Teruslah tumbuh menjadi anak yang dewasa

Posted: 12 Agustus , 2013 in Story

pageWaktu terasa sangat cepat, sangatlah cepat, kemarin saya masih merasa baru melahirkan syifa, belum begitu lama, masih teringat jelas semuanya, rasa sakit ketika itu, masa-masa saat menjaganya, saat menimang syifa, menggantikan popoknya, menyuapinya, merawatnya dan sekarang tidak terasa syifa  sudah memasuki usia 1,8 bulan, itu artinya sudah satu tahun saya tidak menemani dia, satu tahun saya tidak merawat dia, satu tahun saya tidak mengajari dia, satu tahun kita tidak bersama. Terus apa yang kau lakukan niiiiiiit???? mengejar mimpi-mimpimu? mengejarcita-citamu?? atau menjadi wanita karir?? mengejar titel??  atau apa?? kenapa hanya membiarkan syifa tumbuh dewasa sama neneknya?? itu adalah masa-masa keemasannya kenapa lebih memilih mengejar mimpi-mimpimu?? bagaimana ketika pulang dan syifa tidak mengenalimu bagaimana jika dia lebih memilih neneknya dari pada kamu niit? syifa mengira neneknya adalah ibunya, karena neneknya yang selalu mengajari dia banyak hal. Neneknya yang selalu memahami masa-masa kecilnya, neneknya yang selalu menemani dia bermain saat masa-masa keemasannya. Apa yang harus kau lakukan niiit??

Ya.. Allah, pertanyaan-pertanyaan itu selalu menghantui saya, pertnyaan itu membuat saya tidak tenang, gelisah dan sakit. Apa yang harus saya lakukan?? pernah saya coba untuk membawa syifa bersama, agar bisa menemani saya di saat-saat kuliah, tapi saya tidak memiliki kuasa untuk itu, saya hanyalah orang yang lemah, saya tidak bisa membawa anak saya  sendiri, saya tidak memiliki kekuatan untuk itu. Saya lemah, lemah, lemah.

Kenapa saya lebih memilih mimpi dan cita-cita saya untuk melanjutkan study dibandingkan merawat syifa dirumah? Ya Allah saya tahu diluar sana mungkin tidak ada ibu seperti saya yang begitu tega meninggalkan anak demi mengejar mimpi, atau mungkin saya berada di posisi pertama yang tega meninggalkan anak. Ya Allah Maafkan saya sudah mengabaikan amanahMu, syifa maafkan ummi, maafkan ummi, kalau ummi melihat foto-foto syifa yang baru dikirim, ummi merasa senang karena syifa sudah semakin besar, tapi disisi lain ummi sangat menyesal karena bukan ummi yang di samping syifa tapi nenek, ummi hanya bisa menangis.

Mimpi itu telah lama dipendam, mimpi itu telah lama ummi simpan, ummi sudah berjanji sama Almarhum kakek untuk sekolah setinggi-tingginya, ummi akan membuat kakek bangga, meski kakek sudah tidak ada lagi di Dunia. Ummi juga akan buat syifa bangga mempunyai ibu seperti ummi. Syifaaa… ummi mohon jangan marah sama ummi  ketika ummi  kembali, ummi mohon jangan lupakan ummi ketika ummi datang, ummi mohon jangan cuekin ummi ketika ummi pulang, karena itu akan membuat ummi semakin sedih dan sakit, Ummi tidak akan lama lagi disini.

Pertnyaan-pertnyaan itu selalu saja datang kepada saya, saya tahu semua itu ada konsekuensinya, saya sudah memilih untuk ini, saya harus siap dengan semuanya, saya tahu yang terbaik untuk saya dan masa depan anak saya. Terimkasih untuk orang-orang yang selalu mendukung saya, yang selalu membuat saya kuat dan tegar, terimkasih abi yang selalu menemani saya, terimakasih ibu yang sudah merawat syifa, yang sudah menganggap syifa seperti anak sendiri, maafkan saya yang hanya menambah beban ibu dan bapak mertua, semoga Allah SWT selalu membalas kebaikan-kebaikan kalian semua. Aku mencintai kalian semua karena Allah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s