Kata orang itu hari Yang spesial

Posted: 22 Agustus , 2013 in Muhasabah
  • index22-agustus-1987, tepat tanggal ini saya menginjak usia yang ke 26 tahun, semalam detik-detik memasuki tanggal ini, abi mendoakan saya dan dan memasuki jm 00:00 abi memberikan ciuman dikening, dan berkata ”de’ tetap jaga hubungan kita ya.. kk’ selalu percaya sama ade, dan selalu menyayangi ade sampai kapanpun, teruslah menjadi nita yang dewasa, tidak mudah marah dan semakin sholehah dan semoga menjadi bidadari kk di Syurga kelak’Aamiin”. *semoga mencium dan mendokan saya saat umur saya bertmbah tidak menjadi ritual dikalangan ummi dan abi, semoga abi terus mencium saya setiap sebelum tidur *ngarep. Mendengar kata-kata abi tiba-tiba jadi sedih karena merasa belum begitu banyak yang bisa saya berikan untuk abi, maafkan saya.

    Umur semakin bertambah itu berarti usia kematianpun semakin dekat, tidak ada yg harus dirayakan, tidak ada yg semestinya di ucapkan atau merasa gembira karena umur semakin panjang. Dulu terpikir bahwa setiap ulang tahun harus dirayakn diselametin dan saling berucap ”selamat ulang tahun ya..” *cipika-cipiki. Namun setelah tumbuh menjadi semakin dewasa alhmdulillah saya bisa memahami semua itu, bahwa hal semacam itu tidak perlu dirayakan, cukuplah dengan berdoa, muhasabah diri agar terus lebih baik dan terus baik dari hari-hari kemarin.

    Memasuki usia yang ke 26 ada sesuatu yang sangat kurang, saya tidak bisa bersama syifa, saya selalu merindukan saat-saat bersama anak saya, usia 26 ini tidak ada prestasi sama sekali yang saya buat, tidak ada yang spesial, tidak ada yang bisa saya buat terlebih untuk anak saya, suami, agama, bahkan negara saya, tidak yang spesial, kata orang ini hari yang spesial, tapi tidak menurut saya, maafkan saya, yang hanya menjadi ummi dengan gelarnya saja tanpa ada yang saya perbuat untuk anak saya, menjadi istri tapi kadang mengeluh, menjadi mahasiswi tapi tidak ada prestasi yang saya buat untuk kampus saya, terlebih untuk agama dan negara saya tidak ada karya ilmiah yang saya tulis, tidak ada opini-opini yang bisa memberikan solusi untuk negara saya, yang ada hanyalah tulisan-tulisan yang saya rasa tidak terlalu perlu untuk saya posting diBLOG.

    Waktu kecil saya sering berpikir ingin cepat tumbuh menjadi anak yang dewasa, mengetahui orang lain yg memiliki umur 20-an itu menurut saya ada orang yang pemikirannya semakin matang, seiring berjalannya waktu umur itu telah saya lewati, setelah saya menginjak usia 26 tahun saya merasa tidak ada yang dewasa dari saya, pemikiran saya masih masih seperti ini, saya berpikir apa mungkin usia 26 sekarang dan usia 26 tante saya berbeda? saya melihat mereka adalah orang-orang yang matang dan dewasa ketika itu.

    Masih membahas Ulang Tahun, ketika masih kecil kalau ada teman yang berulang tahun di sekolah dan teman itu sekelas dengan saya, senangnya g’ ketulungan, saya merasa setiap hari ingin ada yang ulang tahun, agar saya bisa makan kue, permen dan nasi kotak tiap hari. Membawa pulang balon itu cukup membuat saya senang namun, belum sampe dirumah balon saya sudah dipecahin sama teman-teman yang tidak bertanggung jawab.

    Saya lupa ketika masih bersama ibu dan abah, apa mereka pernah merayakan ulang tahun saya. Saya sendiri lupa bahkan kita tidak pernah ada foto bersama waktu saya kecil. Ketika abah meninggal saat saya menjelang ujian ebtanas kelas 6, dan saya harus memilih berpisah dengan ibu dan kakak setelah lulus SD *kenapa ceritanya bisa sampe kesini. Maaf cerita ini tidak dibahas disini, ralat.

    Masih tentang Ulang Tahun, hmm saya sangat merindukan adanya perayaan ulang tahun ketika masa kecil, sekarang setelah mengetahui semuanya saya memilih introspeksi diri itu lebih baik, karena itu tidak mengeluarkan biaya. Setelah menikah dengan abi, saya melihat foto-foto masa kecilnya penuh dengan perayaan ulang tahun, ulang tahun abi, dan adik-adiknya ternyata ibunya tidak pernah melewatkan hari-hari yang spesial itu buat anak-anaknya. Ketika melihat foto-foto itu saya langsung terpikir bahwa sejak kecil saya dan kakak tidak pernah ada foto-foto ulang tahun bersama ibu dan abah. Kata orang itu hari yang spesial, tapi tidak untuk saya dan kakak.

    Doa saya dipenghujung malam ini, saya ingin bersungguh-sungguh menjadi seorang ibu untuk anak saya, dan menjadi istri yang benar-benar solehah di mata Abi, dan tidak ingin menjadi mahkluk yang selalu mengeluh. saya takut perpisahan, saya takut kesedihan, saya takut kelihangan orang-orang yang saya cintai. saya ingin selalu tersenyum, ceria melewati setiap lembar kehidupan saya. Pertemukanlah saya dengan abah saya di Syurga Kelak, sehat-sehatkanlah ibu saya, maafkan anakmu belum bisa membalas semua kebaikan-kebaikan ibu selama ini. Love U

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s