleno dan musyawara. BKSAUA mempunyai secretariat <span> </span>yang berfungsi sebagai pengendalian adminitrai BKSAUA. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa segala kegiatan BKSAUA dibebankan pada anggaran pendapatan dan belanja (APBD) Tingkat I Propinsi Sulawesi Utara dengan ketetapan tersendiri oleh Gubernur Kepala daerah<span> </span>Tingkat I Propinsi Sulawesi Utara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span lang="FI"><span> </span>Tugas- tugas yang di emban oleh BKSAUA <span> </span>di atas lahir dari kesadaran untuk memelihara terciptanya toleransi dan kerukunan antar umat beagama. Menurut beberapa anggota pengurus BKSAUA, keberadaan BKSAUA merupakan alat untuk meredam terjadinya konflik di dalam lingkungan inter / antar umat beragama. BKSAUA<span> </span>sebagai organisasi keagamaan menjalankan tugasnya selalu berpedoman pada kesepakatan-kesepakatan yang telah diepakati bersama seperti yang termuat dalam tugas-tugas pokok BKSAUA diatas. Organisasi ini turut terlibat dalam melakukan pencegahan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan dibidang keagamaan. Dari data yang ada, BKSAUA telah banyak melakukan kegiatan antar umat beragama yang penuh dengan persahabatan<span> </span>dan kekeluaragaan demi terwujudnya kerukunan antarumat beragama. Dibawah ini penulis akan menguraikan bentuk- bentuk kegiatan BKSAUA dalam bentuk kerjasama antarumat beragama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Kerjasama dalam pembangunan masjid dan gereja</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;">Sebuah kebiasaan yang agak umum bahwa semua golongan beragama melakukan kerja sama<span> </span>dalam pembangunan mesjid, gereja atau dalam pembagunan sebuah gedung swasta. <span lang="FI">Kerja sama seperti ini pada umumnya dipelopori oleh pemerintahan setempat yang bekerja sama dengan pimpinan BKSAUA baik pada tingkat kecamatan, kelurahan maupun desa. Dengan suasana ramai dan spontan, kerja sama itu membuktikan bahwa hubungan antarumat beragama di daerah ini cukukp potensial dan tidak dilakukansecara terpaksa oleh komunitas dari agama-agama yang berbeda. Misalnya kegiatan pengocoran pembanggunan masjid Qordova yang terletak di kelurahan Perkamil dekata kampus STAIN Manado. Kaum Kristian dari kelurahan itu membantu kaum Muslim dlam pembangunan masjid QOrdova pada tahun 1996. contoh pembangunan rumah ibadah ini seperti tergambar dalam hubungan antara kaum Muslim dan Kristen di Harison, salah satu bagian dari kota metropolitan New York</span><a name="_ftnref14" href="#_ftn14"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[13]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span lang="FI">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;">Dalam hal ini pendirian rumah ibadah, umat Kristiani berbeda dengan umat Islam. Hal ini didasarkan pada pendapat Abdurrahman Wahid yang mengatakan:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">…orang Islam tidak akan memandang apakah dia Sunni ataukah Syi’ah, NU ataukah Muhammadiyah, pengikut fiqh Syafi’I, Maliki, Hambali atau Hanafi, penganut teologi Qadariah, Jabariah dan seterusnya, mereka bisa duduk dan shalat bersama dalam satu masjid. Orang-orang Kristen tidak begitu, karena mereka dibagi dalam sekte, sinode dan aliran-aliran yang memang ritus dan liturginya berbeda-beda. <span lang="FI">Jadi, kalau di setiap kilometer ada gereja itu tidak aneh. </span>Bukan untuk bersaing dengan masjid orang Islam tetapi bersaing sesama mereka<a name="_ftnref15" href="#_ftn15"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[14]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;">Kerja sama dalam pembangunan rumah ibadah di ota Manado sebagai gambaran tentang budaya toleransi yang tumbuh dalam masyarakat di daerah ini. Berbaurnya antara komunitas yang berbeda agama, suku dan golongan tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk melakukan berbagai macam kegiatan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Perayaan Hari-Hari Besar Agama</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;">Selain pendirian rumah ibadah, umat beragama tidak bisa menghindar dari berbagai cara keagamaan di lingkungan yang kian heterogen. Misalnya perayan halal bi halal dan Natal secara bersama<a name="_ftnref16" href="#_ftn16"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[15]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>. Para pemuda Gereja melakukan penjagaan begitu juga sebaliknya. Dari contoh ini perbedaan agama tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk saling mengunjungi dan mengucapkan selamat hari Natal dan Hari Raya Idul FItri.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="FI"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="FI">Menghadiri upacara perkawinan dan kematian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;">Dalam contoh ini ada sikap yang luwes para alim ulama termasuk dari kalangan BKSAUA terhadap calon mempelai yang berbeda agama, sehingga hampir tidak ada keluarga besar marga Sulawesi Utara yang semuanya seagama. Dalam acara perkawinan, masyarakat dari berbeda-beda agama, suku dan golongan termasuk dan turut membantu keluarga melaksanakan hajatan (perkawinan). Begitu juga dalam hal kematian. Dalam kasus seperti ini, rasa saling membutuhkan satu sama lain dan merasa ikut terpanggil dalam suka dan duka dalam wujud kerjasama antar sesama merupakan gambaran betapa tingginya budaya mapalus dalam masyarakat Manado, sehingga nampak solidaritas sosial yang dibangun secara bersama di atas perbedaan agama dan keyakinan demi terwujudnya suatu masyarakat yang rukun dan damai.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Kerjasama dalam pemberantasan judi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;">Dewasa ini judi sudah menjadi problem sosial yang nyaris merata. Perjudian telah merajarela dan masuk ke seluruh wilayah. Bentuk-bentuk perjudian yang paling merakyat di kota Manado, misalnya togel (toto gelap), binbol, kasino, amusement, sabung ayam, permainan kartu dan masih banyak lagi jenis-jenis perjudian yang dilakukan oleh sebagian oknum masyarakat Kota Manado. Oknum-oknum yang terlibat dalam perjudia ini tidak hanya dari lapisan masyarakat bawah, tapi juga dari kalangan atas. Bahkan keterlibatan oknum aparat kepolisian yang seharusnya memiliki kewajiban untuk memberantas segala praktek perjudian menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat Kota Manado.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;">Upaya pemberantasan judi ini sebenarnya dilakukan oleh BKSAUA sejak tahun 1983. bagi BKSAUA pemberantasan judi tidak semudah membalikkan telapak tangan. <span lang="FI">Karena semua bentuk perjudian di daerah ini merupakan kebijakan Pemkot Manado dalam bentuk peraturan. Kebijakan mengenai legalisasi perjudian banyak menuai protes baik dari BSAUA, MUI Sulut dan masyarakat. Kerjasama pemberantasan judi yang dilaksanakan oleh pihak BKSAUA bekerjasama dengan pihak kepolisian tetap terus digalakan. Para pimpinan BKSAUA menyadari bahwa judi dapat memicu perkelahian antar bandar maupun broker judi. Kasus Ketapang menjadi bukti dimana judi menjadi pemicu lahirnya perkelahian yang kemudian dihembuskan menjadi konflik agama dengan adanya pembakaran rumah ibadah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Kerjasama pemberantasan miras</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;">Miras atau minuman berakohol termasuk target yang harus diberntas oleh para anggota dan presidium BKSAUA. Menurut mereka miras sangat berbahaya yang dapat mengakibatkan seseorang melakukan tindakan-tindakan destruktif. <span lang="FI">Masyarakat Manado selalu khawatir untuk melakukan aktivitas di luar rumah terutama di malam hari. Hampir di setiap tempat, lorong-lorong jalan menjadi tempat berkumpulnya para pemuda yang sedang melakukan pesta minum minuman keras, bahkan tidak sedikit para pemuda ini melakukan aksi <em>bapajak</em> atau <em>badola</em>.</span><a name="_ftnref17" href="#_ftn17"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[16]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span lang="FI"> Di samping bekerjasama dengan pihak kepolisian, para pimpinan organisasi ini selalu menghimbau kepada para umatnya elalui ceramah/khutbah tentang bahaya miras.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;"><span lang="FI">Dalam kasus miras, memang ada sedikit persoalan. Berbeda dengan masalah judi, sikap agama mengenai miras berbeda-beda. Agama Islam sangat jelas dan eksplisit mengharamkan miras dan menyebutnya sebagai perbuatan setan (QS. 5: 90-91). Oleh karena itu gerakan anti miras lebih mudah mengambil simpati dari kalangan Islam. Sementara dalam tradisi agama lain seperti Kristen, persoalan miras tidak menjadi <em>mainstream</em> ajaran. Misalnya, dalam Perjanjian Lama disebutkan bahwa anggur berkadar alkohol tertentu (<em>wine</em>) merupakan bagian dari praktik ritual, karena ia diyakini sebagai simbol dari anugerah Tuhan. Bahkan dalam perjanjian baru (Lukas 7: 33-34; Jhon 2: 1-11; Matius 26: 26-29) dinyatakan bahwa Yesus dan pengikut-pengikut awalnya menjadikan <em>wine</em> sebagai minuman sehari-hari yang juga disajikan dalam pesta-pesta sesuai dengan tradisi masa itu. Disamping referensi tersebut yang menematkan miras dalam lingkup positif, di lain pihak Injil mengecam keras mereka yang menegakkan miras sampai mabuk (Lukas 21: 34). Dalam perjanjian baru (Cor 5: 11; 6: 10) juga terdapat kecaman serupa tehadap para pemabuk. Kecaman serupa juga tercermin pada ucapan St. Paul yang menggambarkan tubuh manusia sebagai tempat suci (<em>Temple of the Holy Spirit</em>) yang kemudian ditafsirkan bahwa tubuh harus dipelihara dari noda termasuk minuman keras.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Kerjasama pemberantasan narkoba</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;"><span lang="FI">Seperti perjudian dan minuman keras, narkoba menjadi perhatian para pimpinan BKSAUA. Menurut salah seorang pengurus BKSAUA, narkoba adalah bahaya yang harus diwaspadai, karena kebayangan para pengguna dan koraban dari narkoba adalah remaja yang merupakan generasi penerus bangsa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;"><span lang="FI">Himbauan BKSAUA melalui ceramah/khutbah pada para orangtua agar senantiasa memberikan perhatian pada anak-anaknya agaar tidak terlibat dalam pesta narkoba. Peredaran narkoba saat ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dimana peredaran narkoba hanya dilakukan pada tempat-tempat tradisional, seperti hiburan malam. Sementara saat ini sudah masuk ke “wilayah-wilayah terlarang” seperti sekolah-sekolah. Malah lebih parah lagi sekolah dasar (SD) tidak luput dari incaran para pengedar narkoba.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;"><span lang="FI">Ini jelas ancaman untuk seluruh lapisan masyarakat Manado, terutama kalangan umat beragama. </span>Sebab, agama manapun melarang umatnya untuk mengkonsumsi narkoba.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><span>7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Dialog Antarumat Beragama</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;">Kegiatan dialog antarumat beragama yang dilakukan BKSAUA merupakan langkah untuk menghilangkan sikap dan pandangan eksklusif yang tercermin dari pola pikir dan cara pandang para penganut agama. <span lang="FI">Sikap dan pandangan seperti ini berimplikasi pada keretakan hubungan atarumat beragama. Dialog sebagai cara efektif yang dapat menyatukan umat beragama yang berbeda-beda dan melangkah ke arah kerjasama dan saling menghargai satu sama lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;"><span lang="FI">Gerakan dialog antarumat beragama yang dilakukan oleh BKSAUA merupakan pilihan yang strategis untuk mewujudkan kehidupan umat beragama yang rukun, damai, bebas dari kecurigaan dan perseteruan maupun pertentangan. Dengan dialog, semua umat beragama bertemu dan sling menyapa satu sama lain, sekaligus berkomunikasi antarsesama. Di samping itu dialog dapat mempertemukan umat beragama yang berbeda-beda yang selama ini hidup dan bermasyarakat dalam satu komunitas atau hidup dalam komunitas yang berbeda namun saling curigai sama lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;"><span lang="FI">Dialog antarumat beragama adalah salah satu dari beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh BKSAUA. Dialog antarumat beragama bukan untuk mengadakan peleburan (fusi) agama-agama menjadi satu agama, dan bukan pula untuk membuat sinkretisme “agama baru” yang memuat unsur-unsur ajaran agama. Dialog bukan pula untuk mendapatkan pengakuan akan supremasi agamanya sebagai agama yang paling benar dan menanggap agama lain adalah salah. Tetapi, yang dicapai oleh diaolg adalah bagaimana ppara partisipant dialog membicarakan tentang pentingnya membangun hubungan yang baik dan membangun kerjasama lintas agama. Hal ini dianggap penting karena tugas agama tidak hanya mengajarkan kepada pemeluknya untuk menyembah kepada Tuhan, tetapi tugas agama membawa misi pembebasan. Misi pembebasan ditujukan kepada mereka yang mengalami penindasan, eksploitasi dan ketidakadilan. Masalah ketidakadilan, eksploitasi, penindasan, kemiskinan merupakan masalah yang dihadapai oleh manusia sejak awal lahirnya agama-agama sampai saat ini. Semua itu mendesak untuk menuntut soslusi yang dapat membebaskan mereka dari masalah-masalah tersebut.Dengan memahami agama secara universal dan bukan secara parsial maka harus diarahkan pada pembebasan umat manusia yang dihadapinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;"><span lang="FI">Demikianlah bentuk-bentuk kegiatan yang digalakan oleh BKSAUA. Kegiatan-kegiatan di atas di satu sisi, sebagai upaya untuk membangun solidaritas lintas agama. Pada sisi lain sebagai refleksi atas pemahaman dan pengamalan atas perintah Tuhan yang termaktub dalam kitab suci. Solidaritaes lintas agama dapat dilakukan lewat kerjasama yang selama ini telah diagendakan, tanpa harus melihat perbedaan teolegis (aqidah) yang justru menempatkan perbedaan menjadi penghalang bagi hubungan antarumat beragama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;">Akhir-akhir ini krisis yang dihadapi manusia cukup beragam dan kompleks. <span lang="FI">Masalah kemiskinan, ketidakadilan,<span> </span>moral dan etika tela melengkapi krisis yang dihadapi oleh manusia. Dari rangkaian kompleksitas masalah yang ada, membutuhkan penyelesaian mendesak agara manusia tidak larut dalam masalah tersebut. Adalah BKSAUA sebagai organisasi yang terlibat dalam mewujudkan pembangunan moral masyarakat, sangat signifikan keberadaannya sebagai organisasi yang dapat diharapkan mampu berbuat sesuatu untuk melakukan transformasi dan pembebasan bagi umat beragama yang menjadi korban dari struktur sosio-ekonomi yang menindas dan eksploitatif serta krisi ekologi yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;"><span lang="FI">Munculnya organisasi keagamaan dengan latar belakang dan tujuan yang berbeda-beda mengindikasikan bahwa kesadaran untuk mengiplementasikan nilai-nilai agama sangat kuat dalam keidupan umat beragama. Disamping itu, kesadaran ini juga lahir karena adanya pemahaman bahwa agama sebagai kekuatan pembebas untuk membebaskan umatnya dari keterpasungan, penderitaan, ketidakadilan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;"><span lang="FI">Adalah BKSAUA sebagai organisasi yang menghimpun perakiln pimpinan dari lima agama yang diakui oleh pemerintah (Islam, Kristen, Protestan, Hindu dan Budha) cukup memberi peran atarumat bergama di Manado, Sulawesi Utara. Organisasi ini banyak melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan lintas agama. Baik itu kegiatan pembangunan psikis (bathiniyah) maupun fisik (lairiyah).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;"><span lang="FI">Mengamati dan menganalisis apa yang telah dilakukan oleh BKSAUA dalam kegiatan-kegiatan pembangunan secara lintas agama merupakan bentuk aksi “solidaritas lintas agama” (<em>interreligious solidarity</em>). Kenyataan ini patut diberikan penghargaan, karena kegiatan-kegiatan yang ada didasarkan pada pembangunan moral umat beragama dan pembinaan pentingnya kerja sama lintas agama dalam memberikan penyelesaian masalah yang dihadapai oleh umat beragama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:200%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span>D.)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong>Membangun Kultur Perdamaian Lewat Tahun Kasih</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;">Perdamaian merupakan dambaan bagi segenap lapisan masyarakat yang hidup dalam kondisi sosial yang majemuk. Suasana damai memungkinkan terciptanya suatu hubungan sosial yang harmonis, rukun, dan saling menghargai satu sama lain, tanpa harus mengalami situasi <em>insecurity</em> yang mengancam misi perdamaian di muka bumi. Sejak permulaan sejarah perdamaian telah dianggap sebagai karunia dan rahmat, dan sebaliknya perang dianggap sebagai malapetaka dan azab. Namun baru sejak lair abad pertengahan, ahli-ahli filsafat dan negarawan dengan sistematis merenungkan masalah perdamaian.<a name="_ftnref18" href="#_ftn18"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[17]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Tidak sedikit organisasi-organisasi sosial keagamaan terus berupaya untuk mewujudkan masyarakat yang “bebas konflik” lewat program-program pembinaan, pendidikan, penegakan HAM dan demokrasi serta prevensi konflik. Untuk itu situasi Manado ada beberapa LSM yang <em>concern</em> dalam kegiatan seperti ini, misalnya Yayasan PEKA bekerjasama dengan DIAN/Interfidey Yogyakarta, Yayasan Serat FKUB, JAJAK Sulut dan BKSAUA itu sendiri. Program perdamaian tidak hanya dilakukan oleh LSM-LSM lokal, tapi juga LSM-LSM dunia, seperti yang dilakukan oleh komunitas Yahudi, Kristen dan Islam yang tergabung dalam ICPME yang dibentuk pada tahun 1987 di Amerika.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;">Memasuki Abad ke-21 bangsa Indonesia diguncang oleh konflik yang benuansa SARA yang terjadi di beberapa daerah, seperti Situbondo (konflik agama dan politik), Pontianak (konflik etnis dan agama), Ambon (konflik agama), Poso (konflik agama), Timika (konflik antarsuku), Medan (konflik etnis dan agama), Palembang (konflik etnis), Lampung (konflik etnis dan agama), Sanggau (konflik etnis dan agama), Ketapang (konflik etnis dan agama), Sampit (konflik etnis dan agama), Tasikmalaya (konflik politik, etnis dan agama), Kebumen, Solo, Kudus (konflik etnis dan agama), Mataram (konflik agama), Sikka (konflik agama), Kupang (konflik agama), dan Ternate Halmahera (konflik agama).<a name="_ftnref19" href="#_ftn19"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">[18]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Konflik yang terjadi di ebebrapa daerah tidak hanya merusak bangunan-bangunan fisik lebih dari itu, konflik di atas telah memakan korban harta dan jiwa manusia dalam segala lapisan masyarakat. Akibat dari konflik tersebut telah menjadikan hubungan antar manusia tidak harmonis dan saling curiga satu sama lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;">Persepsi bahwa agama menjadi pemicu konflik telah tercatat dalam setiap lembaran sejarah umat manusia. Perang salib adalah bukti sejarah dimana agama menjadi pemicu antara bangsa Eropa yang beragama Katolik melawan bangsa Arab yang beragama Islam. Bagi umat Islam perang salib (<em>Crusades</em>) merupakan contoh Kristen militan dan pertanda awal agresi imprealisme Barat Kristen. <span lang="FI">Demikian pula yang terjadi di Irlandia Utara antara pemuluk agama Katolik dengan pemeluk agama Protestan. Dari dua kasus tersebut agama menjadi faktor dominan dalam mendorong lairnya konflik di tengah-tengah pemeluknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;"><span lang="FI">Pengelaman melihat konflik komunal yang terjadi di beberpa daerah pada umumnya ikut mendorong pemerintah tokoh agama dan seluruh lapisan masyarakat Manado khususnya dan masyarakat Sulawesi Utara dapat menjaga stabilitas keamanan dan kerukunan antarumat beragama yang dipelihara selama ini, yaitu sejak tahun 2002 Manado melakukan pencanangan &#8220;Tahun Kasih”. Semangat kebersamaan masyarakat itu dilatarbelakangi oleh keidupan masyarakatnya yang dijiwai dan disemangati oleh filosofi global “<em>torang samua basudara, baku-baku bae, baku-baku inga kong baku-baku sayang</em>” yang tetap dipertahankan sepanjang masa. Inisiatif ini merupakan bagian dari perhatian dan kepedulian untuk menyatukan keberagaman yang ada, dalam satu tali kasih yang rukun dan damai dalam rangka meningkatkan kerukunan, persaudaraan, dan cinta damai yang penuh kasih dalam masyarakat Sulawesi Utara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;"><span lang="FI">Pesan-pesan perdamaian dan cinta kasih di atas menegaskan bahwa sesungguhnya agama tidak pernah mengajarkan dan memerintahkan kepada setiap pemeluknya untuk melakukan kekerasan. Untuk mewujudkan kasih dalam masyarakat Nyiur Melambai, tokoh agama dan segenap elemen masyarakat kembali mencanangkan kembali tahun kasih tanpa kekerasan. Dengan demikian budaya kasih dan budaya cinta adalah bentuk perlawanan terhadap kekerasan. Misi tersebut mendukung terciptanya kedamaian di kota Manado.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;"><em><span lang="FI">Pertama</span></em><span lang="FI">, memahami makna kasih dan mengimplementasikannya dalam kehidupan masyarakat yang plural.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;"><em><span lang="FI">Kedua</span></em><span lang="FI">, membangun kembali <em>rule of law</em> atau supremasi hukum, karena sekarang ini banyak masyarakat yang melaksanakan hukum dengan tangan mereka sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;"><em><span lang="FI">Ketiga</span></em><span lang="FI">, distribusi ekonomi yang merata dan penciptaan iklim polotik yang sehat dalam bidang ekonomi, realitas kesenjangan yang mencolok antara yang kaya dan yang miskin, atau penguasa dan rakyat telah menyuburkan kebencian dan dendam sosial yang sewaktu-waktu merebak menjadi amuk massa yang sulit dihindarkan. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi tidak boleh berpusat pada kelompok atau golongan tertentu, tetapi harus menyebar dan merata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;"><span lang="FI">Dalam bidang politik, sakralisasi kekuasaan ingga kini masih sangat kuat, seperti terlihat pada pandangan sebagian rakyat kecil terhadap pemimpinnya sebagai personifikasi “orang suci” yang dipandang tidak pernah salah. Oleh karena itu perlu ada upaya kekuasaan, maka kepemimpinan politik akan berjalan melalui proses seleksi yang terbuka, wajar, alamiah dan tidak direkayasa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;"><em><span lang="FI">Keempat</span></em><span lang="FI">, membangun masyarakat yang demokratis dengan budaya yang demokratis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;"><em><span lang="FI">Kelima</span></em><span lang="FI">, kesalehan sosial. Diharapkan para toko agama elit pemerintah dan elit politik harus menjadi teladan bagi<span> </span>masyarakat luas dengan berperan aktif meletakkan landasan moral, etis, dan spiritual serta peninggakatan pengalaman agama baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;"><em>Keenam</em>, <em>Intercultural Communication</em> (komunikasi antarbudaya) meliputi interaksi antarorang dari latar belakang budaya yang berbeda-beda. Sehingga dengan demikian pemicu konflik yang akan terjadi sangat kecil, sebab dalam masyarakat yang majemuk konflik dalam bentuk-bentuk seperti ini bukan tidak mungkin tidak terjadi, oleh karena itu dibutuhkan <em>Intercultural Communication</em> (komunikasi antarbudaya).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:200%;">Seingga sampai sekarang ini manado masih dikategorikan aman, jauh dari konflik-konflik seperti yang telah dipaparkan penulis karena didukung oleh berbagai pihak. <span lang="FI">Melihat realita masyarakat Manado dewasa ini pantaslah dikatakan sebagai “Monumen Pluralisme Beragama di Idonesia”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:200%;"><span lang="FI"> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:200%;font-family:&quot;" lang="FI"><br /> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:200%;" align="center">DAFTAR PUSTAKA</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:200%;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:200%;"><span lang="FI">Abdullah, M. Amin, <em>Studi Agama : Normativitas atau Historitas</em>, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:200%;"><span lang="FI">Alkitab, Jakarta : Lembaga Alkitab Indonesia, 1991.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:200%;">AlQuran, Departemen Agama Republik Indonesia, 1994.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:200%;">Sekretariat Daerah Kota Manado, <em>Himpunan Lembaran Daerah Kota Manado</em>, Manado: Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Manado, 2000.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:200%;">Sumber Data: Badan Pusat Statistik Kota Manado 2008</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:200%;"><span lang="FI">Supit, <em>Minahasa Dari Amanat Watu Pinawetengan Sampai Gelora Minawanua</em>, Jakarta: Sinar Harapan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:200%;"><span lang="FI">Tesis Samsi Pomalingo, <em>Dialog Antarumat Beragama: Studi Kasus tentang BKSAUA di Manado, Sulawesi Utara</em>, 2004.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:200%;">Wahid, KH. Abdurrahman, “Dialog Agama dan Masalah Pendakalan Agama”, dalam Qomaruddin Hidayat dan Ahmad Gaus AF (ed), <em>Passing Over. </em><em><span lang="FI">Melintasi Batas Agama</span></em><span lang="FI"> (Jakarta: Gramedia dan Paramadina, 1998), hlm. 56.</span></p>
