Kontes “Miss World” dan “Mis-Misan” Lainnya

Posted: 4 September , 2013 in Artikel-artikel

Abad dimana wanita sukarela diekspolitasi jd alat ekonomi dan objek seksual. perempuan dinilai di depan publik dg standar setiap jengkal tubuhnya. kasihan perempuan abad ini , bencana bagi kita semua

Catatanku

Beberapa hari ini ramai diberitakan penolakan beberepa elemen masyarakat terhadap penyelenggaraan kontes Miss World yang rencananya akan diadakan di Bali dan di Sentul, Jawa Barat pada bulan September ini. Penyelenggara Miss World adalah grup MNC milik Hary Tanoe yang memiliki banyak media di tanah air (RCTI, Global TV, MNC TV, Koran SINDO, dll) . Penolakan didasarkan pada argumen bahwa kontes tersebut merendahkan martabat perempuan, sebab yang dinilai adalah kecantikan lahiriah dan beberapa bagian fisik perempuan yang tidak jauh dari seputar pinggul dan dada. Belum lagi ada sesi memakai bikini yang memperlihatkan aurat perempuan di hadapan penonton. Meskipun panitia Miss World membantah tidak ada sesi bikini, malah semua peserta akan memakai kebaya rancangan desainer terkemuka di tanah air, namun kelompok penolak tetap bergeming. Saya menilai alasan-alasan penolakan lebih banyak didasarkan dari sudut pandang keagamaan (dalam hal ini agama Islam) dan sosio-kultural. Di tengah krisis moral dan korupsi yang merebak di negeriā€¦

Lihat pos aslinya 750 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s