Childhood Bukan Childish

Posted: 7 September , 2013 in Story

186904_110620093836403_STD

Asslmmu’alaikuum,, Temans. Malam ini saya bahagia sekali. Sangat bahagia. Tau nggak kenapa? Setelah saya googling, akhirnya saya menemukan jejak-jejak  masa kecil saya disini. Oya, Kalau Yang ingin membaca tulisan saya silahkan. Yang nggak mau silahkan di ditutup  blog ini. :p

 Langsung aja ya….

Saya ingin menjelasakan gambar pertama dulu. Bismillah 🙂

Itu adalah Murex Dive Resorts. Jl. Raya Trans Sulawesi, Kalasey, Pantai Minahasa, Manado. Saya menghabiskan masa kecil disini bersama kakak, mama, dan abah. Murex didirikan pada tahun 1987 oleh Dr Hanny Batuna dan Mrs Batuna. Dr Hanny adalah seorang penyelam rekreasi yang terbilang kritis, dan salah satu konservasionis pertama di daerah ini. Menyelam, berpetualang di bawah laut adalah hobby mereka sekeluarga. Ketika anda ingin rekreasi atau berpetualang bawah laut ini adalah tempat yang cocok. (Bukan Promosi ya) 😀 Mungkin inilah beberapa jawaban kenapa saya menyukai laut, dan hobby berenang. Stop! Itu tidak dibahas. Maaf.

Di Murex saya memiliki banyak pengalaman. Berbaur dengan turis. Mengenal gaya hidup mereka. Waktu kelas  3 SD saya punya banyak teman. Hanya ada beberapa nama yang saya ingat. Mereka adalah Bonita dari Amerika, anaknya cantik, rambut sedikit kuning kecoklatan, lurus sampe sebahu. Bonita hobby renang.  Zainab dari Afrika, Zainab ini ayah dan ibunya orang Amerika. Zainab di adopsi oleh mereka. Saya sangat tertarik dengan rambut zainab, kalau ketemu di Cottage saya suka mengelus rambutnya 😀 . Dan Harry anak kebangsaan  Inggris, hobby bawa permainan  robot dan kita sering main bersama kakak. Syawer dari Malaysa. Kulitnya kuning langsat, mata sedikit sipit, dan rambut hitam lurus, dan panjang, pokoknya cantik. selebihnya saya lupa semua. Saya coba mengingatnya tapi memang lupa.

Kenapa sampe saya bisa berada di Murex selama enam tahun,  dari kelas 1-6 SD? tentunya saya ikut mama dan abah. Mereka menjadi kariyawan di Murex. Abah hobby menyelam, menemani dan mengantar turis berexpedisi, dengan bahasa inggris yang tidak begitu lancar. (Maaf ya abah)  😦 oke lanjut.

Mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa saya tidak memanggil Almarhum Abah saya dengan sebutan “Papa”. Oke saya jawab sekarang. Kerana abah saya orang Gorontalo dan mama saya Minahasa. Tapi anehnya Abah saya dipanggil sama semua orang di Murex dengan sebutan “Pah” . Ini saya yang masih  tidak mengerti sampai sekarang. Saya tidak sempat menanyakan ini ke beliau. Semoga mama saya tau Filosofi-nya kenapa abah di panggil “Pah” sama semua orang di Murex. Lanjut.

Jadi saya besar di Murex selama enam tahun. Tapi walaupun  abah sibuk bekerja, dia tak pernah lupa  menjemput saya selesai ngaji di masjid.

header_murex

Gambar ke-dua. Gambar ini benar-benar membawa saya berhkayal, mengingat semua memori masa kecil saya. Ternyata pantainya sampai sekarang tidak berubah. Nah gunug itu namanya Manado Tua saya sudah kesana bersama abah. Kenapa namanya Manado tua? Aduuuh kayaknya itu tidak perlu dijelaskan disini. 🙂

Oh Tuhaaan, posisi perahu itu ada dua. Coba liad,, semoga nama perahu itu masih Nautilus. Nama nautilus ternyata di ambil dari nama umum bagi sejumlah spesies moluska laut yang masuk dalam famili Nautilidae. Walaupun bercangkang, Nautilus masih berkerabat dengan cumi-cumi dan gurita. Baru saya tahu sekarang, kalau nama perahu nautilus dulu di ambil dari nama spesis laut. Semoga perahu yang satu-nya lagi masih Pina Colada. Ternyta Pina Colada juga ada sejarahnya Pina colada adalah minuman yang mengandung Krim kelapa sebagai bahan utamanya, dan krim kelapa “Coco Lopez” (yang menjadi pelopor) ditemukan pada tahun 1954 di University of Puerto Rico oleh Ramon Lopez Irizarry. Cerita ini dikonfirmasi oleh Jose L. Diaz De Villegas dalam bukunya “Puerto Rico La Gran Cocina Del Caribe”

