Unforgettable experience

Posted: 17 Agustus , 2013 in Story

IMG_3991“Did you know that Indonesia is the largest Muslim country in the world? With 12.9% of the world’s Muslims, Indonesia is a multi-cultural and multi-religious country made of 17,5000 islands and over 500 dialects.” (Kelli Swazey Ph.D).

“Pengalaman yang tak terlupakan.” Bukan karena pertama kalinya bertemu dengan orang barat, atau melihat orang barat. Sejak SMP-SMA atau bisa dibilang selama enam tahun saya sudah hidup dengan mereka (bersama tante dan om) mereka yang sudah saya anggap seperti orang tua saya sendiri, om  kebangsaan Denmark, sedangkan tante Manado/Gorontalo, jadi bisa dikatakan sedikit banyak hal yang saya tahu dari mereka, om tidak suka berbasa-basi, selalu on time, disiplin dan penuh tanggung jawab, dan dengan kehidupan gaya baratnya, namun disini saya tidak akan menceritakan pengalaman itu dulu.

   Video dibawah ini adalah hasil penelitian Kelli di Indonesia, fokus penelitian pada Suku Toraja

Pengalaman yang tak terlupakan disini adalah ketika saya bertemu dengan seorang Antropolog kebangsaan Amerika serikat tahun 2008, dia adalah Miss Kelli swazey Ph.D seorang mahasiswi dari Universtas of Hawai, waktu itu saya masih semester lima masih dalam proses menyelesaikan pendidikan S1 di STAIN manado (sekarang menjadi IAIN). Sebenarnya pengalaman ini sudah lama ingin saya posting di blog, namun password blognya baru dapat kemarin.

Meski sudah bertahun-tahun tinggal bersama bule bukan berarti bahasa inggris saya di atas rata-rata, bahkan sampai sekarang masih saja terbata-bata dan masih banyak harus dipelajari, saya tidak tahu kenapa bisa seperti itu, meski sudah dua kali ke kampung inggris untuk kursus, saya berpikir mungkin karena dari dulu saya tidak begitu suka dengan bahasa inggris, sering bolos kalau pelajaran bahasa inggris, dan bahkan sedikit membencinya, tapi pengalaman itu tidak ingin kuceritakan disini, itu nanti.

Senin sore, saya masih ingat jelas harinya tapi lupa tanggal berapa ditahun 2008. Ketika itu saya membuka email ada pesan masuk, sebenarnya pesan itu dikirim ke tulisan saya yang ada di blog namun komen-komen pembaca harus saya acc terlebih dahulu dan laporannya masuk ke email, saya buka pesan itu sambil menunggu loading akhirnya terbuka juga dan langsung saya baca, sedikit kaget saat membaca pesan itu yang berbunyi “Hello Anita, Saya sangat tertarik pada artikelmu. Nama saya Kelli Swazey, peneliti antropologi dari Universitas Hawai’i Manoa (USA), sedang tinggal di Manado. Penilitianku mengenai identitias etnik Minahasa dan kerukunan beragama di Manado dan Miinahasa. Boleh saya mohon sedikit waktu untuk menyurati atau bertemu? Saya tertarik pada penelitianmu dan pendapatmu terhadap kerukunan beragama di Minahasa. Anda boleh menghubungi saya ( Kelli Mencantumkan nomor HP dan alamat email). Salam hangat, Kelli.

Ternyata dari seorang wanita berkebangsaan Amerika Serikat, padahal waktu itu saya baru saja turun ke jalan bersama teman-teman untuk memboikot produk-produk Amerika, pokoknya saat itu ketika mendengar kata-kata Amerika selalu saja sedikit kesal.

Selesai membaca pesan itu ada sedikit rasa senang, bangga, kuatir, cemas, pokonya nano-nano. Senang dan bangga karena anak S1 semester lima akan diwawancarai oleh seorang warganegara Amerika serikat yang sedang mengambil program Doktor dan sementara menyelesaikan Disertasenya di Indonesia, saya langsung berpikir bahwa ini seperti bumi dan langit. Kwatir, cemas sudah pasti karena saya tidak tahu bahasa inggris, sejenak berpikir apa yang harus saya katakan? inilah akibat selalu lari dari pelajaran bahasa inggris sejak masih SD, pas masuk  SMP-SMA saya harus tinggal dengan orang barat yang kesehariannya mendengarkan bahasa yang aneh itu menurut saya, dan ketika semester lima saya harus ketemu lagi dengan orang Asli Amerika dan dia sangat membutukan informasi dari saya. Bahkan sampai sekarangpun ketika melanjutkan S2 melalui program beasiswa diwajibkan ikut tutorial bahasa inggris dan tutorial toefl program ini seperti Fardu Ain, karen tidak boleh ditinggalkan sama sekali, mungkin sudah takdir saya harus dipertemukan dengan bahasa inggris.

