Sulawesi Utara dimata Kelli

Posted: 5 September , 2013 in Story

Malam ini hujannya turun deras bgeeeet. Semoga gg banjir lagi kost-san. Aamin,, Tadinya lagi baring-baring, dengar suara gemuruh petir begitu menggelegar hingga menggetarkan hati saya. Hmm, akhirnya bangun. Tuh kan,,, bingung mau nulis apa.

Oya saya mau Sedikit berbagi tentang kampung saya ya. Dari hasil penelitian Kelli swazey Ph.D tahun 2006 dan saya turut terlibat membantunya. Mungkin tulisan ini agak Plural. Tapi begitulah realitas yang terjadi di Kampung halaman saya. Saya mengakui Pluralitas kampung saya sangat multikultural. Tapi saya tidak mengadopsi paham pluralisme. Saya hanya membantu kelli karena dia memang butuh data tersebut.

Saya ingat kata kelli, ketika dia mewawancarai saya. Dia mengatakan bahwa Manado seperti Amerika kecil. Banyak pendatang yang tinggal dan menetap di Manado. Beragam etnik, suku budaya dan agama. Sampai Ada Kampung Arab, Kampung Cina, Kampung Bugis, Kampung Jawa, Kampung Ternate, dan komunitas orang-orang gorontalo. Islam, Kisten, Budha, Hindu, dan Konghucu. Hmmm Manado I miss u.

Bahkan teman saya, ada yang harus tinggal bersama orang tuanya dengan berbeda agama. Teman saya memakai cadar, ibunya yahudi/advent, bapaknya Muslim. Tapi mereka tetap damai. Kalau bulan puasa teman saya sering cerita, ibunya taat sekali beribadah karena ibunya pendeta. Kalau datang hari sabtu ibunya tak pernah absent, selalu mengikuti ibadah di hari sabat. Tapi ibunya tak pernah lupa tuk menyiapkan sahur dan buka puasa untuk dia dan bapaknya.

Ada juga teman yang saya muslim. Kemudian tante-nya agama Budha, om-nya Kristen taat. Dalam satu rumah itu waktu saya datangi ada tiga slogan dan tempat ibadah di dalam rumah itu. Mereka masing-masing memasang slogan itu di tempat mereka beribadah. Ada patung Yesus, saya liat dipojok sebelah ada patung budha, dan di pojok kiri ada kaligrafi Allah SWT. Dan Nabi Muhammad SAW. Dan ada Mushola . Melihat pemandangan-pemandang seperti itu saya kadang terdiam. Tentunya saya tidak menginginkan hal demikian terjadi. Teringat Nenek saya seorang penganut kristen dan meninggal juga tetap dalam keadaan kristen. Saya bersyukur hari ini bisa terlahir sebagai seorang muslim. Meski hari-hari yang saya lalui terlalu sering mendengar nyanyian-nyanyian gereja. Gereja dimana-mana. Tapi saya tetap cinta kampung halaman saya.

    Ini adalah hasil penelitian Kelli Swazey  Ph.D Tentang Manado

 

Kelli Swazey answers questions about the Torajans, an ethnic group in Indonesia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s