<p class="MsoFootnoteText"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoFootnoteText"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoFootnoteText"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:200%;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.5in;text-align:justify;text-indent:-0.5in;line-height:200%;"><span lang="FI"> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="FI"><br /> </span></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:0.5in;"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Symbol;"><span>*</span></span></span></a><span> </span>Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Manado Jurusan Tarbiyah Semester V (lima).</p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span lang="FI"> Dr. M. Amin Abdullah, <em>Studi Agama Normativitas Atau Historitas</em> (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999), hlm. 9-10</span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span lang="FI"> “ Torang Samua Basudara” Artinya kita semua bersaudara tidak memandang SARA ( Suku, Agama, dan Ras ) Karena Manado Kebanyakan adalah Masyarakat yang datang dari berbagai Daerah Kemudian menetap.</span></p>
</div>
<div id="ftn4">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><a name="_ftn4" href="#_ftnref4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span lang="FI"> Nama “Manado” digunakan untuk mengganti nama “Wenang”. Kata Manado sendiri berasal dari bahasa Minahasa yaitu “<em>Mana rou</em>” atau “<em>Mana dou</em>” yang dala bahasa Indonesia berarti “dijauh”. Kemudian dengan beslit Gubernur Jendral Hindia Belanda maka terhitung tanggal 1 Juli 1919, <em>Gewest</em> Manado ditetapkan sebagai <em>Staatsgemente</em> yang kemudian dilengkapi dengan alat-alatnya terdiri atas Dewan Gemente atau <em>Gemeente Raad</em> yang dikepalai ole Walikota (<em>Burgemeester</em>).</span></p>
</div>
<div id="ftn5">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><a name="_ftn5" href="#_ftnref5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span lang="FI"> Sekretariat Daerah Kota Manado, <em>Himpunan Lembaran Daerah Kota Manado</em>, (Manado: Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Manado, 2000)</span></p>
</div>
<div id="ftn6">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:0.5in;"><a name="_ftn6" href="#_ftnref6"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span> <em><span lang="FI">Ibid</span></em><span lang="FI"></span></span></p>
</div>
<div id="ftn7">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:0.5in;"><a name="_ftn7" href="#_ftnref7"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span> <em><span lang="FI">Ibid</span></em></span></p>
</div>
<div id="ftn8">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:0.5in;"><a name="_ftn8" href="#_ftnref8"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[7]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span lang="FI"> Tesis Samsi Pomalingo, <em>Dialog Antarumat Beragama (Studi Kasus tentang BKSAUA di Manado, Sulawesi Utara)</em>, 2004, hlm. 54</span></p>
</div>
<div id="ftn9">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:0.5in;"><a name="_ftn9" href="#_ftnref9"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[8]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> <em>Ibid</em>, hlm. 55</p>
</div>
<div id="ftn10">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:0.5in;"><a name="_ftn10" href="#_ftnref10"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[9]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Sumber Data: Badan Pusat Statistik Kota Manado 2008</p>
</div>
<div id="ftn11">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:0.5in;"><a name="_ftn11" href="#_ftnref11"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[10]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span lang="FI"><span> </span>Lihat B. Supit, <em>Minahasa Dari Amanat Watu Pinawetengan Sampai GElora Minawanua</em> (Jakarta: Sinar Harapan)</span></p>
</div>
<div id="ftn12">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn12" href="#_ftnref12"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[11]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Tesis Samsi…. <em>Op. cit</em>. hlm. 66</p>
</div>
<div id="ftn13">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn13" href="#_ftnref13"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[12]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> <em>Ibid</em></p>
</div>
<div id="ftn14">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><a name="_ftn14" href="#_ftnref14"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[13]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> DR. Marston selaku Direktur hubungan Kristen-Islam pada Dewan Gereja, menerima baik pendekatan panitia pembangunan masjid sehingga ia tidak saja menyetujui, bahkan memperjuangkan pada pemerintah setempat agar permohonan pendirian masjid bagi jama’ah daerah Horison dapat dikabulkan. Lihat Alwi Shihab,….<em>op. cit</em>. hlm 122.</p>
</div>
<div id="ftn15">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-indent:0.5in;"><a name="_ftn15" href="#_ftnref15"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[14]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> KH. Abdurrahman Wahid, “Dialog Agama dan Masalah Pendakalan Agama”, dalam Qomaruddin Hidayat dan Ahmad Gaus AF (ed), <em>Passing Over. Melintasi Batas Agama</em> (Jakarta: Gramedia dan Paramadina, 1998), hlm. 56.<span style="font-size:12pt;"></span></p>
</div>
<div id="ftn16">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><a name="_ftn16" href="#_ftnref16"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[15]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Keterlibatan dan kehadiran umat Islam dalam perayaan hari Natal yang dilakukan secara bersama-sama lebih bersifat pasif. Artinya umat Islam tidak mengikuti bentuk-bentuk ritual yang dilakukan oleh umat Kristian, tetapi yang terpenting adalah bahwa antarumat Islam dan umat Kristian sama-sama menyadari bahwa mereka adalah sama di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.</p>
</div>
<div id="ftn17">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><a name="_ftn17" href="#_ftnref17"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[16]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span lang="FI"><span> </span>Kata <em>badola</em> adalah kosa kata lokal yang mengandung arti mencegat atau menghadang. Aksi ini sering kali dilakukan di malam hari oleh para pemuda yang melakukan pesta mabuk-mabukan. Pemuda ini bervariasi, misalnya meminta uang, rokok, atau apa saja yang dimiliki oleh orang-orang yang berhasil mereka cegat. Seringkali ketika orang yang dicegat tidak menuruti permintaannya, mereka tidak segan-segan memukul bahkan sampai menikam si korban. Kemudian aksi ini berakibat pada perkeahian antara para pemuda yang melakukan aksi tersebut dengan teman-teman atau keluarga si korban.</span></p>
</div>
<div id="ftn18">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn18" href="#_ftnref18"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[17]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span> </span>Tesis Samsi…<em>loc. Cit,</em> hlm. 108</p>
</div>
<div id="ftn19">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn19" href="#_ftnref19"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">[18]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> <em>Ibid</em></p>
</div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anitadeka.wordpress.com/92/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anitadeka.wordpress.com/92/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anitadeka.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anitadeka.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anitadeka.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anitadeka.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anitadeka.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anitadeka.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anitadeka.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anitadeka.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anitadeka.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anitadeka.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anitadeka.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anitadeka.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anitadeka.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anitadeka.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anitadeka.wordpress.com&#038;blog=2488090&#038;post=92&#038;subd=anitadeka&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anitadeka.wordpress.com/2008/09/11/manado-monumen-pluralisme-beragama-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3526fcdba67047ae91d21e43ab72cf2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nitadeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mari Kita Renungkan</title>
		<link>http://anitadeka.wordpress.com/2008/06/12/mari-kita-renungkan/</link>
		<comments>http://anitadeka.wordpress.com/2008/06/12/mari-kita-renungkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 11:12:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anitadeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel-artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anitadeka.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Kita bangun tidur di waktu subuh dan kemudian membasah wajah dengan air wudlu yang segar. Sesudah melaksanakan sholat dan berdoa. Cobalah menghadap cermin di dinding. Di sana kita mulai meneliti diri : 1.Lihatlah kepala kita! Apakah ia sudah kita tundukkan, rukukkan dan sujudkan dengan segenap kepasrahan seorang hamba fana tiada daya di hadapan Allah Yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anitadeka.wordpress.com&#038;blog=2488090&#038;post=91&#038;subd=anitadeka&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita bangun tidur di waktu subuh dan kemudian membasah wajah dengan air wudlu yang segar. Sesudah melaksanakan sholat dan berdoa. Cobalah menghadap cermin di dinding. Di sana kita mulai meneliti diri :<br />
1.Lihatlah<br />
kepala kita! Apakah ia sudah kita tundukkan, rukukkan dan sujudkan dengan segenap kepasrahan seorang hamba fana tiada daya di hadapan Allah Yang Maha Perkasa, atau ia tetap tengadah dengan segenap keangkuhan, kecongkakan dan kesombongan seorang manusia di dalam pikirannya?<br />
2. Lihatlah mata kita! Apakah ia sudah kita gunakan untuk menatap keindahan dan keagungan ciptaan-ciptaan Allah Yang Maha Kuasa, atau kita gunakan untuk melihat segala pemandangan dan kemaksiatan yang dilarang?<br />
3. Lihatlah telinga Kita! Apakah ia sudah kita gunakan untuk mendengarkan suara adzan, bacaan Al Qur’an, seruan kebaikan, atau kita gunakan buat mendengarkan suara-suara yang sia-sia tiada bermakna?<br />
4. Lihatlah hidung Kita! Apakah sudah kita gunakan untuk mencium sajadah yang terhampar di tempat sholat, mencium istri, suami dan anak-anak tercinta serta mencium kepala anak-anak papa yang kehilangan cinta bunda dan ayahnya?<br />
5. Lihatlah mulut kita! Apakah sudah kita gunakan untuk mengatakan kebenaran dan kebaikan, nasehat-nasehat bermanfaat serta kata-kata bermakna atau kita gunakan untuk mengatakan kata-kata tak berguna dan berbisa, mengeluarkan tahafaul lisan alias penyakit lisan seperti: bergibah, memfitnah, mengadu domba, berdusta bahkan menyakiti hati sesama?<br />
6. Lihatlah tangan Kita! Apakah sudah kita gunakan buat bersedekah, membantu sesama yang kena musibah, mencipta karya-karya yang berguna atau kita gunakan untuk mencuri, korupsi, menzalimi orang lain serta merampas hak-hak serta harta-harta orang yang tak berdaya?<br />
7. Lihatlah kaki Kita! Apakah sudah kita gunakan untuk melangkah ke tempat ibadah, ke tempat menuntut ilmu bermutu, ke tempat-tempat pengajian yang kian mendekatkan perasaan kepada Allah Yang Maha Penyayang atau kita gunakan untuk melangkah ke tempat maksiat dan kejahatan?<br />
8. Lihatlah dada Kita! Apakah di dalamnya tersimpan perasaan yang lapang,sabar, tawakal dan keikhlasan serta perasaan selalu bersyukur kepada Allah Yang Maha Bijaksana, atau di dalamnya tertanam ladang jiwa yang tumbuh subur daun-daun takabur, biji-biji bakhil, benih iri hati dan dengki serta pepohonan berbuah riya?<br />
9. Lihatlah diri kita! Apakah kita sering tadabur, Tafakur dan selalu bersyukur pada karunia yang kita terima dari Allah Yang Maha Perkasa?</p>
<p>Ditulis k&#8217; Fahmi Ahmad</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anitadeka.wordpress.com/91/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anitadeka.wordpress.com/91/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anitadeka.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anitadeka.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anitadeka.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anitadeka.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anitadeka.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anitadeka.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anitadeka.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anitadeka.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anitadeka.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anitadeka.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anitadeka.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anitadeka.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anitadeka.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anitadeka.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anitadeka.wordpress.com&#038;blog=2488090&#038;post=91&#038;subd=anitadeka&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anitadeka.wordpress.com/2008/06/12/mari-kita-renungkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3526fcdba67047ae91d21e43ab72cf2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nitadeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MARI KITA KAJI BERSAMA</title>
		<link>http://anitadeka.wordpress.com/2008/06/12/mari-kita-kaji-bersama/</link>
		<comments>http://anitadeka.wordpress.com/2008/06/12/mari-kita-kaji-bersama/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 11:03:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anitadeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel-artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anitadeka.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu alaikum saudara-saudaraku&#8230; Saling fitnah, caci maki dan upaya untuk membubarkan salah satu ormas (organisasi kemasyarakatan) islam yang dianggap radikal oleh ormas islam lain bukanlah solusinya&#8230; Mereka radikal pasti ada alasan dan latar belakang yang mengakibatkannya&#8230; Cobalah kita pahami bersama akar permasalahannya dan jangan langsung memvonis islam agama yang keras dan tak berkemanusiaan serta janganlah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anitadeka.wordpress.com&#038;blog=2488090&#038;post=90&#038;subd=anitadeka&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu alaikum saudara-saudaraku&#8230;<br />
Saling fitnah, caci maki dan upaya untuk membubarkan salah satu ormas (organisasi kemasyarakatan) islam yang dianggap radikal oleh ormas islam lain bukanlah solusinya&#8230;</p>
<p>Mereka radikal pasti ada alasan dan latar belakang yang mengakibatkannya&#8230;<br />
Cobalah kita pahami bersama akar permasalahannya dan jangan langsung memvonis islam agama yang keras dan tak berkemanusiaan serta janganlah telan mentah-mentah pemberitaan dari media massa atau elektronik yang terus memojokkan umat islam sehingga umat islam terpecah belah..Karena sesungguhnya tujuan dan maksud kita adalah sama yaitu menegakkan syariat islam hanya saja cara dan pola perjuangannya saja yang berbeda&#8230;Oleh karena itu marilah kita sikapi masalah ini dengan bijak dan seksama&#8230;Nasehat, teguran dan saling menghargai antar sesama ormas islam dan umat islam dalam wadah musyawarah adalah solusinya&#8230;</p>
<p>Bukannya dengan saling caci maki dan saling menjatuhkan serta berupaya untuk membubarkan ormas islam lainnya karena itu akan menambah masalah diatas masalah&#8230;&gt;Sadarilah saudaraku bahwasanya ada yang tertawa dan berpesta ria melihat kondisi umat islam di indonesia&#8230;Mereka adalah kelompok anak babi dan kera (misionaris salib) yang akan memurtadkan seluruh umat islam di indonesia&#8230;</p>
<p>Dengan mencitrakan islam adalah agama yang keras dan buruk, nah disaat itulah dengan mudahnya mereka menghasut umat islam indonesia yang taraf ekonomi dan keimanannya lemah untuk keluar dari agama islam&#8230;Ingatlah orang yang dalam keadaan fakir akan mudah sekali dikafirkan&#8230;Dan ada pihak asing (Amerika Cs) yang tidak ingin syariat islam dijadikan peraturan negara karena indonesia merupakan negara dengan populasi penduduknya beragama islam terbanyak didunia karena akan membahayakan dan merugikan kepentingan mereka untuk menguasai dunia dengan kedok kemanusiaan dan kebebasan&#8230;Ada tambahan lagi untuk info tentang polling dihttp://www.rri-online.com&#8230;</p>
<p>Jika saudara peduli dengan agama kita agama islam mohon untuk di forward pesan tentang polling sebelumnya tersebut ke teman-teman saudara&#8230;</p>
<p>Wassalamu alaikum</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anitadeka.wordpress.com/90/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anitadeka.wordpress.com/90/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anitadeka.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anitadeka.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anitadeka.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anitadeka.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anitadeka.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anitadeka.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anitadeka.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anitadeka.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anitadeka.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anitadeka.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anitadeka.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anitadeka.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anitadeka.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anitadeka.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anitadeka.wordpress.com&#038;blog=2488090&#038;post=90&#038;subd=anitadeka&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anitadeka.wordpress.com/2008/06/12/mari-kita-kaji-bersama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3526fcdba67047ae91d21e43ab72cf2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nitadeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kronologis Provokasi Monas 1 Juni 2008 (berita yg sebenarnya )</title>
		<link>http://anitadeka.wordpress.com/2008/06/12/kronologis-provokasi-monas-1-juni-2008-berita-yg-sebenarnya/</link>
		<comments>http://anitadeka.wordpress.com/2008/06/12/kronologis-provokasi-monas-1-juni-2008-berita-yg-sebenarnya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 10:39:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anitadeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel-artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anitadeka.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Minggu, I Juni 2008 massa Hizbut tahrir Indonesia berkumpul bersama ormas islam lainnya melakukan aksi menolak kenaikan BBM di Jakarta menuju Istana negara. silahkan buka website resmi HTI . Diantaranya adalah : Perwakilan Serikat Kerja PLN, HTI, FPI, dsb. Demo ini sudah mendapatkan ijin dari aparat kepolisian setempat dengan pengawalan yang rapih dan ketat. Dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anitadeka.wordpress.com&#038;blog=2488090&#038;post=86&#038;subd=anitadeka&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu, I Juni 2008 massa Hizbut tahrir Indonesia berkumpul bersama ormas islam lainnya melakukan aksi menolak kenaikan BBM di Jakarta menuju Istana negara. silahkan buka website resmi HTI . Diantaranya adalah : Perwakilan Serikat Kerja PLN, HTI, FPI, dsb.</p>
