Surat Terkasih untuk Ibu Pertiwi tahun 2008

Posted: 13 Januari , 2008 in Story

anak jalananIbu,
* Saya adalah anak negeri Indonesia yang ingin mencurahkan perasaan saya yang sudah tidak terbendung lagi……………
* Semakin hari, perasaan saya semakin dikoyakkan oleh keadaan negeri ini………
* Permasalahan-permasalahan yang semakin menumpuk seakan-akan menjadi ornamen ” kemendungan negeri ini………..
* Entah kapan perasaan ini bisa terobati dengan adanya ”obat” mujarab yang diberikan kepada negeri………..

Ibu…..
* Saya adalah anak negeri yang penuh kekahawatiran terhadap kelangsungan negeri ini……………..
* Kau titipkan negeri ini kepada kami, namun seakan akan kami tidak mampu mengemban amanah itu…….
* Wajah bangsa ini seakan-akan penuh luka yang sudah memborok dan mengering……..

Ibu………..
* Saya adalah anak negeri yang ”ngeri” melihat keadaan negeri ini…………..
* Hukum yang ”tegak” sulit untuk diraih…
* Keadilan yang merata sulit untuk digapai………….
* Pendidikan sebagai dasar anak-anak negeri ini sulit dicapai karena mahal & sistem yang porak poranda…………..
* Kemakmuran & kesejahteraan seakan-akan merupakan hal ”imajinasi” saja…yang hanya ada diteori saja

Ibu…………..
* Saya adalah anak negeri yang lagi cemas menitipkan generasi penerus kepada bangsa ini………..
* Sikap ”malu” sudah bukan merupakan bagian dari wajah negeri ini……….untuk memenuhi hasrat pribadi, rasa malu merupakan rasa yang ada di buku saja
* Sikap bersyukur rasanya sudah jauh dari bayangan negeri ini serta sikap empati & tepo seliro merupakan hal yang sangat sulit dicari………..

Ibu………..
Saya adalah anak negeri yang sedang sulit tidur memikirkan negeri ini
Sayaakan bercerita tentang ibu beberapa pernyataan yang ada disurat ini….
* Negeri ibu lagi menderita sekali………..busung lapar, bencana, penyakit folio, demam berdarah, flu burung, banyaknya anak-anak yang tidak tahu bagaimnana melanjutkan sekolah, petani yang bingung,banyaknya pengangguran seakan-akan menjadi bukti berarti bagaimana sewaktu ”bencana” datang………….mereka berusaha menarik perhatian dan semua ”ribut” tentang itu…..namun sudah disangka ibu………..ini hanya berlangsung sejenak setelah itu tidak ada penyelesaian yang tuntas…….banyak saudara-saudara saya yang semakin menderita………

Ibu………….
* Saya adalah anak negeri yang tidak ingin negara ini hancur karena ” ketololan ” kami semua……
* Saya ingin juga bercerita kepada ibu bagaimana kelakuan para wakil rakyat kami. Mereka sibuk menaikkan gajinya sendiri, seakan-akan mereka adalah pejuang nomor satu. Mereka mungkin lupa bu….mereka hidup dari para petani-pedagang……mereka pintar dari para guru………mereka duduk digedung itu karena rakyat berharap….mereka tidak punya rasa bu……mereka lupa bahwa saudara-saudara kami masih banyak yang membutuhkan uluran kasih atas terwujudnya kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan secara merata….

Ibu pertiwi………….
* Saya adalah anak negeri yang sedan resah & prihatin atas ”permainan ” yang sedang dilakukan negeri ini…………..
* Apakah bencana dan persoalan-persoalan yang terus menerus mendera bangsa ini meruapkan satu pertanda peringatan dari Tuhan sebagai penguasa segalanya? Apakah Tuhan ingin menunjukkan bahwa Dia Maha Mengetahui segalanya?Apakah Tuhan memperlihatkan betapa porak-poranda negeri ini”

Ibu Pertiwi………….
* Saya adalah anak negeri yang lagi mengimpikan obat mujarab untuk negeri ini…………….
* Tolong ibu………tunjukkan kepada para penguasa, para abdi rakyat pada pengatur negeri ini dan “ para-para” yang lain bagaimana agar mereka sadar & peka atas semua kejadian ini……………
* Tolong Ibu…..berikan obat yang ampuh agar para itu menjadi sadar bahwa kesejahteraan rakyat & keadilan yang merata menjadi milik kami semua………….anak negeri ini
* Tolong Ibu………..berikan petunjuk atas nama kesaktian obat ibu agar semua peka betapa indahnya ketenangan & kedamaian itu………..
* Tolong Ibu………Berikan sapu tangan ” ajaib” untuk menghapus air mata anak-anak negeri ini
* Hilangkan semua duka……….Hilangkan semua Lara………..Hilangkan semua derita & nestapa………

Ibu pertiwi……..
* Saya adalah anak negeri yang mendambakan negeri ini kembali ceria seperti mawar yang mekar………….
* Saya adalah anak negeri yang mendambakan untuk selalu melihat senyuman ikhlas di semua anak negeri ini
* Semoga Ibu Mendengar……

Refleksi Rita Eka Izzaty

Iklan
Komentar
  1. cahedw berkata:

    subhanalloh,

    bagus banget tulisannya…

    “Tolong Ibu………Berikan sapu tangan ” ajaib” untuk menghapus air mata anak-anak negeri ini”

    Suka

  2. Rita Eka Izzaty berkata:

    Apa khabar Nita? terima kasih atas kebaikan hati ananda yang sudah mempublikasikan ungkapan hati dgn goresan pena ibu via media ini..kapan ya ibu bisa ke Manado lagi? Sukses buat Nita ..amin

    Jogja, 10 Desember 2009

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s