Setelah selesai membaca semua pesan itu, saya segera membalasnya dan meninggalkan nomor HP saya dan mencatat nomor Hp Kelli, kemudian saya tutup kembali emailnya. Tulisan yang ingin diwawancarai adalah “Manado sebagai monument pluralisme beragama di Indonesia.” Tulisan tersebut adalah karya ilmiah saya, yang pernah saya buat ketika mengikuti perlombaan karya ilmiah di Universitas Paramadina jakarta. Dan tulisan-tulisan yang saya buat selalu diposting diblog, karena waktu 2008 masih semangat-semangatnya belajar membuat blog dan rajin memposting tulisan, ketika saya memposting tulisan tersebut ternyata dibaca oleh Kelly, karena risetnya sedikit berkaitan dengan tulisan yang saya buat dan mungkin menurutnya dapat memberikan informasi untuk risetnya. Akhirnya Kelli mngirimkan saya pesan dan berharap kita bisa bertemu dan secepatnya melakukan wawancara.

Sesampai dikos saya langsung mengirim sms ke miss Kelli tidak terhitung beberapa menit kelli segera menelfon saya, gugup ketika ketika mendengar Kelli bicara dengan lugas, penuh wibawa, tapi sayang sekali saya tidak mengerti artinya, akhirnya saya katatakan “Pardon” sampai berkali-kali. Mungkin karena dia tahu saya tidak begitu tahu bahasa inggris, akhirnya bahasa inggris yang saya dengar tiba-tiba berubah dengan bahasa yang saya pahami kelli menggunkan bahasa indonesia yang di padukan sedikit dengan bahasa inggris. Menghelah nafas sedikit lega, karena kali ini saya  mengerti apa yang Kelli katakan.

Keesokan harinya kita bertemu di Kafe pukul 15:00 masih seperti biasa dengan jilbab melambai dan jubah, kelli sudah menunggu saya dia benar-benar on time sudah kuduga, dia melihat saya memakai jilbab kelli tersenyum, kemudian dia menyapa saya dengan ramah, and Shaking Hands Tightly and Cipika-Cipiki, begitulah orang Amerika ketika pertama kali bertemu, saya berpikir untung saja kelli bukan seorang laki-laki, sudah pasti dia akan berjabat tangan dan mungkin mencium pipi saya sebagai sebuah perkenalan awal, dan kalau saya katakan bukan muhrim dan menghindar mungkin akan terlihat sedikit aneh, Alhmdulillaah Kelli perempuan, kelli menyuruh saya duduk suasana semakin cair dan bersahabat, kita saling melemparkan senyum, meski dalam hati sedikit kwatir karena saya akan diwawancarai selama satu jam dan bagaimana dengan bahasa inggris saya.

Kelli mulai mengeluarkan perlengkapan  yang sangat lengkap, perekam, untuk merekam pembicaraan saya, kemudian dia mengeluarkan kamera, surat izin meneliti, data dirinya, dan meminta data diri saya secara lengkap, kelli mengunakan bahasa inggris dan sedikit-sedikit bahasa indonesia, dan sayapun demikian, sedikit bahasa inggrisnya dan banyak bahasa indonesianya, Alhmdulillah saya bisa memahami apa yang dia tanyakan, saya selesai mengisi biodata diri dan membaca prosedur penelitiannya, dan selalu saja saya melemparkan senyum, mungkin untuk menghilangkan  sedikit nerves saya.

Wawancara dimulai pertanyaan demi peratnyaan dilemparkan kepada saya, mulai dari keberagaman Manado, suku Minahasa, filosofi Tinutuan (Bubur Mnado)  pertanyaan-pertnyaan umum tentang indonesia, MUI, sampai President Obama, dan pertanyaan-pertanyaan umum lainnya tentang indonesia, karena kelli akan mengelilingi indonesia dan Suku Toraja sebagai fokus penelitiannya.

Tidak terasa satu jam berlalu, waktu wawancara telah selesai, suasana masih terasa bersahabat, kelli segera memesan minuman dan makanan, dan kita berbagi cerita agar lebih akrab lagi, kelli menanyakan pendidikan dan hobby saya, karena itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang sopan menerut mereka, saya menjawab apa adanya. Selesai makan, kita berpisah dan buat janji lagi untuk bertemu, dia menyerahkan saya amplop, saya menolak karena pikirku saat itu saya hanya ingin membantu kelli, saya merasa bahagia karena bisa membantu orang lain berbagi ilmu, tapi kelli terus menyodorkan amplop itu dan berkata ini sangat bermanfaat untuk membeli buku-buku tentang karya tulis ilmiah, dan itu memang rezki saya dengan terpaksa saya mengambilnya. Kita berpisah dan berjabat tangan dan memberikan ciuman dipipi and she said “Verry nice talking with you today.” See You Tomorrow

Saya lupa belum sholat Asar karena pertemuan itu  tepat jam 15:00, buru-buru cari angkot dan menuju mesjid kampus. *unforgettable experience 🙂

Iklan
Komentar
  1. Sultan berkata:

    Nice experience…..
    Satu hal; usahakan jangan pernah putus contact. Pengalaman seperti ini tidak bisa didapatkan oleh semua orang. Terus jaga komunikasi, karena -percayalah- suatu saat anda akan memerlukannya.
    (dan suatu saat saya akan meminta anda membantu saya. Haha….)
    Salam

    Suka

  2. anitadeka berkata:

    haha, Riiight TQ kk’

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s