<p>Demo ini sudah mendapatkan ijin dari aparat kepolisian setempat dengan pengawalan yang rapih dan ketat. Dengan kata lain demo ini adalah kegiatan yg resmi dan legal berdasarkan UU yang berlaku di republik ini. Pada saat ayng bersamaan muncullah kelompok yang menamakan dirinya Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan berkeyakinan (AKK-BB) yang nota bene adalah pro Ahmadyah.<span id="more-86"></span></p>
<div id="ln8">Seperti yang dilansir dalam siaran TV mengenai kegiatan AKK-BB ini sebelumnya tidak diperkenankan oleh Kepolisian terkait untuk melakukan aksi di wilayah Monas, Karena akan berbenturan dengan pihak yang tidak mendukung acara mereka. dengan kata lain, kegiatan AKK-BB ini tidak mendapat ijin untuk melakukan kegiatan diwilayah Monas.</div>
<p>melihat gelagat negatif ini, Pihak FPI mengisntruksikan beberapa personilnya untuk mengetahui apa yg dilakukan oleh AKK-BB ini diwilayah aksi demonstrasi HTI. Ternyata mereka melakukan orasi yg menjelekan salah satu Ormas Peserta Demo dengan mengatakan &#8221; Laskar Setan&#8221; dan sebagainya. Mendengar hal itu, personil FPI segera melaporkan kepada Laskar FPI mengenai temuan orasi tsb. Beberapa laskar FPI segera meminta klasrifikasi kepada pihak AKK-BB mengenai hal ini. Pihak AKK-BB berusaha mengelak dan menjawab dengan sikap yg arogan sehingga membuat Laskar FPI kesal. Arogansi AKK-BB ini semakin menjadi dengan mengeluarkan sepucuk senjata Api dan menembakkan ke Udara 1 kali. Mendengar letusan ini, Laskar FPI mencegah perbuatan tsb tapi ditanggapi dengan tembakan ke udara hingga 4 kali. Melihat aksi yg arogan dan sok Jagoan, Laskar FPI makin kesal dan langsung melakukan pemukulan terhadap provokator. Tidak ada pihak anak-anak dan wanita yang menjadi sasaran amarah pihak FPI. Hanya oknum yang sok Jagoan dan Arogan yang telah mengejek dan menghina kafir kepada laskar FPI yang menjadi sasaran empuk di kerumunan massa aksi Demonstrasi BBM ini. Beruntung tidak semua elemen massa demo ini ikut memukuli pihak AKK-BB</p>
<p>Diduga, AKK-BB adalah kelompok bersenjata yg sengaja disusupkan didalam kegiatan demo BBM minggu 1 Juni 2008 di Monas dengan menyertakan anak kecil dan wanita dengan itikad menjatuhkan opini BBM menjadi opini pembubaran FPI dengan melakukan provokasi sebutan Laskar Kafir dan tembakan senjata api.</p>
<p>KOndisi terakhir pihak FPI menjadi obyek makian masyarakat bahkan intimidasi oleh Nahdlatul ulama dan elemen2 nya sehingga Fitnah perjuangan semakin terbukti kebenarannya bahwa Dakwah di Jalan Allah SWT akan ditebus oleh fitnah, intimidasi, makian negatif opini oleh kafirun dan munafikun bahkan kelompok orang yg mengatas namakan ahli ilmu dan ibadah seperti NU dan elemen2nya. Wallahu A&#8217;lam Bisshowab.</p>
<div id="ln21">Cukuplah Allah Sebagai Pelindung dan Penolong Mujahid DAkwah (eramuslim).</div>
<div>Ditulis oleh Yani</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anitadeka.wordpress.com/86/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anitadeka.wordpress.com/86/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anitadeka.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anitadeka.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anitadeka.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anitadeka.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anitadeka.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anitadeka.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anitadeka.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anitadeka.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anitadeka.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anitadeka.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anitadeka.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anitadeka.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anitadeka.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anitadeka.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anitadeka.wordpress.com&#038;blog=2488090&#038;post=86&#038;subd=anitadeka&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anitadeka.wordpress.com/2008/06/12/kronologis-provokasi-monas-1-juni-2008-berita-yg-sebenarnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3526fcdba67047ae91d21e43ab72cf2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nitadeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Islam Di Tengah Idieologi Besar Dunia</title>
		<link>http://anitadeka.wordpress.com/2008/05/26/islam-di-tengah-ideologi-besar-dunia/</link>
		<comments>http://anitadeka.wordpress.com/2008/05/26/islam-di-tengah-ideologi-besar-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 13:18:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anitadeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel-artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anitadeka.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[A. Latar belakang masalah Awalnya istilah “idiologi “ dimaksudkan oleh penciptanya. Destrut detracy (1796) dkk, sebagai ilmu ide yang diharapkan mampu membawa perubahan institusional, muali dari pembaharuan menyeluruh atas sekolah-sekolah sekolah si Perancis. Tracymemberikan defiisi idiologi adalah suatu system ide, yang mencoba melepaskan diri dari hal-hal metafisis. Paraidiologi dalam kurun waktu tertentu mmbauat kebijakan dlam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anitadeka.wordpress.com&#038;blog=2488090&#038;post=75&#038;subd=anitadeka&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://www.americanvision.org/images2/islam_dominate.jpg" alt="islamic" width="165" height="230" />A. Latar belakang masalah</p>
<p style="text-align:justify;">Awalnya istilah “idiologi “ dimaksudkan oleh penciptanya. Destrut detracy (1796) dkk, sebagai ilmu ide yang diharapkan mampu membawa perubahan institusional, muali dari pembaharuan menyeluruh atas sekolah-sekolah sekolah si Perancis. Tracymemberikan defiisi idiologi adalah suatu system ide, yang mencoba melepaskan diri dari hal-hal metafisis. Paraidiologi dalam kurun waktu tertentu mmbauat kebijakan dlam kelas II ( Ilmu-ilmu moral politik ) di Institut nasional. Tetapi pertentangan denganNapoleon, mneyebabkan Napaoleon Boneparte (penh mistuk ) berusaha untuk menghapus pembahruan dalam institusi (1802-1803). Ia memecat anggota-anggotanya sebagai tukang khayal tidak berguna dan membuat mereka sebagai bahan cemohan. Idiologi juga bias diartiak sebagai perangkat system dan tata niilai dari berabagai kesepakatn-kesepakatan, yang harus ditaati daam sebauh kelompok social. Idiologi adalah motivasi bagi prksis social yang memberikan pembenaran da mendorong suatu tindakan. Idiologi mendorog untuk menunjukan menunjukan bahwa kelompok social yang di yakininya mempunyai alasan untuk ada.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalm sejarah peratarungan social dan politik dunia, idiologi juga tidak jarang banyak mengorbankan ribuan bahkan jutaaan nyawa demi sebuah perjuangan membela idiologi. Apalagi kalau idiologi sudah masuk pada ranah politik dan kekuasaan.demi sebuah idiologi , 600.000 orang tewas karena terlibat atau tertuduh sebagai <span id="more-75"></span> PKIdalam aksi” balas dendam “ yang legal sehabis tragedy 30 september 1965 di Indonesia. Kemunculn tiga arus besar idioligi dunia.serta perkembangan dasyat gerakan social dan ilmu pengetahuannyang diikuti oleh menculnya teori-teori baru beserta prediksi-preiksi Ilmiah mau tidak mau menyeret wacana idiliologi dalamper bincangan hangat dikalangn kaum intelektual</p>
<p style="text-align:justify;">Disaat islam dikatakan sebagai salah satu dari ketiga idiologi besar dunia, apakah islam sendiri mampu membawa kemudian menunjukan bahwa doktren islamlah yang mampu menjawab berbagai persoalan –persoalan yang muncul dalam tatan dunia global dewasa in? Inilah yang menjadi dasar pemikiran penulis yang dituangkan dalam makalah ini yaitu dengan membandingkan konsep idiologi islam dengan idiologi kapitalis dan sosialis. Analisis ini memungkinkan adanya pelajaran konkret bagaimana islam mampu membawa nilai- nilai islam yang menjadi doktern agama, dan menjadi agama rahmatan lil -alamin.</p>
<p style="text-align:justify;">B. Rumusan Masalah</p>
<p style="text-align:justify;">Dari latar belakang masalah diatas penulis menarik beberapa rumusan masalah yang akan dibahas antara lain:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Bagaimanakah Aplikasi idiologi Kapitalisme dan sosialisme-komunisi dalam tataran praksisnya?<br />
2. Bagaimana Dampak idiologi kapalitalis setelah munculnya idiologi sosialis-komunis dalam tataran dunia global<br />
3. Bagaimana kontribusi Islam jika dikatakan sebagai salah satu Idilogi terbesar Dunia?</p>
<p style="text-align:justify;">BAB I</p>
<p style="text-align:justify;">PEMBAHASAN</p>
<p style="text-align:justify;">1. Aplikasi Idiologi kapitalis dan Idiologi sosial komunis</p>
<p style="text-align:justify;">A. Idiologi kapitalis</p>
<p style="text-align:justify;">- Pengertian</p>
<p style="text-align:justify;">Idiologi kapitalisme adalah suatu ideologi yang mengagungkan kapital milik</p>
<p style="text-align:justify;">perorangan atau milik sekelompok kecil masyarakat sebagai alat penggerak kesejahteraan manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Kepemilikan kapital perorangan atau kepemilikan kapital oleh sekelompok kecil masyarakat adalah dewa di atas segala dewa, artinya</p>
<p style="text-align:justify;">semua yangada di dunia ini harus dijadikan kapital peroranganatau kelompok kecil orang untuk memperoleh keuntungan melalui sistem kerja upah, di mana kaum pekerja (buruh) sebagai produsen diperas, ditindas, dan dihisap oleh kaum kapitalis.Bapak ideologi kapitalisme adalah Adam Smith dengan teorinyaThe Wealth of Nations yaitu kemakmuranbangsa-bansa akan tercapai melalui ekonomi persaingan bebas, artinya ekonomi yang bebas dari campur tangan negara. Kemudian Ideologi kapitalisme diperbaharui dan dikembangkan oleh Keynes dengan teorinya Campur tangan Negara dalam ekonomi khususnya dalam menciptakan kesempatan kerja menetapkam tingkat suku bunga, tabungan, dan investasi W.W. Rostow dengan teorinya The Five Stage Scheme, Harrod-Domar dengan teorinya.</p>
<p style="text-align:justify;">TanganNegaradalamEkonomikhususnyadalammenciptakankesempatankerja,menetapkantingkatsukubunga,tabungan,daninvestasi,W.W.RostowenganteorinyaTheFiveStageScheme,HarrodDomardenganteorinyaTabnTeori dan investasi, Mc Clelland dengan teorinya The Need for Achievement, Reagan dan Tachedengan teorinya Neo-Liberalisme atau Globalisasi PasarBebas atau teori Kedalualatan Pasar Bebas. Pelaksanaan teori-teori tersebut di atas didukung oleh IMF(international Monetary Fund), World Bank, dan parakonglomerat internasional.</p>
<p style="text-align:justify;">- Aplikasi</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana halnya dengan ideologi-ideologi yang lain, ideologi sekuler memiliki pemikiran dan metode untuk semua aspek kehidupan manusia, termasuk dalam sistem pendidikan. Ideologi sekuler-kapitalisme juga menjadikan sistem pendidikan sebagai salah satu sarana untuk mentransfer pemikiran-pemikiran mereka ke masyarakat dan mencetak para pengemban-pengemban baru ideologi ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan lebih dari itu, bila dilihat dari sejarah awal ideologi ini, akan terlihat pentingnya peranan dunia pendidikan bagi ideologi sekuler-kapitalisme. Pemikiran-pemikiran awal ideologi sekuler muncul dalam benak kaum pemikir dan intelektual abad pertengahan Eropa. Penindasan dan pengekangan pemikiran yang dilakukan institusi gereja di abad pertengahan menyebakan lahirnya pemikiran-pemikiran tandingan dari kaum intelektual Eropa yang berupa konsep kebebasan.</p>
<p style="text-align:justify;">Perkembangan di Eropa, sebagai akibat kuatnya kaum menengah dan kaum intelektual, kemudian melahirkan revolusi industri, yang memunculkan kelompok berkuasa yang baru, yaitu para pemilik modal dan para pengusaha. Semenjak itulah, ideologi sekulerisme menjadi lebih dominan pada sektor ekonominya, dan lebih sering disebut sebagai ideologi kapitalisme. Walaupun begitu, peran penting para cendekiawan dan intelektual masih sangat kuat, karena mereka menjadi motor penggerak pemikiran-pemikiran ideologi ini, serta menjadi penjaga bagi keberlangsungan ideologi ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Sinergi antara para intelektual dan para pemilik modal, menjadi bentuk sinergi baru mirip seperti sinergi para gerejawan dan raja sebelumnya. Paraintelektual merupakan ujung tombak dalam perang pemikiran yang dikobarkan ideologi ini dalam menghadapi pemikiran-pemikiran ideologi lawan, seperti ketika akan menjajah suatu negara yang mungkin di dalamnya terdapat suatu ideologi baik diemban oleh negara tersebut ataupun diemban oleh sebagian masyarakatnya, ataupun ketika berusaha mendominasi percaturan politik dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemikiran-pemikiran ideologi sekuler-kapitalisme didasarkan pada ide dasar pemisahan agama dari kehidupan, sehingga kehidupan pun kemudian diatur berdasarkan pada pemikiran manusia. Dalam hal pengaturan kehidupan yang menjadi asasnya adalah asas manfaat sedangkan tujuannya adalah mencapai kebahagian/kesejahteraan material semaksimal mungkin. Untuk mencapai tujuannya, terdapat beberapa konsep-konsep yang hendak diwujudkan dan dijaga, demi tetap terjaganya sekulerisme. Konsep-konsep ini berintikan pada konsep kebebasan, yaitu: konsep kebebasan kepemilikan, kebebasan berpendapat/berekspresi, kebebasan beragama/berkeyakinan, dan kebebasan bertingkahlaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemikiran ideologi sekuler kapitalisme dalam sistem pendidikan berlandaskan pada konsep-konsep serta asas-asas di atas. Dunia pendidikan difungsikan sebagai penopang bagi mesin industri kapitalisme, sehingga tujuan dari pendidikan dalam ideologi ini adalah untuk mencetak individu-individu yang profesional yang dapat mendukung keberlangsungan industri-industri mereka, intinya adalah mencetak para pekerja yang baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena itu terkadang negara diharuskan ikut mendukung bahkan mungkin juga total mendanai masalah pendidikan. Hal ini karena pendidikan dipandang sebagai investasi, dan dengan menggunakan negara maka biaya investasi untuk mencetak pekerja-pekerja yang tangguh bagi mesin industri kapitalis, akhirnya ditanggung oleh masyarakat melalui pajak. Bentuk pendanaan oleh negara dalam dunia pendidikan ternyata bervariasi antara satu negara barat dengan negara yang lainnya. Negara seperti Jerman dan Austria, yang menerapkan sosialisme negara, mendanai seluruh sistem pendidikannya, dari tingkat rendah sampai perguruan tinggi. Sedangkan negara seperti USA, mendanani hampir keseluruhan pendidikan rendah sampai menengah, dan sebagian pendidikan tinggi. Jadi bukanlah tabu bagi negara, dalam ideologi kapitalisme, untuk ikut mendanai biaya pendidikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menjaga kebebasan berpendapat/berkespresi, maka peran dan campur tangan negara dalam masalah sistem pendidikan, harus sangat minimal, terutama dari segi kurikulum. Sebab bila tidak dikhawatirkan akan membatasi berkembangnya pemikiran-pemikiran atau pendapat-pendapat tertentu, lalu pemikiran dan pendapat yang sejalan dengan pemerintahlah yang akan dikembangkan, baik dalam dunia akademik, maupun di masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menjaga kebebasan berpendapat/berekspresi ini, maka institusi pendidikan haruslah semaksimal mungkin, mandiri dan otonom, dalam pendanaan maupun dalam pembuatan kurikulum/materi ajar. Sehingga terkadang di suatu negera bentuk sistem pendidikannya tidaklah terstruktur rapi di bawah kendali negara. Seperti misalnya di USA, sistem pendidikan yang terstruktur tidak tampak dalam level pemerintah federal, tetapi hanya ada pada level pemerintah negara bagian, maupun pemerintahan lokal (distrik atau kota). Banyak badan-badan sertifikasi sekolah maupun sertifikasi guru yang tidak terkait langsung dengan struktur pemerintah.</p>
<p style="text-align:justify;">Penanaman ideologi sekuler-kapitalisme kebanyakan tidak dilakukan secara langsung melalui kurikulum tetapi melalui materi pendidikan lewat para pendidik maupun lewat pendapat-pendapat para cendekiawan mereka yang mengembangkan pemikiran-pemikiran ini, kepada para peserta didik, khususnya di tingkat menegah ke atas, maupun ke masyarakat umum melalui media massa. Cara yang paling sering dipakai dalam dunia pendidikan adalah fakta sejarah bangsa Barat, ketika di masa penindasan gereja dibandingkan dengan masa reinaissance.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menjaga kebebasan kepemilikan, maka siapa saja, berhak dan boleh membuat institusi pendidikan, termasuk pemerintah, dan juga kalangan agamawan. Juga dibolehkan untuk menjadikan institusi pendidikan itu sebagai suatu lembaga profit, ataupun lembaga untuk mengkader orang-orang dengan pola agama tertentu. Tetapi bila dilakukan oleh negara, maka untuk menjaga kebebasan beragama/berkeyakinan, maka institusi tersebut tidak boleh mengajarkan pemikiran-pemikiran khusus agama tertentu, kecuali sebatas sebagai ilmu. Tidak boleh juga dalam institusi milik negara tadi adanya segala sesuatu yang bisa membuat institusi tersebut condong pada suatu kelompok dalam masyarakat, ataupun memusuhi suatu kelompok dalam masyarakat. Untuk menjamin keadilan dalam kebebasan kepemilikan, dalam hal dana-dana dari pemerintah untuk dunia pendidikan, termasuk dana untuk riset penelitian, tidak boleh memprioritaskan berdasarkan kepemilikan. Artinya, suatu institusi pendidikan milik pemerintah maupun milik non pemerintah memiliki hak dan kesempatan yang sama terhadap dana-dana pendidikan dan riset tadi. Termasuk juga dalam masalah kebebasan kepemilikan, institusi pendidikan bebas dalam mencari sumber-sumber dananya sendiri, baik dari masyarakat maupun dari pihak luar bahkan asing.</p>
<p style="text-align:justify;">1. Sosialism &#8211; Komunis</p>
<p style="text-align:justify;">- Pengertian</p>
<p style="text-align:justify;">Sosialisme merupakan reaksi terhadap revolusi industri dan eksesnya. Awal sosialisme yang muncul pada bagian pertama abad ke sembilan belas dikenal sebagai sosialisme utopia.</p>
<p style="text-align:justify;">Sosialisme ini lebih didasari pada pandangan kemanusiaan (humanitarian) dan meyakini kesempurnaan watak manusia. Penganut paham ini berharap dapat menciptakan masyarakat sosialis dengan penuh argumentasi dan kejelasan,</p>
<p style="text-align:justify;">bukan dengan cara revolusi dan kekerasan sebagaimana komunisme. Perbedaan utama dua ideologi ini terletak pada sarana yang digunakan untuk mengubah kapitalisme menjadi sosialisme. Paham sosialis lebih luwes dalam berjuang dan</p>
<p style="text-align:justify;">pemberdayaan buruh secara bertahap dan bersedia berperan serta dalam pemerintahan yang belum sepenuhnya sosialis. Sedang komunisme menekankan cara revolusi dan pemerintahan mesti dalam bentuk diktator proletariat walau dalam</p>
<p style="text-align:justify;">masa transisi. Ideologi sosialisme hakikatnya adalah menelanjangi keserakahan kapitalisme.</p>
<p style="text-align:justify;">- Aplikasi</p>
<p style="text-align:justify;">Bapak ideologi sosialisme adalah Karl Marx dengan teorinya Materialisme Dialektika dan</p>
<p style="text-align:justify;">Materialisme Historis, dan Das Kapital.Kemudian ideologi sosialisme dikembangkan olehAlthusser</p>
<p style="text-align:justify;">dengan teorinya Strukturalisme, AntonioGramsci dengan teorinya Hegemoni, Samir Amin dan</p>
<p style="text-align:justify;">AdreGunder Frank dengan teorinya Ketergantungan, Max Hokreimer, Hebert Marcuse,</p>
<p style="text-align:justify;">Theodor W. Adorno denganteori Kritisnya yang ingin membebaskan manusia dari belenggu</p>
<p style="text-align:justify;">penindasan penghisapan, tetapi anti dogmatisme yang artinya Marxisme tidak boleh dijadikan</p>
<p style="text-align:justify;">dogma (keyakinan membuta).</p>
<p style="text-align:justify;">2.Dampak Idiologi Kapalitalis setelah Munculnya Idiologi Sosialis-Komunis dalam tataran dunia Global</p>
<p style="text-align:justify;">- Post Modernisme</p>
<p style="text-align:justify;">Ideologi ini lahir karena kontradiksi antara kapitalisme dan sosialisme yang makin menajam.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka mencari jalan keluar, pemikir kapitalis mencari jalankeluar berupa PostModernisme</p>
<p style="text-align:justify;">sedangkan pemiki rsosialis mencari jalan keluar berupa Post Marxisme.Kedua ideologi ini</p>
<p style="text-align:justify;">hakikatnya adalah revisionisme,mengaburkan paham kapitalisme dan sosialisme.</p>
<p style="text-align:justify;">Post ModernismePost Modernisme ialah ideologi tentang hak untuk berbeda</p>
<p style="text-align:justify;">(The Right of Different) yang menolak penyelamatan manusia dari penghisapan</p>
<p style="text-align:justify;">manusia atas manusia yang dikumandangkan oleh ideologi sosialisme, dan menolak</p>
<p style="text-align:justify;">hegemoni dan dominasi kapital terhadap kehidupan manusia. Hakikatnya post</p>
<p style="text-align:justify;">modernisme menolak ideologi kanan (kapitalisme) dan ideologi kiri(sosialisme).</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut GeorgeRitzer (jurnal TheAmerican Sosilogist No 10, 1975 yang dikutip</p>
<p style="text-align:justify;">oleh Widodo Dwi Putro, Kompas, 23 September 2002), konfikkanan-kiri</p>
<p style="text-align:justify;">yang menang adalah kanan (kapitalisme) karena kapitalisme mempunyai kekuatan</p>
<p style="text-align:justify;">kapital dan kekuasaan politik. Kemenangan kapitalisme atas sosialisme dewasa ini</p>
<p style="text-align:justify;">(akhir abad 20) dikukuhkan oleh tesis Francis Fukuyama dalam</p>
<p style="text-align:justify;">The End of History andThe Last Man, yang menjelaskan bahwa evolusi terakhir</p>
<p style="text-align:justify;">ideologi manusia adalah demokrasi liberal karenaditerima diseluruh dunia dan</p>
<p style="text-align:justify;">menerima kapitalisme sebagai cara produksi yang paling efektif, produktif,dan efisien.</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya Fukuyama menjelaskan bahwa dewasa ini kekuasaan tertinggi manusia adalah</p>
<p style="text-align:justify;">Konsumerisme karena ideologi inilah yang palingotoriter pada kehidupan manusia, dan ideologi ini</p>
<p style="text-align:justify;">disebut The Late Capitalisme (kapitalisme akhir)Kesadaran manusia tidak lagi dipersatukan olehi deologi kapitalisme dan sosialisme tetapi oleh</p>
<p style="text-align:justify;">konsumerisme dan daya tarik gayahidup; manusia tidak peduli pada ideologi kapitalisme dan sosialisme tetapi tertarik pada gayahidup.</p>
<p style="text-align:justify;">- Post Marxisme</p>
