AbiQuu

Posted: 5 Agustus , 2013 in Story

08012013_副本Kata-kata ini tidak akan pernah habis untuk menuliskan semua kebaikan-kebaikan abi. Sosok yang saya kenal, begitu bersahaja, baik, ramah dengan siapapun, bertanggung jawab, penyayang, kadang saya berpikir sayalah orang yang paling beruntung di dunia ini yang bisa dipertemukan oleh Allah dengan abi, tapi kadang saya tidak menyadari hal itu maafkan ummi 😦 . Tidak lama lagi usia pernikahan memasuki 3 tahun, masih terbilang muda, masih banyak yang harus dipelajari. Suatu hari saya pernah ditanya sama teman ibu-ibu, terlihat dari wajah beliau sepertinya sudah memiliki banyak pengalaman. “Nit.. menikah umur berapa??” sedikit kaget mendengar pertanyaan itu, koq tida-tiba disodorkan pertnyaan seperti itu, langsung saja saya jawab “umur 23 tahun bu’ pas selesai kuliah, kenapa bu’?” ibunya menjawab lagi “Koq berani ya..?? uda berani mengambil resiko nikah di usia muda, hebat kamu nit, karena kebanyakan nikah di usia muda itu banyak masalahnya, nikahnya aja cepat, tapi berakhirnya juga cepat.” ibu itu coba menjelaskan. Saat mendengar kata-kata itu saya jadi terpancing, dan saat itu pembicaraanpun menjadi panjang.

Dari pembicaraan itu banyak pelajaran yang saya dapatkan, tentunya saya tidak ingin menjadi korban nikah diusia muda, meski banyak cobaan yang kita lalui, karena setiap rumah tangga memiliki permasalahan yang berbeda-beda. Kembali ke topik awal 🙂 Saya adalah orang yang masih keras kepala dan egois, masih terlalu banyak yang harus saya pelajari untuk menjadi seorang wanita sholehah, menjadi bidadari syurganya abi, abi maafkan saya, maafkan sikap keras ummi, pernah terpikir bahwa menjadi wanita sholeha itu gampang-gampang saja setelah membaca novel-novel melankholis, nonton TV, tapi ternyta tidak semuda membaca novel atau nonton TV, tidak semuda itu, namun saya tidak pernah menyesal menikah diusia muda, dan tidak pernah menyesal dipertemukan dengan sosok laki-laki seperti abi, abi terlalu baik, sangat baik, kadang saya berpikir abi tidak pantas menikahi saya, mungkin masih begitu banyak wanita sholehah yang akan abi dapatkan, tapi hati ini selalu berkata “kesempatan untuk selalu memperbaiki diri itu masih ada, selagi saya masih bernafas, saya akan terus berusaha menjadi seperti apa yang abi inginkan dan yang terbaik dimata Allah. “Aamiin.

Dimanja, disuapin semuanya abi selalu lakukan untuk saya, abi tidak pernah marah, apalagi memukuli saya, abi terlahir dari keluarga yang penyayang, religius, berpendidikan, dari keluarga baik-baik, keluarga yang selalu menyayanginya, keluarga yang tidak pernah memukulinya, atau bersuara keras kepadanyai, abi dibesarkan dengan penuh kasihsayang, lemah lembut. Kita memiliki dua karakter yang berbeda, sangat berbeda, berbeda kultur, berbeda pola asuh, saya terlahir dari keluarga yang didikannya keras, dan berasal dari kelurga yang tidak terlalu religius.

Ya Allah terimakasih Engkau telah mempertemukan kami, terimkasih telah mempertemukan saya dengan sosok laki-laki yang begitu baik, laki-laki yang mau menerima semua kekurangan-kekurangan saya, menerima keluarga saya, laki-laki yang selalu memanjakan saya, menyayangi saya, laki-laki yang menjadi pengganti almarhum ayah saya, selalu mengingatkan saat saya berbuat khilaf, memaafkan ketika saya melakukan kesalahan, maafkan saya yang kadang mengeluarkan kata-kata kasar sampai melukai perasaan abi, maafkan saya, maafkan saya,, Ya Allah saya ingin sekali menjadi bidadari syurganya abi, saya ingin mati dalam keridhoan abi, saya ingin ketika abi memandang saya maka akan ada kesejukan, Ya Allah jagalah cinta kami, naungilah kami dengan cintamu, jadilah kami selalu dewasa dalam menghadapi manis-pahitnya hidup ini, selalu dewasa dalam menghadapi masalah yang datang, jadikan kelurga kami keluarga yang mau belajar selalu belajar untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin. Pertemukanlah kami di Syurga Mu kelak, Aamiin

Iklan
Komentar
  1. Sultan berkata:

    You don’t choose your family. They are God’s gift to you, as you are to them. ~~Desmond Tutu

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s