<p style="text-align:justify;">Post Marxisme adalah ideologi kaum intelektual bekas kaum Marxist yang ingin memperbaiki nasib rakyat jelata melalui</p>
<p style="text-align:justify;">program pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintahan bourjuis. Post-Marxisme berlawanan dengan Marxisme yaitu</p>
<p style="text-align:justify;">ideologi kaum buruh yang ingin memperbaiki nasibnya melalui suatu revolusi sosial.Dua ideologi itu memiliki sejarah yang berbeda.</p>
<p style="text-align:justify;">Ideologi Marxisme, lahir dari kesadaran kaum buruh untuk mengubah nasibnya dari penindasan dan penghisapan kaum kapitalis</p>
<p style="text-align:justify;">melalui revolusi sosial. Marxisme merupakan senjata idiil kaum buruh, dan buruhmenjadi senjatamateriil Marxisme. Di atas kemenangan</p>
<p style="text-align:justify;">revolusi sosial itu didirikan pemerintahan Demokrasi Rakyat kemudian berkembang menjadi Diktatur Proletariat yang mempunyai tugas</p>
<p style="text-align:justify;">utama memperbaik inasib kaum buruh dan kaum miskin lainnya. Sedangkan ideologi Post-Marxisme, lahir dari bekas kaum Marxistyang</p>
<p style="text-align:justify;">mengkritik beberapa point teori Marx antara lainteori revolusi dan teori Negara Diktatur Proletariat. Di samping itu post marxisme lahir</p>
<p style="text-align:justify;">dari kekosongan posisi sosial pada saat perjuangan kelas pekerja (kaum kiri) mengalami kemunduran, dan lahir dari pengaruh kaum</p>
<p style="text-align:justify;">Neo-Liberalisme dengan tesis globalisme, di manakesejahteraan sosial harus diatur oleh “Kedaulatan Pasar Bebas”. Dalam tesis</p>
<p style="text-align:justify;">globalisme, kapital, ilmu, teknologi, dan tenaga ahli adalah bebas mengarungi samudera dan bebas menjelajah ke pelosok penjuru</p>
<p style="text-align:justify;">dunia untuk mewujudkan kesejahteraan sosial.AnalisisKonflik ideologi antara kapitalisme dan sosialis merupakan keharusan sejarah.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena kapitalisme ingin mempertahankan pemilikan perorangan atas alatalat produksi dan ingin mempertahankan penghisapan manusia</p>
<p style="text-align:justify;">atas manusia melalui sistem kerja upah dimana besarnya upah ditentukan oleh pemilik kapital.Sedangkan sosialisme ingin membebaskan</p>
<p style="text-align:justify;">manusiadari belenggu rantai penghisapan manusia atas manusia dan bangsa atas bangsa melalui revolusi di mana alat-alatproduksi harus</p>
<p style="text-align:justify;">menjadi milik bersama seluruh masyarakat, digunakan bersama, dan hasilnya untuk memenuhi kepentingan hidup bersama di bawah pengatur negara.</p>
<p style="text-align:justify;">- Kontradiksi antara idiologi kapitalisme dan Sosialisme</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kapitalisme, negara adalah pelayan kaum kapitalis. Negara harus membuat undang-undang untuk melindungi kepemilikikan kapital kaum kapitalis. Disamping itu negara harus</p>
<p style="text-align:justify;">melaksanakan kebijakan politik yang melindungi dan menguntungkan kaum kapitalis. Sedangkan sosialisme, negara adalah pelayan rakyat. Negara harus membuat undang-undang</p>
<p style="text-align:justify;">untuk melindungi kepemilikan bersama seluruh masyarakat atas alat-alat produksi. Di samping itu negara harus melaksanakan kebijakan politik yang melindungi dan menguntungkan</p>
<p style="text-align:justify;">kaum pekerja (buruh).Tentang lahirnya paham baru post modernisme dan postmarxisme yang dewasa ini sedang diminati oleh banyak pemikir, itu hakikatnya adalah revisionisme yang</p>
<p style="text-align:justify;">akan mengaburkan keserakahan kapitalisme dan tesis revolusisosial menuju sosialisme. Post modernisme dan post marxisme hanya “kembang pemikiran” yang sedang meka terapkan tanpa</p>
<p style="text-align:justify;">didasari oleh kekuatan basis (sistem ekonomi).Oleh sebab itu kembang pemikiran tersebut akan segera layu dan berguguran. Seperti tulisan Fukuyama, yang menjelaskan bahwakapitalisme akhir</p>
<p style="text-align:justify;">adalah hegemoninya dan dominasinya konsumerisme, ia hanya melihat permukaan gejala sosia lsaja, ia tidak melihat hakikat dari gejala social tersebut. Demikian juga tentang post Marxisme,paradigma</p>
<p style="text-align:justify;">itu hanya sebagai “hiburan kaum intelektual kiri” saja yang tidak sabar menunggu datangnya revolusi sosial. Oleh sebab itu dengan lahirnya postmarxisme, bukan berarti Marxisme sudah mati.</p>
<p style="text-align:justify;">PostMarxisme itu hanya aliran segelintir pemikir kiri yang menyimpang dari Marxisme dan dapat dipastikan tidak akan didengar oleh kaum pekerja (buruh), apalagi dijadikan senjata morilnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kaum pekerja (buruh) dimana pun selama masih ada kapitalisme tetap akan menggunakan Marxisme sebagai senjata morilnya (senjata perjuangannya). Post modernisme hakikatnya adalah</p>
<p style="text-align:justify;">paradigma “pemikir bingung”, karena landasan berpikirnya adalah pikiran itu sendiri, bukan kondisi riil kehidupan sosial. Olehsebab itu paradigma post modernisme dapat dipastikan cenderung</p>
<p style="text-align:justify;">ke idealisme (pikiran yang melahirkan kondisi obyektif, bukan kondisi obyektif yang melahirkan pikiran). Baik post marxisme maupun postmodernisme hanya sebagai buah pikiran berdasar pikiran,</p>
<p style="text-align:justify;">bukan buah pikiran berdasar kondisi obyektif kehidupan sosial, akhirnya keduanya akan ditelan dan hilang oleh sejarah perkembangan masyarakat, karena hakikatnya sejarah adalah sejarah konflik</p>
<p style="text-align:justify;">kepentingan kehidupan riil (kehidupan ekonomi) antaragolongan penguasa dengan golongan yang dikuasai, kemudianberkembang menjadi konflik ideologi.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Kontribusi Islam sebagai salah satu Ideologi terbesar Dunia</p>
<p style="text-align:justify;">-Islam Sebagai Idiologi</p>
<p style="text-align:justify;">Konsep universalitas Islam (syumuliyah) membuatnya jauh lebih besar dari sekedar ‘lembaga agama’ ataupun sekedar semangat spiritual pemeluknya. Ia adalah cara hidup total yang menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia. Islam merupakan kesatuan organik dengan pemeluknya. Sebagai sebuah ideologi, Islam telah menjadi sumber inspirasi bagi para penganutnya, terutama saat menghadapi realitas. Ia tidak hanya sekedar sebagai alat untuk merubah atau mempertahankan tatanan sosial, tetapi juga sekaligus menjadi alat analisis terhadap berbagai fakta sosial.Pada sisi lain, Islam senantiasa mendorong pemeluknya untuk secara terus menerus merealisasikan doktrin keagamaannya dan menganggap realisasi doktrin tersebut sebagai konsekuensi iman. Dalam Islam, iman adalah sebuah keyakinan yang mengandung konsekuensi tindakan (al-imanu huwa al-tashdiqu bi al-qalb, wa al-iqraru bi al-lisan wa al-‘amalu bi al-arkan– iman adalah pembenaran dalam hati, pengikraran secara lisan dan penunaian serta pembuktian dengan tindakan dan perbuatan).<br />
Islam bermakna menyerahkan diri (aslama) pada Allah swt secara penuh hingga membebaskannya dari berbagai macam belenggu kehidupan yang memasung dan merenggut kebebasannya. Ia adalah agama Allah yang terakhir yang dibawa oleh Muhammad SAW untuk seluruh umat manusia. Islam merupakan agama sempurna yang diridhai Allah (Qs. Al-Maaidah: 3) yang mampu membebaskan manusia dari berbagai belenggu kehidupan, dan mengantarkan manusia untuk hidup penuh damai dan kebahagiaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Di wilayah inilah, Islam berposisi sebagai ideologi hidup seorang muslim. Arus ini memahami agama Islam bukan sekedar sebagai keyakinan agama (aqidah diniyyah),tetapi ia adalah aturan sosial (qanuun ijtima’iyyah),petunjuk spiritual (hidayah ruuhiyah) dan ikatan sosial politik (rabithah ijtima’iyah siyasiyah).</p>
<p style="text-align:justify;">- Implementasi islam sebagai agama dan doktern</p>
<p style="text-align:justify;">Sejatinya, sebagai ajaran (doktrin), bagi para pemeluknya, Islam harus senantiasa diyakini kebenarannya seraya ditaati dan dilaksanakan titah-titahnya. Bagaima­na agar titah Islam dilaksanakan semua pemeluknya?. Dan media apa yang bisa digunakan sebagai “alat” untuk tugas implementasi Islam tersebut?. Yang paling efektif dijadikan “alat&#8221; adalah politik karena politik memiliki kekuatan pemaksa dalam menetapkan kebijakan publik.<br />
Dalam kaitan ini, secara garis besar, umat Islam terbagi pada dua mazhab. Pertama substantifisme, yang meyakini bahwa sebagai ajaran yang komprehensif, Islam mencakup seluruh aspek kehidupan termasuk politik. Sedangkan kedua adalah sekularisme, yakni meletakkan Islam dan politik pada dua tempat yang berbe­da, satu berada pada mahligai suci (sakral) sedangkan yang lainnya berada pada koridor kehidupan yang kotor (profan).<br />
Bagi yang melihat agama semata fenomena eskatologis, tentu akan melihat kekuasaan politik sebagai sesuatu yang musykil untuk dijadikan piranti bagi implementasi doktrin agama. Mungkin, pendapat Imam Al-Ghazali yang memandang sebelah mata terhadap pemuka agama (ulama) yang “mendekati” kekuasaan politik &#8211;disebut sebagai ulama su&#8217; (buruk perangai), atau Ali Abdul Raziq (1888-1966) yang menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah semata pemimpin agama dan bukan pemimpin nagera (politik), bisa memberikan legitimasi terhadap fenomena terse­but.</p>
<p style="text-align:justify;">- Kontibusi islam terhadap kemajuan Barat</p>
<p style="text-align:justify;">Peradaban Islam telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi peradaban Barat, namun masih banyak yang mengabaikan kenyataan itu. Sejumlah kurator seni mengungkapkan hal tersebut dalam pameran bertajuk &#8217;1001 Inventions: Discover the Muslim Heritage of Our World&#8217; yang dibuka pekan ini, diselenggarakan atas kerjasama British Home Office dan Departemen Perdagangan dan Perindustrian. kontribusinya bagi ilmu pengetahuan, teknologi dan seni pada masa abad kegelapan dalam sejarah Eropa. Beragam inovasi dari peradaban Islam, mulai dari kios-kios dan catur sampai kincir angin dan ilmu memecahkan sandi rahasia-kesemua ilmu itu sangat populer dan cenderung diasosiasikan sebagai hasil peradaban Barat, padahal aslinya ditemukan oleh para ilmuwan dan cendikiawan Muslim.</p>
<p style="text-align:justify;">Secara garis besar Muslim telah merumus kan dua kontribusi berharga dalam bidang pendidikan maupun ilmu pengetahuan, yang pertama bagsa Arab menjaga semua bentuk sistem pendidikan dan ilmu pengetahuan warisan dari nenek moyang yang telah di terjemahkan kedalam bahasa arab klasik, sedangkan yang kedua Muslim juga memberikan kontribusinya sendiri sehingga melahirkan ilmuan-ilmuan terkenal dan unggul sepanjang masa, antara lain ahli fisika, filsafat,geografi, juga sejarahwan. Keunggulan mereka dalam bidangnya tidak dapat tertandingi, ilmuan yang terkenal pada abad ini antara lain, dalam bidang ilmu pengetahuan Jabir, Jahir dan Baytar, dalam bidang matematika dan astronomi antara lain Khawarizmi, Umar Khayam, Abdul Waffa dan Nasiruddin Tusi, dalam bidang filsafat Ibn Farabi, Ibn Sina, Ghazali. Ibn Rusdi, Ibn Arabi dan Fakhruddin Razi, sejarahwan antara lain Tabri, Ibn Maskawiyah, Ibn Athir dan Ibn Khaldun, dalam bidang geografi Mas’ud, Idrisi, Ibn Hauqal dalam bidang muslik Al-Farabi, Zalzal, Siryab dan Ibrhim Mousli. Mereka adalah sarjana Muslim yang sangat berjasa dalam mengantarkan Islm menuju jaman kecemerlangan.<br />
Sementara itu banyak universitas terkenal di dataran Islam pada abad pertengahan yang di jadikan pusat pendidikan, terutama di spanyol yang banyak di kunjungi oleh sarjana-sarjana Eropa.<br />
kontribusi sarjana Islam tidak hanya merpengaruh di Eropa dalam bidang pengetahuan saja tapi juga dalam bidang yang lain seperti literature, seni dan budaya. Rhyme juga di perkenalkan kepada bangsa Eropa oleh Arabs. Puisi Patriarch di Prancis juga berasal dari Arab. Demikian besar kontribusi yang telah di berikan oleh sarjana Muslim walaupun akhirnya di kembangkan oleh bangsa Eropa, semoga dapat menjadi I’tibar bagi kita semua bahwa Islam pernah berjaya dan akan terus berjaya. Satu hal yang perlu kita ingat bahwa segala sesuatu tidaklah bersifat ultimate, seperti keberhasilan, kejayaan, keunggulan hanyalah bersifat sementara dan semuanya akan menyesuaikan diri dengan keadaan yang selalu berubah-ubah, tanpa adanya penyesuaian keunggulan yang telah di capai akan punah di telan Zaman.</p>
<p style="text-align:justify;">- Islam ditengah dua Idiologi</p>
<p style="text-align:justify;">Berkaca dari kedua Ideologi diatas tentunya kita melihat adanya ketimpangan-ketimpangan yang ada dalam setiap perumusan ide-idenya. Namun seperti apa yang dikemukakan diawal, bahwa inilah dua Ideologi yang sedang menjajah dunia Islam lewat pemikiran-pemikiranya yang Atheisme. sama pula seperti yang telah katakan diatas bahwa kita umat Islam dapat menjadi penonton pada kemajuan zaman ini karena sistem pendidikannya yang kurang bagus. Intelektual-intelektual kita digodok dan di bius oleh pemikiran-pemikiran barat sehingga muncul keraguan terhadap konsepsi-konsepsi yang ada dalam ajaran Islam. Gejala ini diperparah dengan sedikitnya &#8220;pemimpin Islam&#8221; yang berusaha memperbaiki keadaan sehingga kemerosotan moral para Intelektual dan terjadinya Deislamisasimelalui program pendidikan tak dapat dielakan.<br />
Kebebasan berusaha dengan modellaissez-faireyang memarginalkan peran negara dalam mengatur keseimbangan ekonomi telah mencitptakan suatu ketimpangan yang mencolok. Kekuatan yang dimiliki oleh para pemilik modal untuk melakukan usaha dengan sebebas-bebasnya telah membuat kalangan miskin menjadi objek usaha mereka. Logika yang berkembang di masyarakat adalah rasionalitas ilmiah, di mana sistem aturan dalam tata sosial masyarakat semakin lepas dari pertimbangan etis, sehingga nilai-nilai moral, agama dan sosial hanya jadi urusan privatyang didasarkan atas pertimbangan prarasionalitas dan konvensional<br />
Dalam sejarahnya banyak terdapat catatan yang jauh lebih buruk.Kemiskinan dan kelaparan di Dunia Ketiga, kesenjangan ekonomi antara negara-negara maju dengan negara dunia ke tiga, konflik dan perang antara bangsa yang terus-menerus, dan terutama penjajahan negara-negara kapitalis besar seperti AS dan sekutunya atas negara-negara lain, khususnya negeri-negeri Islam, justru terjadi dan tidak pernah berhenti hingga detik ini ketika ideologi Kapitalisme dan demokrasi mendominasi dunia. Islam sebagai sebuah dinmengatur dalam konsep ideologis sistem kenegaraan mencakup seluruh aspek kehidupan manusia meliputi bidang sosial, ekonomi, politik, pendidikan, kebudayaan dan seluruh bidang kehidupan lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita tidak bisa pungkiri dominasi barat dalam semua dimensi kehidupan peradaban umat manusia, dan ini menjadi tantangan buat kita sebagai umat Islam untuk mencoba mengaktulkan kembali eksistensi Islam sebagai suatu ajaran yang unggul dan kafah. memang sangat susah hidup ditengah-tengah membanjirnya paham Kapitalis dan Sosialis. walaupun begitu keadaannya kita tentunya harus tetap optimis dan yakin ditengah-tengah minimnya keyakinan.</p>
<p style="text-align:justify;">BAB III Penutup</p>
<p style="text-align:justify;">Kesimpulan</p>
<p style="text-align:justify;">Islam memberikan batasan kebebasan dalam hak kepemilikan menjadi hak milik pribadi, milik umum dan milik negara. Hak milik umum tidak boleh dimiliki dan dikuasai negara. Negara hanya berperan sebagai pengelola dan pengontrol pemanfaatan hak milik umum seperti barang tambang, kekayaan laut, kekayaan hutan dan sumber daya lainnya. Negara tidak boleh memberikan dan menjual hak milik umum kepada pribadi, badan usaha pribadi atau kelompok, apalagi kepada pihak asing untuk dikelola dan diambil manfaatnya secara sepihak. Dengan adanya pengaturan ini, maka akan tercipta pemerataan distribusi, perputaran modal yang merata dan mekanisme pasar yang seimbang.</p>
<p style="text-align:justify;">Islam juga secara tegas menentang bank dengan sistem riba [bunga] karena akan dijadikan alat pengisap modal dari masyarakat untuk menyokong perusahaan-perusahaan besar sebagai sekutu usaha bersama dalam menghimpun modal sebesar-besarnya Islam sebagai sebuah dinmengatur dalam konsep ideologis sistem kenegaraan mencakup seluruh aspek kehidupan manusia meliputi bidang sosial, ekonomi, politik, pendidikan, kebudayaan dan seluruh bidang kehidupan lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Apabila kita menelaah secara rasional dan lebih mendalam., maka hanya Islamlah sebagai satu-satunya alternatif untuk memecahkan permasalahan umat sekarang ini. Penerapan sistem ideologi berdasarkan Islam mencakup penyaturan seluruh bidang kehidupan bagi umat manusia akan membawa pada pencerahan yang sempurna.</p>
<p style="text-align:justify;">Maro&#8217;ji</p>
<p style="text-align:justify;">-gigihnusantaraid@yahoo.com</p>
<p style="text-align:justify;">- Rohim Ghazalihttp://www.blogger.com</p>
<p style="text-align:justify;">-www.eramuslim.com/</p>
<p style="text-align:justify;">-darul-arafah.blogspot.co</p>
<p style="text-align:justify;">-www.kammi.com</p>
<p style="text-align:justify;">-www.indomedia.com/bpost</p>
<p style="text-align:justify;">-www.hizbut-tahrir.or.id/</p>
<p style="text-align:justify;">-ROEhttp://www.blogger.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anitadeka.wordpress.com/75/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anitadeka.wordpress.com/75/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anitadeka.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anitadeka.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anitadeka.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anitadeka.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anitadeka.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anitadeka.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anitadeka.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anitadeka.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anitadeka.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anitadeka.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anitadeka.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anitadeka.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anitadeka.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anitadeka.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anitadeka.wordpress.com&#038;blog=2488090&#038;post=75&#038;subd=anitadeka&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anitadeka.wordpress.com/2008/05/26/islam-di-tengah-ideologi-besar-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3526fcdba67047ae91d21e43ab72cf2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nitadeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.americanvision.org/images2/islam_dominate.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">islamic</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PROFIL DAKWAH MASA LALU DAN DAKWAH MASA KINI (Suatu Upaya Revitalisasi Peran Dakwah)</title>
		<link>http://anitadeka.wordpress.com/2008/04/27/profil-dakwah-masa-lalu/</link>
		<comments>http://anitadeka.wordpress.com/2008/04/27/profil-dakwah-masa-lalu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 12:58:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anitadeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel-artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anitadeka.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[A. Untuk Apa Tulisan Ini Sejak runtuhnya komunisme, konflik idiologi cenderung bergeser ke arah konflik yang lebih bermotifkan agama. Hal ini misalnya ditandai oleh sentimen Barat (yang nonmuslim) terhadap bangsa-bangsa di kawasan Timur (yang muslim). Tesis Samuel Huntinton mengenai konflik peradaban pada dasarnya yang lebih konkret justru adalah konflik agama. Berdasarkan pada kecenderungan di atas, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anitadeka.wordpress.com&#038;blog=2488090&#038;post=51&#038;subd=anitadeka&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong><span>A. Untuk Apa Tulisan Ini</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Sejak runtuhnya komunisme, konflik idiologi cenderung bergeser ke arah konflik yang lebih bermotifkan agama. Hal ini misalnya ditandai oleh sentimen Barat (yang nonmuslim) terhadap bangsa-bangsa di kawasan Timur (yang muslim). Tesis Samuel Huntinton mengenai konflik peradaban pada dasarnya yang lebih konkret justru adalah konflik agama.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Berdasarkan pada kecenderungan di atas, maka dituntut peran strategis dakwah agama yang lebih mengarah pada pemberdayaan umat agar lebih memahami eksistensi agama yang lebih utuh dan kaffah. Dakwah dalam konteks agama Islam karenanya harus dilakukan secara lebih kreatif dan inovatif serta menyentuh akar keagamaan Islam. Kecenderungan berkembangnya paham sekularisme keagamaan harus dapat dicermati dan diantisipasi oleh umat beragama khususnya umat Islam. Hal ini penting karena fakta menunjukkan adanya kecenderungan berkembangnya paham keagamaan yang sekuler pada generasi Islam dewasa ini. Bahkan berbicara tentang fiqih yang dasar sekali pun seringkali tidak menarik lagi bagi kalangan generasi muda Islam. </span><span id="more-51"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Fakta di atas turut diperparah oleh kepungan budaya global yang negatif yang dibawa oleh bangsa-bangsa Barat. Kecenderungan global ini menyerbu bangsa-bangsa lain khususnya ’negara-negara selatan’ atau ’dunia ketiga’ termasuk bangsa Indonesia. Dunia ketiga, di mana Indonesia berada di dalamnya harus menelan ”pil pahit” dari ekses negatif globalisasi tersebut. Akibatnya, label kehinaan, ketidakberdayaan, kemiskinan, dan kebodohan harus mewarnai kehidupan bangsa-bangsa di dunia ketiga itu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Tatanan dunia baru (globalisasi) telah memberi kesempatan kepada perusahan-perusahan raksasa yang berpusat di Wall Street – New York untuk menguasai dunia. Dan, saat ini dunia ketiga termasuk Indonesia adalah objek utama dari ekspansi bisnis raksasa tersebut. Dalam konteks inilah perlu dibangun kesadaran kolektif untuk berupaya mengatasi segala ekses negatif yang mungkin dapat ditimbulkan oleh ekspansi ekonomi Barat. Jika hal ini tidak disadari dan diantisipasi, maka akan melemahkan posisi bangsa-bangsa di kawasan dunia ketiga termasuk Indonesia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Sejatinya potensi keunggulan umat Islam melekat pada setiap individu atau generasi umat yang memiliki nila-nilai kejujuran, keilmuan, etos kerja, produktif, dan akhlak karimah lainnya. Demikian juga pemimpin yang memiliki nilai kesadaran dan kejujuran, serta mempunyai visi dan misi yang jelas dan ide-ide yang prospektif. Dengan bekal nilai-nilai rabbani inilah umat Islam sesungguhnya secara nyata berpeluang mencapai kesuksesan hidup dalam dinamika kehidupan global.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Sorotan bahkan klaim bahwa umat Islam identik dengan keterbelakangan dalam pentas peradaban dunia, konsumtif, dan tidak produktif, mengekor dan tidak kreatif, bergantung pada orang lain, haruslah dipahami sebagai motivasi atau penggerak untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas umat. Kita, umat Islam tidak boleh bersikap pasif dalam memahami kemuliaan dan kesuksesan dalam hidup ini, baik secara material dalam berhadapan dengan bangsa-bangsa lain dan dalam persaingan hidup maupun secara spiritual. Sebaliknya, umat Islam harus lebih proaktif.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Namun, bagaimana kita dapat kembali merealisasikan contoh teladan kita terbesar, termulia, dan akhlak yang mempesona, yaitu akhlakul karimah Nabi Muhammad SAW yang kita rindukan, sehingga apabila tujuan kita satu yaitu Allah SWT, maka contoh teladan kita pun harus tertuju kepada Nabi Muhammad SAW. sebagai insan kamil, karena misi utama Rasullah membawa risalah Islam adalah untuk menebarkan kasih sayang bagi semesta alam. Dengan demikian, apabila kita lepas dari itu semua pasti akan terhina di hadapan makhluk Allah yang lainnya dan terlebih-lebih<span> </span>kepada Allah SWT. Kilas balik menjajaki misi Rasulullah pada abad V yang merupakan petarung sejati dengan semangat yang berkobar tinggi, sehingga tak sia-sia pada masa itu Beliau berhasil mendakwahi kaum Jahilliyah yang belum mengetahui apa-apa, sehingga percikan cahaya kemenangan itu masih dapat dirasakan oleh kita yang nanti akan terus melanjutkan<span> </span>tongkat estafet dakwah ini pada masa sekarang dan yang akan datang, karena kita menyadari hampir setiap pagi kita bangun tidur mendengar berita penemuan-penemuan baru di berbagai bidang kehidupan, khususnya IPTEK. Penemuan-penemuan itu cenderung menguatkan kebenaran aqidah kita serta mempertebal keimanan kepada Allah, karena penemuan itu justru membuktikan kebenaran al-Qur’an yang menunjukan keajaiban ciptaan Allah<a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>, sehingga adanya penemuan-penemuan seperti itu visi dan misi<span> </span>menyuarakan kebenaran Islam akan lebih mempermudah kita tanpa mengabaikan metode dakwah Rasulullah pada abad yang lalu, sehingga peradaban yang telah lama kita nantikan akan tersusun secara perlahan-lahan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Inilah yang menjadi dasar pemikiran penulis, yaitu dengan membandingkan<span> </span>metode dakwah pada masa Rasulullah dan dakwah masa kini. Analisis ini memungkinkan adanya pelajaran konkret dalam strategi dakwah masa kini. Mengenai perintah dakwah ini dipertegas oleh Allah SWT dalam al-Qur’an seperti yang terdapat dalam surah Ali-Imran ayat 110. Islam yang mengandung ajaran universal sejatinya merupakan agama dakwah karena ajaran-ajarannya memuat perintah untuk menyebarluaskan kebenaran, keadilan, dan kemaslahatan dunia dan akhirat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<h4 style="text-align:justify;"><!--[if !supportLists]--><span><span>B.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Menapaki Dakwah Rasulullah SAW dalam Masyarakat Pagan</span></h4>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>1.<span> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span>Titik balik </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span>Ketika Nabi Muhammad SAW. lahir (570 M)di Mekah, yaitu sebuah kota yang sangat penting di antara kota-kota negeri Arab, baik karena tradisinya maupun karena letaknya. Biasanya dalam membicarakan masalah geografis yang dialami bangsa Arab sebelum Islam, orang membatasi pembicaraan hanya pada jazirah Arab, padahal bangsa Arab juga mendiami daerah-daerah di sekitar jazirah. Jazirah Arab memang merupakan kediaman mayoritas bangsa Arab kala itu. Bila dilihat dari asal-usul keturunan, penduduk jazirah Arab dapat dapat dibagi menjadi 2 (dua) kelompok besar, yaitu Qahthaniyun (keturunan Qathan) dan Adnaniyun (keturunan Ismail bin Ibrahim)<a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>. Akan tetapi, lama-kelamaan kedua golongan itu membaur karena perpindahan dari Utara dan dari Selatan. Organisasi dan identitas sosial yang berakar pada keanggotaan dalam suatu komunitas yang luas, sehingga beberapa kelompok membentuk kabila (<em>clan</em>). Beberapa kelompok kabila membentuk suku (<em>tribe</em>) yang dipimpin oleh syekh. Mereka sangat menekankan pada hubungan kesukuan, sehingga kesetiaan atau solidaritas kelompok menjadi sumber kekuatan bagi suatu kabila atau suku. Mereka suka berperang, karena itu peperangan antara suku sering terjadi. Melalui jalur perdagangan bangsa Arab berhubungan dengan bangsa-bangsa Syuria, Persi, Habsya, Mesir (Qitbi) dan Romawi yang semuanya telah mendapat pengaruh dari kebudayaan Helenisme, melalui kerajaan-kerajaan Protectorat banyak berdiri kolonial dan tawanan perang Romawi dan Persia di Ghasan Mir’a. Penganut<span> </span>agama Yahudi juga banyak mendirikan koloni di jazirah Arab yang terpenting di antaranya adalah Yastrib, walaupun agama Yahudi Kristen sudah masuk ke jazirah Arab.<span> </span>Bangsa Arab kebanyakan masih menganut agama asli mereka yaitu percaya kepada banyak dewa yang dijadikan dalam bentuk berhala dan patung, setiap kabilah mempunyai berhala sendiri. Berhala-berhala tersebut dipusatkan di Ka’bah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>2.<span> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span>Sebelum Memegang Amanah Basar </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span>Dunia Arab ketika itu merupakan kanca peperangan yang terus-menerus berlangsung dengan kondisi alam yang sepertinya tidak berubah. Masyarakat khususnya masyarakat Badui pada dasarnya tetap berada dalam pendirian mereka tentang dasar-dasar kehidupan yang dipegang. Hal ini dapat dimaklumi mengingat masyarakat Badui pada saat itu sama seperti bangsa-bangsa lain yang masih berada dalam taraf permulaan perkembangan budaya. Bedanya dengan bangsa lain hampir seluruh penduduk Badui adalah penyair<a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>. Orang Badui dikenal bersikap keras, kasar, kaku, serta bodoh, mereka tidak berpendidikan dan tidak bisa baca-tulis. Pada umumnya mereka tidak tinggal menetap disuatu daerah ke daerah lain, karena itu rumah mereka hanya berupa kema-kema yang mudah dibawa-bawa. Berkaitan dengan masalah ini, tak seorang Rasulpun berasal dari kalangan Badui, semua Rasul yang diutus Allah<span> </span>berasal dari masyarakat kota. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an (Surat Yusuf:109 ), mengapa Allah hanya mengutus para Rasul-Nya dari kalangan penduduk kota? Beberapa ahli Tafsir memberi argumentasi di antaranya adalah Imam Ibnu Zaid yang menyatakan bahwa karena penduduk kota itu adalah orang yang lebih berpendidikan dan lebih sopan dari pada penduduk Badui. </span>Al-Qur’an sendiri memberi kesan negatif terhadap mereka, yaitu dalam Qur’an Surat At-Taubah:97. Meskipun demikian, Al-Qur’an masih memberi sedikit ruang bahwa di antara penduduk Badui terdapat orang-orang yang beriman. Al-Qur’an menegaskan hal ini<span> </span>dalam Surat At-Taubah:99.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>3.<span> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span>Misi Yang Mengglobal</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Peradaban Arab Jahiliyah sebagaimana peradaban lain di masanya, dikenal sebagai peradaban yang menganut nilai-nilai yang jauh dari nilai ke-Islam-an, Ketuhanan dan Kemanusiaan. Disebut bodoh bukan karena mereka merupakan bangsa yang tidak cerdas akalnya, tetapi karena mereka meletakkan akal pikiran tidak pada tempatnya. Masyarakat Arab Jahiliyah dalam hal Aqidah adalah masyarakat Pagan (yang memper-Tuhan-kan berhala). Budaya yang mereka anut dalam keseharian adalah budaya Hedonis, yang cenderung memper-Tuhan-kan hawa nafsunya<a name="_ftnref4" href="#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>. Saat masa kerasulan Nabi, menjelang usianya yang keempat puluh turunlah perintah dari Allah SWT untuk membawa risalah Islam, yaitu agama Samawi atau agama Langit yaitu Islam. Dengan turunnya perintah itu mulailah Rasulullah SAW berdakwah, mula-mula untuk istrinya sendiri Khadijah, kemudian saudara sepupunya Ali Bin Abi Thalib, kemudian Abu Bakar, lalu Zaid bekas budak yang telah menjadi anak angkatnya. Demikian seterusnya, hingga mereka mengakui kebenaran ajaran Islam yang dibawa Rasulullah. Rasulullah datang membawa Islam untuk memperbaiki peradaban manusia yang rusak itu. Sejak awal dilantiknya Muhammad sebagai Nabi dan Rasul beliau telah memberikan gambaran visi Islam yang hendak diwujudkan. Nabi Muhammad SAW belum berhasil meletakkan dasar-dasar Islam di Mekkah akhirnya beliau bersama para Sahabat Hijrah ke Madinah, waktu itu Madinah dijadikan Rasulullah sebagai model atau protitipe masyarakat berperadaban Islam dan Masjid Nabawi sebagai pusatnya. Lewat mesjid beliau membangun kultur masyarakat baru yang dinamis, progesif, visi yang jauh ke depan, lewat keteledan dan kutbah-kutbahnya, setiap hari<span> </span>Rasullah mengubah masyakatnya dari pemahaman tentang kehidupan, dari pemikiran yang beku, keru, dan kotor kepada pemikiran yang jernih dan dinamis, dari pemikiran taqlid (buta) kepada pemikiran kritis, bebas, dan mandiri dari pemikiran mistis dan takhayul kepada pemikiran ilmiah yang menuntut pembuktian, logika, dan akal sehat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span> </span>Pidato terakhir yang disampaikan Rasullah di Arafah pada haji wada’ sesungguhnya merupakan pesan penting dan harus dikembangkan oleh umat Islam. Pidato pamungkas Rasulullah tersebut memberi pilar-pilar penting tegaknya peradaban Islam, yaitu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>-<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>penghapusan pertumpahan darah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>-<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>penghausan sistim riba</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>-<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>penghormatan terhadap kaum wanita</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>-<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>pentingnya berpegang penting kepada hukum Allah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>-<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>penegasan bahwa tidak ada Nabi setelah beliau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>-<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>kewajiban untuk menunaikan zakat, sholat, puasa dan haji</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span><span>-<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>penegasan pentingnya kedisiplinan dalam menati pemimpin yang menaati Allah dan Rasul.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Karena alasan strategis itulah, tujuan pokok dari misi dakwah Rasulullah<span> </span>adalah memberi kesempatan kepada kaum muslim untuk belajar berkebudayaan. Di tanah yang baru itu mereka diwajibkan untuk menjalankan shalat jumat berjamaah, di sana pula mereka dibiasakan untuk menghadiri majelis-majelis ilmu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Pada masa kulafa’ ar-Rashidin dan kekhalifahan bani umayah, Abbasiyah,<span> </span>Fathimiah dan Usmaniah, lembaga-lembaga dakwah yang dibawa Rasulullah mulai berkembang pesat. Dengan membentuk halaqah-halaqah (kelompok-kelompok kecil). Dengan gigih rasul menyuarakan kebenaran islam sehingga secara perlahan-lahan masyarakat Arab di masa itu mulai simpati terhadap Rasulullah dengan sendirinya mereka menyatakan keislaman itu dihadapan Rasul, karena telah tertanam teladan yang baik yang patut dicontohi. Dakwah Muhammad saw. tidak hanya melahirkan suatu revolusi tauhid yang lebih universal, tetapi juga menyelamatkan peradaban manusia dari kebangkrutannya. Kemunculan Islam di Jazirah Arab<span> </span>terjadi pada saat peradaban dunia sedang berada di tebing kehancuran. Joseph McCabe dalam bukunya <em>The Splendour of the Moorish spain </em>mengatakan, <em>”&#8230;orang-orang Arab memasuki arena pada periode paling penuh keputusasaan yang pernah dirasakan dunia sejak fajar peradabannya, yaitu pada paru yang pertama abad ke tujuh. Sekiranya ada seorang pemikir filsafat dimana pun di bumi ini pada awal abad tersebut, tentu akan mengumumkan bahwa kisah perjalanan panjang upaya manusia untuk menciptakan peradaban telah berakhir dengan kegagalan .” </em>Islam kemudian juga menyebar, secara militer maupun secara <em>da’wiyah</em>, ke berbagai belahan dunia. Dari peradaban-paradaban besar yang pernah ada, sebagian besar masuk<span> </span>ke dalam wilayah Islam, dan selebihnya menerima pengaruh secara signifikan, entah mereka mengakuinya atau tidak, entah menyukainya atau membencinya. Peradaban Mesopotamia, Mesir, Persia, India, dan juga Cina hingga tingkat tertentu telah ter-Islam-kan. Sementara Yunani dan Romawi menerima pengaruh dengan enggan dan angkuh. Kelahiran Islam benar-benar menjadi suatu titik balik sejarah yang mengglobal, tidak hanya secara militer seperti yang dilakukan Alexander the Great, tetapi juga secara keyakinan dan kebudayaan. Kemunculan dan penyebaran Islam menandai fase globalisasi yang pertama di dunia, sebuah globalisasi klasik di mana bahasa Arab menjadi <em>lingua franca</em> dan kebudayaannya menjadi standar umum peradaban. Pertukaran pengetahuan, migrasi<span> </span>intelektual, hingga arus perdagangan bergerak semakin leluasa antar wilayah-wilayah yang jauh, kendati masih agak lambat karena keterbatasan transportasi yang ada<a name="_ftnref5" href="#_ftn5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[endif]--></span></span></a>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span>4.</span></strong><span><span> </span><strong>Pudarnya Kejayaan Islam<span> </span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Sejarah memperlihatkan<span> </span>kehidupan kaum muslimin pada masa itu melompat tinggi dari satu sisi, tetapi mengalami dekadensi pada sisi lain. Kekhalifahan pada masa khalifa yang keempat (khulafa ar-rashidin) dipegang dengan benar-benar mengacu pada sistem yang diadakan Rasullah SAW. <em>Khilafa ala manhaj nubuwah</em> mengalami pergeseran sedikit demi sedikit, akhirnya pengunduran kejayaan Islam terjadi tatkala lembaga-lembaga kepemimpinan khalifah sudah tidak memiliki legitimasi yang kuat dan bahkan cenderung hanya menjadi simbol-simbol yang tidak menentukan kebijakan. Alhasil, tidak ada model ideal bagi masyarakat model madina masa kini, kecuali apa-apa yang dicontohkan Rasulullah dengan para khulafa ar-rashidin, meskipun model-model kekhalifahan bani umayah, Bani Abbasiyah dan Bani usmaniyah telah menunjukan keunggulannya dan kesuksesannya dalam mengusung warna peradaban Islam di panggung sejarah selama tiga belas abad<span> </span>terakhir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Pada abad XIX (1800 M) ketika Eropa mendominasi Dunia dalam abad XIX dan awal abad ke XX, didorong oleh kehidupan ekonomi industri terhadap bahan-bahan baku dan pemasaranya, dan juga oleh kompetisi politik dan ekonomi satu sama lain, negara-negara Eropa menegakkan kerajaan teritorial Dunia. Belanda menjajah Indonesia, Rusia mengambil Asia, Inggris mengkonsolidasikan kerajaan merak di India dan Afrika. Pada permulaan abad ke-20 kekuatan Eropa hampir menguasai seluruh dunia Islam. Kesemuanya dilindungi dengan peningkatan kekuatan angkatan bersenjata dari negara-negara Eropa, akibatnya Aljazair menjadi negara arab pertama yang ditaklukkan oleh Perancis (1830-1847 M). Negara-negara Islam dan masyarakatnya pada waktu itu tidak lagi hidup dalam keadaan stabil serta tidak mapan sistem kebudayaannya, sehingga keperluan mereka yang mendesak adalah bagaimana menggerakkan kekuatan agar selamat dari dominasi bangsa lain. Sementara agama dan kebudayaan hukum islam terus dipertahankan <a name="_ftnref6" href="#_ftn6"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>. Pemikiran baru mulai bermunculan mencoba untuk menjelaskan sebab-sebab kekuatan Eropa dan mengusulkan negeri-negeri Islam agar dapat mengadopsi ide-ide Eropa tanpa kehilangan identitas dan keperceyaan diri, sebagian besar dari mereka adalah melakukan reformasi terhadap hukum Islam, membentuk basis baru dari kerajaan usmani, persamaan hak kewarganegaraan, dan di akhir abad XIX. Pada abad XVIII orang Eropa sudah memiliki kesadaran renaisans yang tinggi, sedangkan Turki usmani mengalami kemunduran kekuasaan karena kemerosotan moral dan korupsi melanda mereka. Pada paru ke-2 abad XVIII, sehingga negara-negara Barat seperti rusia, Australia, Perancis, dan Inggris mulai memiliki daerah jajahan usmani.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Perang dunia pertama diakhiri dengan lenyapnya kerajaan usmani dan ditandai dengan kemunculan Turki sebagai negara yang independen<a name="_ftnref7" href="#_ftn7"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;">[7]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>. Pengaruh Eropa terhadap dunia Islam menyadarkan kerajaan usmani untuk melakukan perubahan. Dunia Islam abad XX ditandai dengan kebangkitan dari kemunduran dan kelemahan secara budaya maupun politik setelah kekuatan Eropa mendominasi. Keunggulan-keunggulan Barat dalam bidang industri teknologi, tatanan politik dan militer tidak hanya menghancurkan pemerintahan negara-negara muslim yang ada pada waktu itu, tetapi lebih jauh dari itu, mereka bahkan menjajah negara-negara muslim yang ditaklukannya sehingga pada penghujung abad XIX hampir tidak satu negara muslim pun yang tidak tersentuh penetrasi negara Barat. Sejak Napoleon menduduki Mesir umat Islam mulai merasakan dan sadar akan kelemahan dan kemundurannya. </span><span>Sementara mereka juga kaget dengan kemajuan yang telah dicapai Barat. Gelombang ekspansi Barat ke negara-negara muslim yang tidak dapat dibendung itu memaksa para pemuka Islam untuk mulai berpikir guna merebut kembali kemerdekaan yang dirampas. Mereka tidak tinggal diam<span> </span>karena dengan perkembangan teknologi yang dikembangkan oleh Barat dapat menjadi sarana untuk maju, artinya segala komunitas multimedia itu ada manfaat untuk dakwah Islamiah, sehingga berdasarkan pengalaman sejarah itu, sebagian umat Islam percaya pada situs pergiliran kejayaan per tujuh abad. Mereka berharap pada abad XV hijriah ini menjadi titik balik kebangkitan peradaban Islam. Inilah saat awal situs kedua kejayaan Islam. Kalangan ini berharap umat Islam kembali berjaya di berbagai bidang. Diharapkan negara-negara industri maju dan kaya justru berasal dari belahan dunia islam. Begitu pula dari segi kekuatan militer, diharapkan khilafah islamiyah yang kelak menjadi negara adikuasa menggantikan posisi Amerika.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<h4 style="text-align:justify;"><!--[if !supportLists]--><span><span>C.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Teknologi Sebagai Media Dakwah Masa Kini </span></h4>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span> </span>Kini, mercusuar peradaban Islam yang tinggi dan agung itu telah meredup, dunia kembali diselimuti kegelapan. Barat telah mencoba menggantikan peran Islam sebagai mercusuar dunia, tetapi kenyataanya justru menyebarkan virus yang membahayakan kehidupan, ketidakadilan, ketimpangan sosial dan ekonomi, kerusakan ekologi dan sumber daya alam, serta yang lebih penting lagi adalah kerusakan moral dan pemerataan kemaksiatan. Paham materialisme menjadi visi mereka tidak lebih dari sekadar pemuasan diri secara materi. Mereka menjadikan nafsu sebagai alat, motivasi, energi, sekaligus tujuan. Peradaban Barat yang dipaksakan baik secara halus maupun kasar melalui berbagai cara itu telah banyak menelan korban. Demi kepentingan ”ekonomi belaka” yang dibungkus dengan kemasan hak asasi manusia, satu per satu manusia diluluhlantakkan dan tidak perduli berapa juta nyawa yang menjadi korban eksploitasi ekonomi. Rakyatnya diadu domba, kekayaannya dirampok, penduduknya dibodohkan dan dimiskinkan. Imprealisme yang mereka lakukan justru pada abad yang mengagung-agungkan hak asasi manusia<a name="_ftnref8" href="#_ftn8"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;">[8]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>. Melalui sarana komunikasi dan informasi, majalah, televisi, dan internet tiap hari masyarakat muslim dicekoki pemikiran dan gaya hidup masyarakat Barat yang permisif (bebas nilai).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Dua ratus tahun belakang ini laju perkembangan ilmu pengetahuan dapat dikatakan tercepat dan terdahsyat dalam sejarah peradaban manusia. Perkembangan ini memiliki akar sejarah cukup panjang sejak Thales (700 tahun SM) melontarkan pikiran-pikiran SAINS-nya yang sistematik. Pada masa ini diletakkan dasar-dasar berbagai cabang ilmu pengetahuan, dari logika sampai gramatika, dari astronomi sampai fisika<a name="_ftnref9" href="#_ftn9"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;">[9]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>. Akhirnya, umat muslimin melanjutkan tradisi ilmiah peradaban Helenisme, dengan perkembangan-perkembangan yang spektakuler menurut kekuatan zamannya. Itulah sebabnya Islam sangat menekankan pentingnya ilmu pendidikan bahkan wahyu yang pertama kali diturunkan langsung memerintahkan umat Islam untuk <em>Iqra </em>(membaca). Hanya dengan cara itu manusia secara bertahap akan menjadi masyarakat yang beradab dan berbudaya.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="text-align:justify;"><span>Kita memasuki abad ke-21 hanya dalam bilangan jari tangan, begitu cepatnya putaran bumi hampir-hampir kita tidak merasakan itu. Seperti dibayangkan oleh John Naisbitt dalam bukunya <em>Mega Trend Asia</em> bahwa akan terjadi perubahan besar di kawasan Asia Tenggara, di mana Asia Tenggara merupakan bagian dari padanya globalisasi dan akan mencapai puncaknya pada saat ini, dan menuntut kita agar meningkatkan sumber daya manusia dalam semua aspeknya, maka secara detail umat Islam tidak boleh ketinggalan dengan perkembangan yang terjadi di masa modern ini. Kita menyadari bahwa abad sekarang adalah abad teknologi dan informasi,<span> </span>Al-Qur’an dan sunnah mengajarkan kepada setiap muslim untuk menguasai ilmu termasuk dalam mempelajari teknologi agar kaum mereka mampu berdiri di depan dalam perlombaan ilmu teknologi. Misalnya televisi merupakan media<span> </span>informasi sekaligus media hiburan yang dapat kita jumpai di mana-mana sehingga dakwah multimedia merupakan terobosan baru untuk dapat melakukan aktivitas dakwah. Televisi merupakan media audiovisual yang juga sering disebut media pandang dengar. Ustad Arifin Ilham merupakan salah satu dari sekian banyak muballigh yang mampu menerobos dunia perfilman dalam menyampaikan misi dakwahnya. Alangkah indahnya jika setiap film-film yang ditayangkan itu membawa nilai dakwah. Begitu juga membuka acara dialog interaktif agama Islam di media elektronik merupakan bentuk dakwah yang cukup memiliki nilai keterbukaaan, sebagaimana setiap acara yang dilakukan oleh para muballigh kita di setiap acara buka puasa atau acara santap sahur pada setiap bulan Ramadhan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span>Proses dakwah di media </span><span>celluler </span><span>juga merupakan media informasi yang cukup canggih dan <em>trend</em> di zaman sekarang. Hal ini dapat dilihat dari begitu banyaknya pemakaian </span><span>celluler</span><span>, mulai dari pengusaha sampai yang bukan pengusaha, bahkan seperti yang kita ketahui para pekerja yang dilihat kekurangan dalam taraf hidupnya, pelajar yang belum memiliki penghasilan dan pengangguran pun telah dapat menggunakan </span><span>cellule</span><span>r, bahkan rata-rata telah memilikinya. Maka alangkah baik </span><span>celluler </span><span>dimanfaatkan sebagai media dakwah, yaitu dengan cara memanfaatkan fasilitas<span> </span><em>Multimmedia Messaging Service </em>(MMS) sebagai media untuk mengirim pesan-pesan normatif. Dengan ber-SMS kita dapat berdakwah dengan biaya yang murah. Begitu juga dengan pelatihan <em>Leadership Training </em>mulai menggunakan LCD, OHP, dan beberapa alat canggih lainnya, dan itu sangat besar manfaatnya dalam kehidupan kita. Namun, kesemuanya itu hanya merupakan faktor-faktor ikutan yang otomatis akan terjadi jika umat Islam beriman dan bertaqwa dengan cara menegakan hukum-hukum Allah. Sebaliknya, keterpurukan dan penderitaan akan muncul jika kita memertuhankan benda-benda tesdebut<a name="_ftnref10" href="#_ftn10"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;">[10]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>. Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, dalam hal ini tidak pernah mencela dan menghambat umatnya untuk mempertinggi budaya dan kemampuan mereka. Hanya saja dalam mengejar kebahagiaan dunia jangan sampai melalaikan kehidupan akhirat dan mengingatkan kita agar tidk menjadi hamba materi sehingga mengakibatkan umat Islam terperosok terbawa dengan segala tipu daya barat yang mencengangkan. Kita telah mengetahui perkembangan teknologi dari negara barat dan itu merupakan peluang yang tidak dapat kita manfatkan untuk menyiarkan Islam secara modern atau memanfaatkan<span> </span>informasi teknologi yang berkembang pesat saat ini adalah hal<span> </span>yang wajar-wajar saja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span><span> </span>Abdus Salam, seorang fisikawan muslim yang meraih hadiah nobel pada tahun 1979 mengemukakan <em>tafakur al bereflaksi,</em> berpikir tentang menemukan hukum-hukum alam (sains); taskhir adalah memeperoleh penguasaan atas alam (teknologi), jelaslah bahwa al-Qur’an dengan penatah yang berulang kali, mengandung sunah untuk bertafakur dan bertaskhir atau (mengejar sains dan teknologi)</span><a name="_ftnref11" href="#_ftn11"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;">[11]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span>. Inilah yang menjadi peluang terbesar umat Islam, dengan berkembang pesatnya teknologi masa kini maka akan semakin besar pula peluang dakwah kita untuk umat. Mengapa?<span> </span>Karena, dengan begitu akan terlihat keagungan Allah yang Maha Dashyat dan semakin tinggi pula tingkat keimanan kita di sisi-Nya. Bagaimana kita bisa membangun peradaban Islam pada masa kini, apabila kelengahan dan kemalasan<span> </span>masih menyelimuti kaum muslimin, begitu banyak contoh teladan yang ada dalam diri Rasulullah, tak heran ketika itu pernah dikatakan Aisyah ra. bahwa Rasulullah adalah al-Qur’an yang berjalan karena setiap gerak gerik beliau mencerminkan al-Qur’an, sehingga pada masa itu beliau berhasil membangun peradaban jahiliyah menjadi peradaban Islam yang luas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<h4 style="text-align:justify;"><!--[if !supportLists]--><span><span>D.<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Perbandingan Dakwah pada Masa Rasulullah Saw dan Masa Kini </span></h4>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-align:justify;"><span>Beberapa perbandingan dakwah yang diterapkan pada masa Rasulullah dan masa kini yang dilihat dari segi transportasi, tempat, metode dakwah, maupun dalam bidang<span> </span>ekonomi, dan politik yaitu:<span> </span></span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent2" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span>1. Tranportasi</span></strong><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Dari segi transportasi tidak ada satupun teknologi canggih yang membantu Beliau dalam menyiarkan dakwah, unta merupakan salah satu alat transportasi yang biasa digunakan dalam<span> </span>kegiatan sehari-hari, dan juga membantu dalam penyebaran dakwah. Namun, dalam berdakwah sahabat tidak selalu menggunakan unta, karena ada pula yang berjalan kaki. Alhasil, semua dapat dicapai, karena dengan gigihnya Rasulullah dan sahabat menyuarakan kebenaran Islam, sehingga perlahan-lahan masyarakat Arab berbondong-bondong masuk Islam. Namun, pada masa skarang ini hampir setiap pagi kita bangun tidur mendengar berita penemuan-penemuan baru di berbagai bidang kehidupan, contohnya mobil. Dengan adanya alat transportasi ini maka akan mempermudah kita melakukan berbagai kegiatan khususnya dakwah. Namun, sangat disayangkan kecanggihan teknologi di masa modern ini membawa umat Islam terlena ke arah yang negatif, dalam arti lebih menghambakan materi.<span> </span>Akhirnya dakwah yang mereka jalankan tidak berjalan secara efektif dan efisien.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>2.<span> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span>Tempat (Bangunan dan Jarak)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Di masa Rasulullah, Madinah dijadikan sebagai model atau prototipe masyarakat berperadaban Islam, dan Mesjid Nabawi sebagai pusatnya. Lewat mesjid beliau membangun kultur masyarakat baru dan selalu mendorong pengikutnya untuk maju, meningkatkan kehidupan mereka dan mengeluarkan kehidupan dari kegelapan kepada cahaya, mengubah sifat yang keras dan bodoh menjadi berdisiplin dan beradab. Rasulullah sering mengunjungi para sahabatnya dari rumah ke rumah untuk menyampaikan Risalah Beliau dalam bentuk halaqah-halaqah atau kelompok-kelompok kecil. Jarak yang selalu ditempuh Rasulullah mana kala berdakwah letaknya lebih jauh dibandingkan dengan kita yang berdakwah pada saat ini, begitu pula tempat yang<span> </span>kita gunakan lebih memprioritaskan pada fasilitas-fasilitas modern sehingga sudah tidak menggunakan mesjid sebagai tempat pendidikan dalam berdakwah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span>3.</span></strong><span><span> </span><strong>Metode Dakwah</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Komunikasi merupakan sala satu metode dakwah yang Rasulullah terapkan kepada para para sahabatnya, tanpa komunikasi tidak akan mampu berjalan menuju target-target yang diinginkan, demikian komunikasi tanpa dakwah akan kehilangan nilai-nilai Ilahi dalam kehidupan. Maka dari sekian banyak definisi dakwah ada satu<span> </span>definisi yang menyatakan, bahwa dakwah adalah proses komunikasi efektif dan kontinu, bersifat umum dan rasional, dengan menggunakan cara-cara ilmiah dan sarana yang efisien. Definisi tersebut menyiratkan peran dakwah dalam berkomunikasi dengan orang banyak melalui media-media tertentu yaitu dengan cara meyampaikan Islam kepada masyarakat adalah salah satu media komunikasi dakwah yang digunakan Rasulullah saw dengan pesan berantai <em>’&#8230;Maka hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir” (al-hdis)</em> karena Rasulullah saw dalam pesan-pesan strategi dakwahnya selalu memberikan arahan-arahan yang komunikatif, bukan sekedar menyampaikan pesan tanpa perhatian kepada sistem yang efektif dalam mengkomunikasikannya. Adapun metode dan media-media pendukung yang dapat kita cermati atara lain: (1) <strong>Dakwah dengan pendekatan psikososial,</strong> sebagaimana yang diriwayatkan bahwa Rasulluah saw sangat memperhatikan tempo-tempo dalam memberikan nasehat, karena khawatir terjadi kejenuhan, karenanya pula Rasullulah saw seringkali memberikan ilustrasi untuk memahamkan hal-hal teoritis yang abstrak kepada para pengikutya; (2) <strong>Dakwah dengan pola-pola yang memberikan kemudahan bukan menyulitkan, </strong>pola yang memberikan kemudahan dalam dakwah<span> </span>ini merupakan prinsip dasar dalam berdakwah,<span> </span>berdakwah<span> </span>lemah lembut dan santun tidak beralih kepada tindakan keras kecuali dalam keadaan darurat, sebagaimana yang dijelaskan dalam sirah nabi dan ditegaskan oleh para ulama (DR. Fadhl lahi, Mura’at Ahwal al-Mukhathabin,h. 179-180, cet. 1 th.1417 H/1996, Maktabah Malik Fahd Riyad KS). Konkretnya saat ini, menyampaikan kebenaran Islam harus berpusat pada bagaimana agar pesan-pesan itu dapat diterima dengan baik dan dapat diaplikasikan dan diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dakwah dapat berperan aktif<span> </span>dalam perubahan sikap dan perilaku. Untuk mencapai tujuan tersebut, peran komunikasi dakwah sejogyanya dilakukan seefektif mungkin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>4.<span> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span>Ekonomi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Sistem perdagangan yang diterapkan oleh Rasulullah sangat mulia, artinya segala sesuatu yang beliau lakukan tidak semata-mata untuk memperoleh keuntungan, akan tetapi beliau melatih kesabaran dan kejujurannya. Dengan kesabaran dan kejujurannnya maka Sitti Khadijah memilih Rasullullah sebagai tangan kanannya dan pada`akhirnya dijadikan suami. Sitti Khadijah memercayakan seluruh harta kekayaannya untuk Rasulullah dan harta tersebut dijadikan Rasulullah sebagai sarana untuk berdakwah. Sekarang, kita sudah jauh dari nilai-nilai tersebut, dalam bidang ekonomi misalnya sifat sabar dan jujur sudah tidak kita miliki karena orang-orang pada dasarnya hanya mencari materi dan tidak melihat faedahnya. Kita sangat menyadari kemajuan teknologi yang berasal dari dunia Barat (Uni-Eropa, Amerika Utara plus Jepang), sebaliknya negara-negara miskin dan terkebelakang justru berada di dunia Islam. Begitu juga yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi canggih, termasuk mesin-mesin adalah negara Barat. Sedangkan, negara-negara Islam hanya menjadi konsumennya, bahkan tanpa sadar telah menjadi ”kelinci percobaan”, sebagaimana yang terjadi di Irak dan Afghanistan. Dalam sosial budaya kondisinya tidak kalah menyedihkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span><span>5.<span> </span></span></span></strong><!--[endif]--><strong><span>Politik</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Rasullah telah menggambarkan kepada kita dengan siyasi atau politik dalam Islam karena islam sendiri tidak melarang hal ini, yaitu di mana waktu terjadinya perdebatan antara kaum Anshar dan kaum Muhajirin untuk meletakan Hajar Aswad untuk menyeimbangkan Ka’bah. Dan, akhirnya Rasulullah berhasil mendamaikan kedua kaum tersebut, yaitu dengan cara mengambil sehelai kain untuk meletakan batu secara bersamaan dari kedua belah pihak. Pada saat itu dakwah yang dibawa oleh Rasullah masih bersifat sembunyi-sembunyi sehingga jangkauannya kurang meluas, oleh karena itu dakwah yang disebarkan pada masa Rasulullah melalui sistem dagang membuat Islam dapat berkembang sampai pada saat ini dan itulah politik yang digunakan Rasulullah. Pada zaman sekarang politik sudah berkembang, baik di negara maju maupun negara yang kurang maju, akan tetapi politik yang dijalankan sudah tidak berlandaskan dengan unsur-unsur dakwah melainkan untuk kepentingan pribadi dan memprioritaskan sistem persaingan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Sehingga dengan melihat hal tersebut ada yang merasa risau melihat kondisi keterpurukan umat Islam. Namun, ada hal lain yang lebih membuat mereka risau dan sedih, yakni melihat kondisi mayoritas kaum muslimin yang dicekoki oleh pemikiran-pemikiran Barat yang cenderung menjerumuskan mereka ke hal yang negatif. Pada hal di masa Rasulullah menyebarkan Islam begitu banyak halangan dan rintangan yang dilalui, tapi dengan semangat yang bergelora mampu mendobrak peradaban Jahiliyah yang begitu bobrok, tapi tidak mengurangi sedikit semangat Beliau untuk berdakwah. </span><span>Alhasil, Beliau berhasil membawa Islam sampai pada masa sekarang ini. Dan, kini kita telah ditinggalkan Nabi Muhammad selama 15 abad yang lalu dan masih merasakan manis nikmatnya iman dan Islam itu. Perkembangan zaman dengan teknologi canggih menyelimuti bumi, tapi malah kita yang menjadi lengah, seolah-olah tidak memperdulikan lagi landasan-landasan pokok yang ditinggalkan Rasulullah, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah. Apa sebenarnya yang membuat ini terjadi? Mungkinkah telah hilangnya nilai-nlai yang harus diteladani dari diri Rasulullah, yaitu akhlak. Kesemuanya ini tidak akan tercapai apabila kita tidak kembali ke landasan pokok itu (Al-Qur’an dan Sunnah). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Kini, dunia Barat telah tenggelam dan hanyut dalam amukan gelombang modernisasi, sebab mereka tidak hidup bersama Allah SWT, kejayaan materi dan kelengkapan sarana kehidupan yang mereka miliki, (cenderung) menjadi beban dan mendatangkan masalah baru bagi mereka, akhirnya<span> </span>dengan IT (Informasi Teknologi) yang berkembang pada masa sekarang ini menjadi sasaran utama oleh kaum muslimin untuk meraih peluang, yaitu maju bersama dan membangun peradaban Islam dengan cara yang jitu, artinya mereka tetap mengikuti kaidah-kaidah pokok (Al-Qur’an dan sunah) dalam konteks IT . Hal ini merupakan unsur terpenting yang membedakan umat Islam dari umat-umat lain apabila masyarakat muslim sendiri bisa mengaplikasikan nilai-nilai luhur dari Rasulullah dan maju pada era modernisasi sebagai perubahan bagi peradaban Islam, sehingga<span> </span>dari sini kita melihat, keserasian, keharmonisan, dan revelansi antara fikir (ide), harakah (gerakan,), manhaj (metode), dan tanzim (organisasi) untuk menjadikan umat islam, umat terbaik yang di lahirkan umtuk manusia. Kelengkapan Al-Qur’an Nurkarim adalah menjelaskan<span> </span>pokok-pokok segala sesuatu dan fungsinya untuk menuntut manusia yang aman. Inilah yang di maksud sebagai rahmat kebahagiaan dan keberuntungan bagi kaum muslimin, maka dengan demikian hidup manusia tidak dapat tegak lurus dan tidak akan membuahkan hasil yang baik kecuali jika bertumpuk pada asas tertentu yang menjadi fundamennya, dan di antara asas-asas terpenting yang akan menjadi pilar untuk membangun peradaban Islam masa kini, yaitu adanya: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;"><!--[if !supportLists]--><span><span>-<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Asas akhlak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;"><!--[if !supportLists]--><span><span>-<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Asas kemasyarakatan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;"><!--[if !supportLists]--><span><span>-<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Asas politik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;"><!--[if !supportLists]--><span><span>-<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Asas perekonomian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;"><!--[if !supportLists]--><span><span>-<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Amar<span> </span>ma’ruf nahi munkar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;text-align:justify;"><!--[if !supportLists]--><span><span>-<span> </span></span></span><!--[endif]--><span>Jihad Fisabilillah untuk menjunjung tinggi kalimat (Din) Allah<a name="_ftnref12" href="#_ftn12"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;">[12]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Inilah beberapa rangkaian asas yang terpenting yang harus dimiliki oleh setiap mukmin, untuk perkembangan peradaban Islam di masa kini yang disinkronkan dengan teknologi informatika (IT) yang dikembangkan oleh kaum Barat. Maka, Islam akan lebih maju dengan menanamkan nilai-nilai luhur pada setiap individu, yaitu bercermin pada sifat-sifat Allah SWT. dan mengamalkan perbuatan yang bersandarkan akhlakul karimah. Jangan hanya mengejar perkembangan zaman semata, yaitu dengan meningkatnya teknologi masa kini dan akhirnya kita mulai meninggalkan ajaran-ajaran Rsulullah, maka ini pun dapat berdampak negatif bagi<span> </span>umat Islam. Sehingga kemungkinan menimbulkan letupan-letupan atau ledakan-ledakan, baik berbentuk kedzhaliman, kemungkaran, kefasikan, bahkan sampai terlantarnya umat Islam itu sendiri. Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi sekutu Allah mempunyai tugas dan fungsi yang sangat besar sekurang-kurangnya sebagai kuda penarik. Islam mampu memberikan lokomotif ganda bagi setiap umat yang diseru<a name="_ftnref13" href="#_ftn13"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;">[13]</span></span><!--[endif]--></span></span></a>. Demikianlah sunatullahnya sebagaimana Allah firmankan dalam surah al-A’raf ayat 96.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<h3 style="text-align:justify;"><span>E.<span> </span>Kesimpulan</span></h3>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Jika diumpakan sebuah pohon, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kemegahan bangunan-bangunan peninggalan abad lalu adalah buah dari satu pohon yang bernama peradaban Islam. Pohon atau batangnya adalah syari’ah dan akhlak yang dibangun sejak periode Madinah. Sedangkan, akarnya adalah nilai-nilai akidah yang telah dihujamkan ke hati sanubari para sahabat Rasulullah semenjak periode Mekah. Tanpa ditunjang akar yang kuat, batang pohon akan gampang tumbang ditiup angin, sehingga tidak dapat menghasilkan buah. </span><span>Ilmuan-ilmuan muslim terkemuka pada abad pertenghan seperti Ibn. Sina, Ibn. Rusyid, Ibn. Khaldun, Al Khawarijmi, Al Ghazali dan Al Biruni, prestasi keilmuannya begitu gemilang.<span> </span>Namun, kegemilangannya itu bukan semata-semata disebabkan kejeniusan dan kedalaman ilmunya melainkan juga karena keshalihan mereka dan tempaan ajaran Islam yang antara lain mewajibkan mendorong umatnya mendalami dan mengembangkan ilmu pengetahuan ”menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim dan muslimah” begitu sabda Rasulullah SAW, begitu pula firman Allah dalam surah Al-Mujadillah ”&#8230; </span><span>niscaya Allah akan meninggikan di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” </span><span>Alhasil untuk meretas kebangkitan umat Islam dan mewujudkan kembali nilai-nilai Islam yang unggul tidak ada cara yang dapat kita lakukan kecuali menapaktilasi langgkah-langkah Rasulullah menanamkan iman dan taqwa dalam dada para sahabatnya sejak periode Mekah hingga periode Madinah, sehingga mereka berubah dari masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat muslim, dari masyarakat biadab menjadi masyarakat beradab, dari masyarakat hina menjadi masyarakat mulia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span>Proses transformasi dari masyarakat biadab menjadi masyarakat beradab ini direkam oleh Umar bin Khatab melalui pernyataannya ”dahulu kita adalah bangsa yang terendah lalu Allah memuliakan kita dengan Islam. Karena itu, manakala kita mencari kemuliaan dengan selainnya, niscaya Allah akan merendahkan kita kembali” pembagiaan fase dalam menapaktilaki langkah dakwah Rasulullah pada masa kini hanya untuk memberikan penekanan saja. Artinya, bila suatu periode dakwah ditetapkan sebagai ”fase Mekah”, maka pada saat itu semua ajaran Islam, baik akidah, akhlak, maupun syariah harus dilaksanakan secara simultan.begitu pula pada saat periode dakwah memasuki ”fase Madinah”, yang menjadi prioritas penegakan syariah, yaitu dengan terus melakukan pembinaan akidah dan akhlak. Soarang muslim adalah orang yang berkualitas. Umat Islam adalah umat yang berkualitas, karena Islam mengandung konsep-konsep hidup yang menggiring umatnya menjadai umat yang maju dalam segala hal,islam memberi dorongan yang kuat untuk menutut ilmu ,membangun hidup, dan meraih kesuksesan. Islam mengajarkan pada umatnya agar hidup serius, gigih dan bekerja keras, tidak bermalas-malasan. Di dalam surat Al-Jumuah,<span> </span>Allah memerintahkan agar orang-orang yang telah selasai melaksanakan sholat jumat, agar menyebar mencari rezeki Allah. Pegawai kembali ke kantornya, pedagang kembali ke tokonya, dan petani kembali ke sawahnya. Peningkatan kualitas al-ihsan senantiasa menjadi obsesi setiap muslim, sebab kualitas orang sering menjadi ”penerjemah” akidahnya</span><a name="_ftnref14" href="#_ftn14"><span class="MsoFootnoteReference"><span><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:12pt;">[14]</span></span><!--[endif]--></span></span></span></a><span>. Sehingga apabila setiap muslim sudah menanamkan sifat seperti itu tidak menutup kemungkinan perkembangan umat Islam di masa modern ini akan mulai berkembang menggunakan berbagai media elektronik untuk sarana dakwah dan selalu mencontoh sikap mulia Rasullah SAW sebagai hamba yang mulia dan sempurna. Maka, kini saatnya umat Islam bangkit untuk membangun kembali peradaban Islam ala Rasulullah sebagai mercusuar peradaban dunia, sebelum dunia benar-benar runtuh dan dihancurkan oleh sang Penguasa Pemilik tungalnya, Allah SWT. Cara sederhana menghidupkan kembali cahaya Islam ialah dengan menghidupkan kembali tradisi dakwah Rasulullah dengan tetap melihat segala sesuatu secara kontekstual. Semangat dakwah Rasulullah harus senantiasa dihidupkan dalam strategi dakwah masa kini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><br />
</span></p>
<div style="text-align:justify;"><!--[if !supportFootnotes]--></p>
<hr size="1" /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span> Dr. Rasyid Daud, M.A. <em>Islam dalam Berbagai Dimensi</em>, (cet.1, Jakarta: Gema Insani Press, 1998), hlm.27</span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span> Dr. Badri Yatim, M.A., <em>Sejarah Peradaban Islam</em> (Kairo: Matba’ah Isa al-Bab l-Halabi), hlm.72</span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span> Gustaf Leboun, <em>Hadharad al’Arab</em> (Kairo: Marba’ah ‘Isa al-Babi al-Halabi), hlm.72 </span></p>
</div>
<div id="ftn4">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn4" href="#_ftnref4"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span> Hidayatullah, Januari 2007/Djulhijah 1427 H, hlm. 25<span> </span></span></p>
</div>
<div id="ftn5">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn5" href="#_ftnref5"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span> Alwi alatas, SS (Tatsif. Edisi 15 Th. II/ Rabiu’ul Akhir 1427 H/Mei-juni 2006.Hal.15-16</span></p>
</div>
<div id="ftn6">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn6" href="#_ftnref6"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span> Philip k.Hitty, <em>History of the Arabic</em>,the Macmillan Press.London 1974.Hlm 717</span></p>
<p class="MsoFootnoteText"><span> </span></p>
</div>
<div id="ftn7">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn7" href="#_ftnref7"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[7]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span> Ainur Rahim Munthoha.<em>Pemikiran dan p</em></span><em>eradaban islam</em>, (.Cet 1, yogyakarta: UII Press, 1998), Hlm 83-85</p>
</div>
<div id="ftn8">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn8" href="#_ftnref8"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[8]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Dr. K.H Didin Hafidhudin, M.Sc,<em> Dakwah Aktual</em>, (cet.1, Jakarta: Gema Insani Press), hlm.31</p>
</div>
<div id="ftn9">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn9" href="#_ftnref9"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[9]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span> Ibid, </span>hlm.24</p>
</div>
<div id="ftn10">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn10" href="#_ftnref10"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[10]</span></span><!--[endif]--></span></span></a> Muhammad Arifin, S.Ag, M.Ag., <em>Dakwah Multimedia</em> (cet.1, Surabaya: Graha Ilmu Mulia), hlm.77-83</p>
</div>
<div id="ftn11">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn11" href="#_ftnref11"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[11]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span> Drs. Rasyid Daud, M.A, <em>Islam di Berbagai Dimensi</em>, (cet.1, Jakarta: Gema Insani Press, 1998), hlm. 24 </span></p>
</div>
<div id="ftn12">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn12" href="#_ftnref12"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[12]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span> Prof. Dr. Ali Abdulahakim Mahmud, <em>Karakteristik Umat Terbaik</em>, (cet.1, Jakarta: Gema Insani Press, 1996), hlm.94</span></p>
</div>
<div id="ftn13">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn13" href="#_ftnref13"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[13]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span> Amrulah Acmad. <em>Dakwah Islam dan Perubahan Sosia</em>, (cet.1, PLP2M. Januari 1983</span></p>
</div>
<div id="ftn14">
<p class="MsoFootnoteText"><a name="_ftn14" href="#_ftnref14"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-size:10pt;">[14]</span></span><!--[endif]--></span></span></a><span> Dr.Rasyid Daud MA.islam berbagai dimensi. Cet 1.Gema insani press. Jakarta 1998. hlm 65</span></p>
</div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anitadeka.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anitadeka.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anitadeka.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anitadeka.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anitadeka.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anitadeka.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anitadeka.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anitadeka.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anitadeka.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anitadeka.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anitadeka.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anitadeka.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anitadeka.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anitadeka.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anitadeka.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anitadeka.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anitadeka.wordpress.com&#038;blog=2488090&#038;post=51&#038;subd=anitadeka&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anitadeka.wordpress.com/2008/04/27/profil-dakwah-masa-lalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3526fcdba67047ae91d21e43ab72cf2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nitadeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diriku Istimewa</title>
		<link>http://anitadeka.wordpress.com/2008/04/25/diriku-istimewa/</link>
		<comments>http://anitadeka.wordpress.com/2008/04/25/diriku-istimewa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 20:40:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anitadeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel-artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anitadeka.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Pada zaman dahulu, hidupla seorang guru yang sangat bjaksana. Dia membuka sekolah kehidupan yang bertempat di punggung gunung, yang dibawahnya terbentang persawahan dan perkampungan penduduk .Sekolah ini menarik, yakni mengajarkan bagaimana setiap orang ingin hidup lebih baik, menyediakan diri untuk menyepi sambil dibimbing oleh sang guru. Setelah dirasa cukup, setiap murid yang dipandang mampu oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anitadeka.wordpress.com&#038;blog=2488090&#038;post=50&#038;subd=anitadeka&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pada zaman dahulu, hidupla seorang guru yang sangat bjaksana. Dia membuka sekolah kehidupan yang bertempat di punggung gunung, yang dibawahnya terbentang persawahan dan perkampungan penduduk .Sekolah ini menarik, yakni mengajarkan bagaimana setiap orang ingin hidup lebih baik, menyediakan diri untuk menyepi sambil dibimbing oleh sang guru. Setelah dirasa cukup, setiap murid yang dipandang mampu oleh guru disuruh menyebarkan kebenaran-kebenaran tentang kehidupan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada seorang murid yang dianggap pantas untuk segera menamatkan di sekolah kehidupan ini. Pemuda tersebut cerdas, memili komitmen, visi dan integritas yang tinggi, namun sayang sekali, dia mengalami keslitan berbicara alias gagu. ketika sang gur menawarkan kepadanya untuk segera &#8220;turun gunung&#8221;dalam rangka menawarkan kebenaran -kebenaran  kehidupan , Dia merasa belum pantas dan masih terlalu muda. Bagaiman mungkin ia yang masih relatif muda mampu memberitakan kebenaran kepada penduduk desa tempat tinggal, apalagi ia mengalami gangguan berbicara.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-50"></span></p>
<p style="text-align:justify;">&#8221; Guru yang saya hormati, terimaksih jika guru memandang saya mampu untuk turun gunug pertama kalinya menyampaikan misi kebenaran kehidupan. Seperti yang guru ketahui, saya sendiri mangalami ganguan berbicara , tentu guru tidak ingin saya nantinya menjadi bahan tertawaan.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Sambil tersenyum, guru ini meminta sipemuda menuliskan apa yang dirasakannya ketika guru memberiakn sesuatu keemlutnya . Ketika sang guru ingin memberikan potongan mangga yang asam kemulut si pemuda , ia pun menulis &#8220;asam &#8220;. Lalu ia memberiakn potongan pepaya yang manis kemulut pemuda ini, ia pun segea menulis &#8220;manis&#8221;. kemudian sang guru mengajak agar pemuda ini melihat bagimana ia memberiakan kedua potong makanan tersebut kepada burung beo miliknya.Ketika potongan mangga yang asam diberikan kepada burung beo, burung beo ini berteiak, &#8220;asam&#8230;asam&#8230;!&#8221; lalu, burung beo tersebut diberikan potongan pepaya yang manis, dan kembali burng beo tersebut berteriak dengan suara keras, &#8221; Asam&#8230;asam..!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Guru tersebut mengatakan bahwa kebenaran bukan merupakan suatu yang harus dihapalkan dan diucapkan saja. kebenaran merupakan suatu yang diyakini benar dan tidak melanggar kaidaha-kaidah Sang Pencipta . Seseorang leih memercayai kebenaran melalaui tingkahlaku dari pada ucapan-ucapan yang indah.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah piano bukan benar-benar piano jika tidak pernah dimainkan dan ddengarkan suaranya dalam melantunkan lgu-lagu yang merdu. Janganla anda seperti botol madu yang setiap waktunya menyimpan madu, namun belum pernah merasakan betapa manis dan berkasiatnya madu tersebut. kebenaran merupakan tindakan yang bisa menular pad orang lain untuk melakukan hal yang sama.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu fakta penting tentang manusia yang dipandang sebagai satu kebenaran adalah bahwa manusia diciptakanbegitu istimewaoleh Sang Pencipta. Sang Khalik tidak peranah ecewa dengan kehadiran dan kelahiran seoranganak. Manusia dikarunia berbgai macam kemampuan yang membuat dia mampu untuk menguasai dan megelolah alam semesta ini sebaik mungkin. Manusia sangatlah unik. Sealipun anak kembar, tetapi tetap memiliki kepribadian yang berbeda-beda.</p>
<p style="text-align:justify;">Proses kejadian manusiassangatla dasyat, untuk membuahi sel telur, satu sel sperma harus berkompetisi dengan jutaan sel sperma yang lain dan hanya satu saja tau beberapa yang menjadi pemenangnya, yaitu kita seperti sekarang ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Film Keajaiban dunia karya Harun Yahya, sangat elas menggambarkan bagaimana kejadian manusia yang sangat uni. keajaiban lainnya adalh manusia memiliki denyut jantung 100.000 ali/hari, memompa 25.000 liter darah/hari keselurh tubuh, mata ampu membedakan lebih dari 10 juta warna, panjang pembulu darah mencapai mencapai 100.000 dan jika disambungkan dengan serat-serat otot yang diemiliki ternyta mampu memberika kurang lebih 25 ton daya tarik ekuatan otot apabilah eseluruhan otot disalurkan kearah yang sama.</p>
<p style="text-align:justify;">selain itu dalam kurun waktu yang 24 jam, jantung orang normal berdenyut 103.69 kali darah meempuh peralanan sepanjang 168.000.000 mil, bernapas sebanyak 23.040 kali, meghirup udara sebanyak 438 M3, menelan 1,5 kg makanan, dan minum 3,5 liter cairan berkata -kata sebnyak 25.000 kata, menggerkkan 750  otot, kuku tumbuh sepanjang 0.00012 cm,dan rambu tumbuh sepanjang 0.94353 cm. lebih ajaib lagi, semua ini diperintahkan oleh sebuah organ yang besarnya sebesar kepalan tangan dan dengan berat kurang lebih1,5 kg yakni otak.jika diteliti lebih lanjut , otak ini terdiri atas satu triliun sel otak, yang jumlahy setara dengan 167 kali jumlah penduduk bumi. Setiap sel mampu bekerja lebih hebat dari PC komputeryang kita miliki hingga keluaran produk yng paling mutakhir sekalipun.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu ajaibnya manusia sehingga tidak seorang pun yang berhak sombong karen semua yang dimiliki sesungguhnya anugerah Sang Pencipta.</p>
<p style="text-align:justify;">Sipakah yang didunia ini yng lahir tanpa kekurangan? jawabnya, tidak ada! Kalaupun manusia melihat yang ada yang begitu sempurna, pada dasarnya ia belum sempurna karena mungkin ada kekurangan yang masih ditutupi agar tidak terlihat oleh lingkungannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Langkah yang penting saat ini adalah bagaimankit menrima keberadaan diri apa adanya dan melihat potensi diri yang masih bisa dikembangkan lebih lanjut.</p>
<p style="text-align:justify;">Survei mencatat, begitu banyak  tokoh- tokoh terkenal didunia ini yang lhir dengan segal kekurangan, tapi mapu merubah dunia an memberikan karya terbesar dalm sejarah umat mnusia. Missalny, Louis Braile ( 1809-1852), adlah seorang laki-laki yang prstasi karen sebelah matanya tertusk sewaktu bermain-main dengan pelan dan pelengapan kuda di toko ayanya pengobatan kli itu belum selengkap saat ini. Luka pada mata Bral semakin parh infeksi pada matanya menyebbkan kebutaan total. ondisi demikian tidak membuatnya srt unutk beljar dia tetap menikmati pelajaran disekolahnya. namun sayangny dia tidak dapat melihat dan menulis. saat itu, Bral nya mengandalkan teliga saja untuk menyerap ilmu yang didapatnya. Selnjutnya, Brail bersekolah disekolah khusus anak-ank tunanatra. Ketika itu, ia mulai belajar dan mencoba benda-benda timbul yang dirasakan oleh tangan dan dikaitkan dengan makna tertentu. ketidak sempurnaan brille dan didukung oleh te4kad yang kuat, telah membuahkan hasil spektakuler yang luar biasa hingga saat ini. buah karyanya, huruf brille telah membukakan pintu pengetahuan bagi orang-orang tunanetra. saat ini, apakah kita terlalu merasa tidak berdaya untuk melayani orang lain? sang khalik mengetahui setiap kekurangan hamba-Nya dan dia juga turut bekerja untuk mendatatagkan kebaikan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya. Zig-Zhiglar,  seorang motifator ulung mengatakan, &#8221; jika anda kecewa dan mengeluh terhadap dirimu sendiri  dngan segala kekuranganmu, datnglah kepada arsitek yang merancang dan menciptakan dirimu itu&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">jadi mulai saat ini, lakukan perbuata baik dan positif yang bisa dilakukan sekecil apa pun. tutup mulut untuk berkeluh kesah, upayakan senantiasa bersyukur, serta lakukan inventarisasi kelebihan dan kekurangan diri. dengan sering mengucap syukur dan merenungkan makna kehidupan, kita akan semakin menyadari bahwa sebenarnya setiap manusia berharga dan istimewa dimata sang pencipta untukmenjalankan kebaikan kepada sesamanya.</p>
<p style="text-align:justify;">coba baca tulisan puisi berikut dengan saksama :</p>
<p style="text-align:justify;">ENGKXU SXNGXT BERHXHXRGX</p>
<p style="text-align:justify;">bilxmxnx engkxu tergodx untuk</p>
<p style="text-align:justify;">membolos sehxri txnpx</p>
<p style="text-align:justify;">memberitxhukxn xtxsxnmu,</p>
<p style="text-align:justify;">dxn engkxu berpikir</p>
<p style="text-align:justify;">bxhwx  kehilxngxn  sxtu orxng tidxk</p>
<p style="text-align:justify;">xkxn  membuxt bxnyxk perbedxxn,</p>
<p style="text-align:justify;">sebenxrnyx engkxu sedxng menempxtkxn</p>
<p style="text-align:justify;">xtxsxnmu dxlxm posisi seperti</p>
<p style="text-align:justify;">mengetik dengxn sxtu hurupnyx hilxng.</p>
<p style="text-align:justify;">dix dxpxt menggxnti huruf itu dengxn</p>
<p style="text-align:justify;">huruf yxng lxinnyx</p>
<p style="text-align:justify;">seperti yxng kitx lxkukxn seklxrxng,</p>
<p style="text-align:justify;">bilx mxnx orxng yxng tepxt</p>
<p style="text-align:justify;">berxdx pxdx tempxt yxng tepxt.</p>
<p style="text-align:justify;">mengapa anda bisa membacanya ?    sederhana saja karna huruf &#8220;A&#8221; yang mestinya menempati huruf &#8220;X&#8221; tersebut. sekalipun bisa dibaca degan baik, namun tetap saja mata tidak bisa dibohongi. hal itupunmenunjukan betapa istimewanya &#8220;A&#8221; sehingga memeang huruf itulah yang harus hadir ditengah-tenngah tulisan tersebut agar cocok.</p>
<p style="text-align:justify;">komitmen untuk memperkuat refleksi dan inspirasi diri:</p>
<p style="text-align:justify;">1. saya merasa  begitu istimewa setelah saya merenugkan apa yang dikatakan jonh wesli, demikian &#8221; saya tidak dapat menghentikan burung yang terbang melintas di kepala saya, tetapi tentu saja saya dapat menghentikannya ketika dia membuat sarang di rambut saya !&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">2. tubuhku adalah ciptaan sang khalik yang palingsempurna diantara seluruh ciptaan. oleh karna itu, saya tidak akan merusakkannya dengan pergaulan bebas maupun kebiasaan-kebiasaan yang dapt merusakkan tubuh ini.</p>
<p style="text-align:justify;">3. sudah selayaknya saya mnsyukuri apapun kondisi saya saat iani karna saya begitu istimewa telah diciptakan .</p>
<p style="text-align:justify;">4. selama masih ada nafas kehidupan berarti saya masih diberi kesempatan untuk bernuat bagi sesama dengan saya saat in. suatu kesempatan emas yang tidak akan sia-siakan.</p>
<p style="text-align:justify;">5. bagi saya hati merupakan organ penting yang memancarkan kehidupan. oleh karna itu, saya akan menjaga hati saya dengan segala kewaspadaan supaya tidak ytercemar.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anitadeka.wordpress.com/50/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anitadeka.wordpress.com/50/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anitadeka.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anitadeka.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anitadeka.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anitadeka.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anitadeka.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anitadeka.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anitadeka.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anitadeka.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anitadeka.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anitadeka.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anitadeka.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anitadeka.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anitadeka.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anitadeka.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anitadeka.wordpress.com&#038;blog=2488090&#038;post=50&#038;subd=anitadeka&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anitadeka.wordpress.com/2008/04/25/diriku-istimewa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3526fcdba67047ae91d21e43ab72cf2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nitadeka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Profil Syekh Ahmad Yasin</title>
		<link>http://anitadeka.wordpress.com/2008/04/16/profil-syekh-ahmad-yasin/</link>
		<comments>http://anitadeka.wordpress.com/2008/04/16/profil-syekh-ahmad-yasin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 14:02:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anitadeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anitadeka.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Syekh Yasin, nama lengkapnya Syekh Ahmad Ismail Yasin lahir tahun 1938 di desa Al-Jura, sebelah selatan kota Gaza, syahid pada saat sedang puasa sunah Senin- Kamis, hari Senin, 1 Shafar 1425 H/ 22 Maret 2004 M karena dihantam rudal penjajah Zonis Israel setelah melaksanakan sholat subuh berjama’ah di masjid Al-Mujama’ Al-Islami, Gaza Syekh Ahmad Yasin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anitadeka.wordpress.com&#038;blog=2488090&#038;post=47&#038;subd=anitadeka&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a title="ahamd-yassin.jpg" href="http://jalurgaza.files.wordpress.com/2008/03/ahamd-yassin.jpg"><img src="http://jalurgaza.files.wordpress.com/2008/03/ahamd-yassin.thumbnail.jpg?w=455" alt="ahamd-yassin.jpg" align="left" /></a>Syekh Yasin, nama lengkapnya Syekh Ahmad Ismail Yasin lahir tahun 1938 di desa Al-Jura, sebelah selatan kota Gaza, syahid pada saat sedang puasa sunah Senin- Kamis, hari Senin, 1 Shafar 1425 H/ 22 Maret 2004 M karena dihantam rudal penjajah Zonis Israel setelah melaksanakan sholat subuh berjama’ah di masjid Al-Mujama’ Al-Islami, Gaza</p>
<p style="text-align:justify;">Syekh Ahmad Yasin merupakan tokoh spiritual gerakan Hamas, Qiyadah/ pemimpin bagi pejuang dan rakyat Palestina melawan penjajah Zionis Israel.</p>
<p style="text-align:justify;">Walaupun usianya uzur, kondisi tubuhnya lumpuh dari leher hingga ujung kaki, setiap hari harus menggunakan kursi roda, tidak menghalangi beliau untuk berdakwah, memimpin dan membina umat, rakyat Palestina khususnya di Gaza.</p>
<p style="text-align:justify;">Beliau memiliki ‘izzah/ kemuliaan sehingga disegani dan dicintai kawan, ditakuti lawan dalam hal ini penjajah Zionis Israel.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-47"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai tokoh spiritual dan qiyadah dalam perjuangan, Syekh Ahmad Yasin banyak memberikan keteladanan bagi pengikutnya dan rakyat Palestina, juga bagi umat Islam yang rindu syahid di jalan Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam suatu khutbahnya, Syekh Ahmad Yasin pernah berkata: Umat ini tidak akan pernah memiliki kemuliaan dan meraih kemenangan kecuali dengan Islam. Tanpa Islam tidak pernah ada kemenangan. Kita selamanya akan selalu berada dalam kemunduran sampai ada sekelompok orang dari umat ini yang siap menerima panji kepemmpinan yang berpegang teguh kepada Islam, baik sebagai aturan, prilaku, pergerakan, pengetahuan, maupun jihad. Inilah satu-satunya jalan. Pilih Allah atau binasa!</p>
<p style="text-align:justify;">Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala-bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan) mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS: Al-Imran/3: 126).</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu ketika ada seorang penganut Kristen di kota Ramallah, Tepi Barat, Bassam Hana Rabbah namanya. Dia datang menemui Syekh Ahmad Yasin untuk mengadukan permasalahannya karena ada seseorang di Gaza melakukan penipuan terhadap dirinya. Syekh Ahmad Yasin yang juga pimpinan Dewan Islah (perdamaian) dengan bijaksana mampu mendamaikan antara Bassam Hana Rabbah seorang Kristen dengan seseorang yang telah melakukan penipuan.</p>
<p style="text-align:justify;">Syekh meresponnya dengan serius, bahkan mampu bersikap adil terhadapku. Hak-hak saya pun bsa kembali saya nikmati. Sebagai tanda terima kasih, sebagian hartaku diberikan kepada Dewan Islah, tutur Hana Rabbah.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai seorang Qiyadah/pemimpin, Syekh Ahmad Yasin tidak cinta dunia, tidak gila harta, bahkan kehidupannya sangat sederhana.</p>
<p style="text-align:justify;">Mariyam Ahmad Yasin menceritakan tentang sikap hidup ayahnya:</p>
<p style="text-align:justify;">Rumah ayah terdiri dari 3 kamar dengan jendela yang sudah rapuh. Rumah ini sangat sederhana sekali. Ini fakta bahwa ayahku tak cinta dunia, namun cinta akhirat. Banyak yang menawari beliau untuk memiliki rumah seperti pejabat tinggi negara, namun ditolaknya. Bahkan pernah suatu ketika, Pemerintah Otoritas Palestina memberi sebuah rumah besar di suatu kampung mewah di Gaza, . Namun Tawaran itupun di tolak, ia tidak peduli dengan berbagai ragam bentuk kesenangan duniawi.</p>
<p style="text-align:justify;">Rumah ini sangat sempit. Tidak ada lantai, dapurpun ala kadarnya. Jika musim dingin, kami kedinginan. Namun jika musim panas tiba, kami pun kepanasan. Ayah sama sekali tidak memikirkan untuk merenovasi rumahnya. Ia justru sibuk mempersiapkan rumah di akhiratnya. Adapun kondisi psikis, Alhamdulillah, kami cukup sabar, karena kami percaya. Insya Allah, kami akan melihatnya lagi di surgaNYa nanti. Untuk itulah kami juga sangat berharap bisa mati syahid seperti beliau.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika Syekh Ahmad Yasin ingin kaya, harta menumpuk, rumah mewah bertingkat, mobil mengkilat lebih dari empat, makanannya serba lezat, semuanya bisa saja beliau dapatkan, bukankah beliau mempunyai pengikut yang taat, kedukukan yang memikat, akan tetapi semuanya itu tidak beliau lakukan untuk memperkaya diri di tengah pengikut dan rakyatnya yang sedang sengsara dan menderita, akibat penjajah, sekali lagi tidak!</p>
<p style="text-align:justify;">Syekh Ahmad Yasin memiliki iman dan perasaan yang tinggi, beliau sangat cinta dan peduli kepada umat yang pada hakekatnya adalah umat Nabi Muhammad saw.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS:An Nisaa/4: 69).</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah kita semua telah meneladani beliau yang hidup sebagaimana kehidupan Rasul SAW dan para shahabatnya? Yang lebih mencintai akherat ketimbang kehidupan dunia yang murah dan menipu? Yang lebih menyukai debu-debu jihad daripada mobil-mobil mewah mengkilat? Di manakah kita sekarang? (*)</p>
<p style="text-align:justify;">by H. Ferry Nur, S.Si, ( Sekjen Kispa )</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anitadeka.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anitadeka.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anitadeka.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anitadeka.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anitadeka.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anitadeka.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anitadeka.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anitadeka.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anitadeka.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anitadeka.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anitadeka.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anitadeka.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anitadeka.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anitadeka.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anitadeka.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anitadeka.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anitadeka.wordpress.com&#038;blog=2488090&#038;post=47&#038;subd=anitadeka&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anitadeka.wordpress.com/2008/04/16/profil-syekh-ahmad-yasin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3526fcdba67047ae91d21e43ab72cf2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nitadeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jalurgaza.files.wordpress.com/2008/03/ahamd-yassin.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ahamd-yassin.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>4 Jenis Mahasiswa</title>
		<link>http://anitadeka.wordpress.com/2008/04/16/4-jenis-mahasiswa/</link>
		<comments>http://anitadeka.wordpress.com/2008/04/16/4-jenis-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 13:43:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anitadeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anitadeka.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Pada saat menjadi mahasiswa baik di program S1, S2 maupun S3 di Jepang, saya mengalami berbagai proses pembelajaran yang kadang bikin geli kalau mengingatnya sekarang. Proses belajar ternyata membuat jenis dan karakter saya berubah-ubah. Kadang saya nggak sadar dengan ketidakmampuan saya, tapi kemudian kenyataan menyadarkan saya bahwa saya tidak mampu, dan akhirnya setelah saya belajar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anitadeka.wordpress.com&#038;blog=2488090&#038;post=46&#038;subd=anitadeka&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2006/01/romi1.jpg" alt="romi satrio wahono" width="136" height="144" />Pada saat menjadi mahasiswa baik di program S1, S2 maupun S3 di Jepang, saya mengalami berbagai proses pembelajaran yang kadang bikin geli kalau mengingatnya sekarang. Proses belajar ternyata membuat jenis dan karakter saya berubah-ubah. Kadang saya nggak sadar dengan ketidakmampuan saya, tapi kemudian kenyataan menyadarkan saya bahwa saya tidak mampu, dan akhirnya setelah saya belajar keras saya jadi sadar apa saja kemampuan saya. Di sisi lain agak sedikit berbahaya ketika saya tidak sadar dengan kemampuan saya. Jadi kayak bunglon dong? Hmm lebih tepatnya bunglon darat <img class="wp-smiley" src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" alt=";)" /> . Terus saat ini anda termasuk jenis mahasiswa yang mana? Mari kita lihat bersama.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Mahasiswa Yang Tidak Sadar Akan Ketidakmampuannya (Unconsciously Incompetent)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tahun 1994, kehidupan saya di Jepang di mulai. Saya beserta 14 orang yang lain sekolah bahasa Jepang di Shinjuku, nama sekolahnya Kokusai Gakuyukai. 1 tahun belajar bahasa Jepang, kita berhasil menghapal sekitar 1000 kanji. Kemampuan bahasa Jepang level 1 menurut <a href="http://www.jees.or.jp/jlpt/en/" target="_blank">Japanese Language Proficiency Test</a> alias Nihongo Noryoku Shiken. Kebetulan karena saya senang <span style="text-decoration:line-through;">nggombalin orang</span> ngomong, percakapan bahasa Jepang saya cukup terasah (pera-pera). Di Kokusai Gakuyukai, kita juga diajari pelajaran dasar untuk Matematika, Fisika dan Kimia. Ini juga nggak masalah. Kurikulum Indonesia yang padat <span style="text-decoration:line-through;">merayap</span> plus rumus-rumus cepat ala bimbel <img class="wp-smiley" src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt="D" /> , membuat soal-soal jadi relatif mudah dikerjakan. Karena saya newbie di dunia komputer, padahal harus masuk jurusan ilmu komputer, saya beli komputer murah untuk saya oprek. Newbie? yah bener, saya gaptek komputer waktu itu. Saya kerja keras, saya bongkar PC, saya copoti card-cardnya karena pingin tahu, sampe akhirnya rusak hehehe. Terus nyoba mulai install Windows 3.1. Lebih dari 3 bulan, tiap malam saya keloni terus itu komputer, jadi lumayan mahir lah. Tahun 1995, masuk ke Saitama University dengan sangat PD dan semangat membara <img class="wp-smiley" src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=")" /> . Nah pada tahap ini saya sebenarnya masuk ke jenis mahasiswa yang tidak sadar akan ketidakmampuannya. Dikiranya semua sesuai dengan yang dibayangkan dan diangankan.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-46"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Mahasiswa Yang Sadar Akan Ketidakmampuannya (Consciously Incompetent)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Masuk kampus, ternyata bekal kanji 1000 huruf nggak cukup. 1000 kanji itu level anak SD atau SMP di Jepang. Saya perlu lebih dari 30 menit untuk membaca 1 halaman buku textbook pelajaran, padahal orang Jepang hanya perlu 2-3 menit <img class="wp-smiley" src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif" alt="(" /> Kemahiran percakapan juga nggak banyak menolong karena mahasiswa Jepang membentuk grup-grup. Saya satu-satunya mahasiswa asing di Jurusan, nggak kebagian teman, meskipun sudah kerja keras tegur sapa, ngajak kenalan, nanya jam, nanya mata pelajaran, dsb. Matematika, Fisika, dan Kimia sebenarnya mudah, hanya masalahnya karena Kanji terbatas, kadang saya nggak ngerti yang ditanyain apa. Jadi kadang saya kerjasama dengan mahasiswa Jepang disamping saya, dia ngerti apa yang ditanyain, tapi nggak bisa ngerjakan. Sebaliknya saya nggak ngerti yang ditanyain, tapi sebenarnya bisa ngerjain … hehehe. Untuk praktek di lab komputer, ternyata semua pakai terminal Unix (Sun), sama sekali nggak ada mesin yang jalan under (Microsoft) Windows. Yang pasti, harus sering mainin command line di shell, untuk ngedit file hanya bisa pakai emacs, browsing hanya bisa pakai mosaic, laporan harus pakai latex, buat program harus pakai bahasa C atau perl (CGI) untuk yang berbasis web. Kenyataan membuat saya sadar akan ketidakmampuan saya <img class="wp-smiley" src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=")" /> .</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Mahasiswa Yang Sadar Akan Kemampuannya (Consciously Competence)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Karena sadar bahwa banyak hal yang ternyata saya belum mampu, yang saya lakukan adalah belajar keras. Saya kurangi tidur, saya perbanyak baca, perbanyak beli buku, beli kamus elektronik, banyak diskusi dengan teman-teman mahasiswa Jepang. Saya mulai banyak bermain-main dengan Linux dan FreeBSD di rumah untuk kompatibilitas dengan tugas kampus. Nyambung internet dengan dialup, mulai belajar mengelola server, mulai membuat program kecil-kecilan dengan bahasa C dan Perl. Banyak kerja part time, mulai dari nyuci piring, interpreter, code tester dan programmer. Saya mulai aktif di dunia kemahasiswaan, baik di dalam kampus maupun di luar kampus, termasuk ikut mengurusi <a href="http://ppi-jepang.org/" target="_blank">Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang</a> sampai pernah terpilih jadi ketua umumnya. Knowledge dan skill di kampus terasah, experience dan manajemen keorganisasian juga terasah. Alhamdulillah saya mulai banyak punya teman Jepang, kadang makan bareng, main bareng atau ngoprek komputer bareng di asrama mereka. Untuk menambah ilmu kadigdayaan (sebenarnya sih untuk keperluan kerja part time <img class="wp-smiley" src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" alt=";)" /> ), saya menambah peliharaan komputer di apartemen dengan Apple Macintosh dan beberapa Unix machine.</p>
<p style="text-align:justify;">Tahun pertama dan kedua terlewati dengan baik, nilai lumayan dengan nuansa penuh kegembiraan. Saya berusaha semaksimal mungkin “menjual” kemampuan saya, baik dalam bentuk jasa alias sebagai interpeter, lecturer, programmer, software engineer, maupun dalam kemasan produk software yang saya buat (sistem informasi rumah sakit, sistem informasi periklanan, web application, network management system, dsb). Alhamdulillah saya sudah bisa mandiri dan mendapat banyak pengalaman dan keuntungan finansial mulai tahun ketiga kehidupan saya di Jepang, sehingga akhirnya saya putuskan menikah “dini” supaya lebih tenang, aman dan sehat <img class="wp-smiley" src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" alt=";)" /> . Nah pada masa ini jenis saya adalah semakin sadar akan kemampuan saya <img class="wp-smiley" src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=")" /> .</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Mahasiswa Yang Tidak Sadar Akan Kemampuannya (Unconsciously Competence)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Saya banyak ngejar kredit di tahun 1 dan 2, dengan harapan bisa tobikyu (loncat tingkat), meskipun saya kemudian nggak minat lagi karena ternyata di Jepang kalau kita loncat langsung ke program Master (S2), ijazah S1 nggak diberikan oleh Universitas. Resiko besar kalau saya balik Indonesia tanpa ijazah S1, urusan birokrasi pemerintahan (PNS) akan merepotkan, apalagi kalau nanti nyalon jadi walikota semarang, bisa kena pasal ijazah palsu … hehehe. Akhirnya tingkat 3 kuliah banyak kosong (sudah terambil di tingkat sebelumnya). Part time juga saya lebih selektif, hanya di bidang garapan saya saja, yang bisa kerja remote dan lebih bebas waktunya. Tidak ada lagi tempat untuk kerja kasar nyuci piring atau angkat karung. Saya terpaksa ambil mata kuliah jurusan lain untuk menjaga ritme kampus. Meskipun kadang ditolak professor pengajar, karena saya ambil mata kuliah semacam combustion, teknologi pendidikan, sistem tata kota, dsb yang nggak ada hubungan dengan computer science. Akhirnya karena keasyikan ngambil kredit, nggak sadar kelebihan kredit. Total terambil 170 kredit, padahal syarat lulus S1 hanya 118 kredit <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p style="text-align:justify;">Sehari hampir 18 jam di depan komputer, kecuali tidur sekitar 6 jam, tugas kampus juga saya kerjakan dengan baik. Akhirnya masuklah saya ke masa, “nggak ngerti lagi mau ngapain di Internet” <img class="wp-smiley" src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt="D" /> . Saya mulai suka iseng dan banyak aktif di dunia underground dengan berbagai nama samaran. Saya kadang membuat program looping tanpa stop untuk mbangunin admin kampus, alias men-downkan server karena overload CPU dan memori. Kadang nge-brute force account teman untuk ambil passwordnya, sehingga bisa baca email-email cintanya <img class="wp-smiley" src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" alt=";)" /> . Sampai akhirnya saya pernah kena skorsing 3 bulan karena ngecrack account professor-professor di kampus. Nah di masa ini, saya berubah jenis sebagai mahasiswa yang nggak sadar bahwa punya kemampuan untuk berbuat negatif dan merusak kestabilan kampus <img class="wp-smiley" src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=")" /> .</p>
<p style="text-align:justify;">Di sisi lain, saya banyak mendapatkan knowledge di Universitas, formal language dan automata, software project management, software metrics, requirement engineering, dsb yang pada saat dapat kita mikirnya ini nanti dipakai dimana yah <img class="wp-smiley" src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=")" /> . Tapi ternyata semua itu bekal yang cukup berguna ketika harus masuk ke dunia industri dan menggarap project-project yang lebih riil. Kondisi seperti ini juga termasuk dalam posisi yang tidak sadar akan kemampuannya <img class="wp-smiley" src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=")" /></p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimanapun juga mahasiswa sebaiknya di arahkan untuk menjadi jenis ke-3, yang sadar akan kemampuannya dan menggunakan kemampuannya untuk hal-hal positif. Kalaupun ada mahasiswa yang dengan skillnya terjebak tindakan negatif, pembimbing ataupun dosen juga harus bijak mensikapi. Bagaimanapun juga ini semua adalah proses belajar dan proses pematangan diri. Sebagai tambahan, 4 hal diatas diformulasikan orang dan terkenal dengan nama teori <strong>Experiential Learning</strong>. Lalu anda termasuk yang mana? Silakan dijawab sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang paling penting, apapun jenis anda, jangan pernah menyerah dan tetap dalam perdjoeangan !</p>
<p style="text-align:justify;">oleh: Romi Satrio Wahono</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anitadeka.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anitadeka.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anitadeka.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anitadeka.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anitadeka.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anitadeka.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anitadeka.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anitadeka.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anitadeka.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anitadeka.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anitadeka.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anitadeka.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anitadeka.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anitadeka.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anitadeka.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anitadeka.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anitadeka.wordpress.com&#038;blog=2488090&#038;post=46&#038;subd=anitadeka&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anitadeka.wordpress.com/2008/04/16/4-jenis-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3526fcdba67047ae91d21e43ab72cf2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nitadeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2006/01/romi1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">romi satrio wahono</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" medium="image">
			<media:title type="html">;)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" medium="image">
			<media:title type="html">D</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif" medium="image">
			<media:title type="html">(</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" medium="image">
			<media:title type="html">;)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" medium="image">
			<media:title type="html">;)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" medium="image">
			<media:title type="html">D</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" medium="image">
			<media:title type="html">;)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ya Alloh.. jngan biarkan kami mati tanpa membawa keduanya</title>
		<link>http://anitadeka.wordpress.com/2008/04/16/ya-alloh-jngan-biarkan-kami-mati-tanpa-membawa-keduanya/</link>
		<comments>http://anitadeka.wordpress.com/2008/04/16/ya-alloh-jngan-biarkan-kami-mati-tanpa-membawa-keduanya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 02:53:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anitadeka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muhasabah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anitadeka.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Dulu kami pernah mendengar doa &#8220;Alhamdulillah ‘ala kulli ni’matil islaam wani’matil imaan” yang artinya kurang lebih “ Segala puji bagimu ya Alloh (saya sangat bersyukur padamu ya Alloh) atas semua ni’mat islam dan Iman”………….. Jujur waktu itu kami bingung dengan bunyi doa itu, karena setau kami, kita mengucap alhamdulillah atau bersyukur biasanya setelah mendapat suatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anitadeka.wordpress.com&#038;blog=2488090&#038;post=45&#038;subd=anitadeka&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://www1.istockphoto.com/file_thumbview_approve/866927/2/istockphoto_866927_hands_out.jpg" alt="doa" width="182" height="127" />Dulu kami pernah mendengar doa &#8220;Alhamdulillah ‘ala kulli ni’matil islaam wani’matil imaan” yang artinya kurang lebih “ Segala puji bagimu ya Alloh (saya sangat bersyukur padamu ya Alloh) atas semua ni’mat islam dan Iman”…………..</p>
<p style="text-align:justify;">Jujur waktu itu kami bingung dengan bunyi doa itu, karena setau kami, kita mengucap alhamdulillah atau bersyukur biasanya setelah mendapat suatu keni’matan atau rizki, misalnya setelah kita makan, Bangun tidur , merasakan segarnya udara pagi yang sejuk, selamat dari musibah. Mendapatkan keuntungan besar dalam bisnis, berhasil masuk ke perguruan tinggi faforit, nilai UTS dan UAS A semua, berhasil diterima kerja di tempat yang sangat kita inginkan dengan gaji besar, menemukan pendamping hidup yang sangat tampan (seperti tom cruise)/cantik (seperti salma hayek) yang baik dan Solih/Solihah dll……………………………..</p>
<p style="text-align:justify;">Namun Diatas semua keni’matan itu ada keni’matan yang luar biasa, yang dengannya kita merasa Hidup kita terarah, punya tujuan,, Optimis, tenang dalam menghadapi problem sebesar apapun, tidak pernah merasa kesepian, dengan keni’matan itu kita bisa berkasih sayang tulus, dengan keni’matan itu kita bisa saling menolong dengan tulus tanpa menharap imbalan, dengan keni’matan itu kita bisa bersaudara walaupun warna kulit kita berbeda ataupun lebar mata , dengan keni’matan itu kita bisa menjadi pribadi yang mempesona karena dibimbing dengan Akhlak yang mulia dan Ketulusan serta keikhlasan di hati, Wajah kita memancarkan senyum ketulusan ketenangan, kesejukan dan keihlasan, yang dengan semua keni’matan itu membuat hidup kita jauh lebih berarti.<br />
<span id="more-45"></span><br />
Alhamdulillah Alloh menunjukan kepada kami akan besarnya nilai sebuah keimanan dan islam, saat Alloh menarik ni’mat iman dan islam itu di hati ini, Hidup Tak tau Arah bagai orang buta yang tersesat di tengah rimbah, penuh ketakutan dan kecemasan, Selalu merasa kesepian meskipun ditengah keramaian, Takut memandang masa depan karena hidup penuh kepesimisan sebab ia hanya mengandalkan kemampuan diri yang sangat terbatas dan lemah ini, tidak ada kasih sayang yang tulus, tidak ada persaudaraan yang tulus yang ada pertemanan karena saling mengintungkan, jika sudah tidak menguntungkan tidak ada lagi ikatan pertemanan, Hati jauh dari ketenangan dan Hidup terasa Hampa tidada Arti, Wallohua’lam.</p>
<p style="text-align:justify;">Alloh swt berfirman dalam Al Qur’an : Sesungguhnya agama yang diterima disisi Alloh Adalah Islam” Almaidah ayat 2</p>
<p style="text-align:justify;">“ Sesungguhnya Orang yang paling mulia disisi Alloh diantara kalian adalah orang yang paling bertaqwa</p>
<p style="text-align:justify;">“ Al muslimu Akhul muslim “ (Orang muslim adalah saudara orang muslim lainnya”</p>
<p style="text-align:justify;">“ Alloh akan menolong seorang hamba , selama ia mau menolong saudaranya yang berada dalam kesulitan)<br />
“Ketahuilah bahwa hanya dengan mengingatKu Hatimu akan tenang</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah keni’matan terbesar yang membuat hidup kita tentram dan damai?????? IMAN DAN SILAM adalah Jawabannya, Semoga keduanya meltkat dihati hamba sampai akhir masssa, Wallohu a’lam.</p>
<p style="text-align:justify;">“Yaa Muqollibal Quluub sabbit qolbi alaa diinik”<br />
Wahai zat sang maha pembolak-balik hati, tetapkan Hatiku pada Agamamu”</p>
<p style="text-align:justify;">“ Robbanaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idzhadaitanaa …..”</p>
<p style="text-align:justify;">” Y a Tuhan Kami , janganlah Engkau mengembalikan hati kami (seperti masa lalu kami yang kelam kami), setelah Engkau beri kami Hidayahmu…..”</p>
<p style="text-align:justify;">“ Allohumma Nawwir Quluubanaa Binuuri Hidaayatika, Kamaa Nawwartal Ardo Bi Nuuri Syamsika, Abadan-Abadan”</p>
<p style="text-align:justify;">“ Ya Alloh Sinarilah hati kami dengan nuur Hidayahmu, sebagaimana Engkau Sinari bumi dengan Cahaya Surya-Mu, selamanya, selamanya”</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anitadeka.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anitadeka.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anitadeka.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anitadeka.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anitadeka.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anitadeka.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anitadeka.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anitadeka.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anitadeka.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anitadeka.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anitadeka.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anitadeka.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anitadeka.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anitadeka.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anitadeka.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anitadeka.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anitadeka.wordpress.com&#038;blog=2488090&#038;post=45&#038;subd=anitadeka&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anitadeka.wordpress.com/2008/04/16/ya-alloh-jngan-biarkan-kami-mati-tanpa-membawa-keduanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3526fcdba67047ae91d21e43ab72cf2?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nitadeka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www1.istockphoto.com/file_thumbview_approve/866927/2/istockphoto_866927_hands_out.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">doa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