Nah,,! kenapa Pina colada di berikan dinama perahu itu, saya bertanya-tanya koq bisa ya nama minuman di berikan dinama perahu.  Ternyata Ceritanya berawal pada tahun 1800-an, ada seorang bajak laut Puerto Rico, Roberto Cofresi (alias “El Pirata Cofresi), untuk meningkatkan moral anak buahnya dia memberi mereka minuman beralkohol atau koktail yang mengandung kelapa, nanas, dan rum putih. Yang kemudian dikenal sebagai Pina Colada. Dan mereka sering meminumnya di kapal. Dengan kematiaannya pada tahun 1825, resep Pina Colada pun menghilang.  Ternyta setiapa nama di cottage dan di perahu yang ada di Murex  semua ada filosofinya. Hmmm,,

 Pemandangan dua perahu itu persis waktu saya kecil. Dan di Ujuang batu yang mendekati perahu itu, saya dan Bonita anak asal Amerika, kita lomba renang, sampai ke perahu yang posisinya sebelah kiri. Akhirnya sayalah yang memenangkan perlombaan itu. 😀 kita mandi dipantai ini. Saya lupa waktu kita berkomunikasih saya menggunakan bahasa apa, yang jelas mengalir aja apa adanya, dan kita sama-sama mengerti 😀 . Setelah mandi kita lanjutkan bermain robot-robot dengan harry di cottage. Kalau sudah sore saya harus segera pulang dan siap-siap pergi ngaji. Karena mama dan abah sudah menanti dirumah.

 Beberapa minggu saya menemani Bonita bermain. Sayang-nya waktu Bonita di Murex nggak lama dia harus kembali lagi ke Amerika. Mama dan papa-nya Bonita baik sekali. Saya dan kakak dikasih kenang-kenangan, salah satunya adalah mainan  game bot tapi keren dimasa itu. saya coba googling tapi nggak ketemu, saya lupa namanya apa, yang jelas mirip-miriplah. Saya dikasih game bot Petter-Hook. Sepeti  gambar dibawah, tapi ini versi Polifonik, kalau punya sayadulu  waktu SD masih monofonik 😀 . Perang antara Petter dan kapten Hook. Perompak yang jahat. Kalau yang punya kakak mirip juga, tapi punya kakak Terminator.

354Akhirnya Bonita harus kembali ke Amerika, yang tertinggal hanyalah Harry anak asal inggris, dan kita sering sekali main robot-robot. Hmmmm mungkin sekarang Bonita sudah dewasa dan menjadi gadis  yang sangat cantik. Beberapa minggu kemudian datanglah Zainab anak asal Afrika, ibunya dan bapaknya orang Amerika, mereka mengadopsi Zainab sebagai anak mereka. Kemudian menyusul Syawer anak asal Malaysa.

186904_110620093805951_STD

Naaah,,, di Tridacna Cottage ini, adalah tempat Zainab tinggal. Kita bermain disini. Saya lupa nama cottagenya syawer anak asal malaysa itu apa yah. kalau saya masih di sekolah, mereka sering sekali mencari saya sampai datang kerumah. Hmmm masa kecil yang menyengankan. Jelas ini Childhood bukan Childish 🙂 . Oya  di depan tridacna itu ada pohon rambutan dan di samping ada pohon mangga, dan dibelakang ada pohon duwet, yang sering saya panjat. Stop! Ceritanya ini panjang,, saya sudahi sampai disini dulu,maaf saya tidak bisa lanjutkan. Waktu menunjukan Pukul 02:00 WIB. Hoooam. Saatnya tidur

oke saya lanjutkan lagi tulisan ini. Sampe dimana ya? oh sampe di Zainab anak asal Afrika dan syawer anak asal Malaysa. Jadi setelah Bonita pulang ke Amerika, mereka berdualah teman perempuan asal Luar negeri yang selalu setia menemani saya. Di cottage ini merupakan salah satu jejak saya karena sering di ajak Zainab bermain. Saya pernah memanjat pohon mangga yang d samping cottage itu, dan zainab kalau melihat saya dia hanya tertawa, bukannya bantuin saya. Setelah capek manjat kita ketemu syawer dan main di sungai dekat cottagenya, saya lupa nama cottage syawer. Kita bermain berlari sepuasnya di sungai itu. Hmmm masa kecil yang sangat menyengkan. Saya bertemu wajah-wajah baru, wajah baru yang tidak mirip dengan dengan orang-orang pribumi, tentunya tidak mirip dengan saya. Rambut dan kulit yang berbeda. Ke-empat teman ini menurut saya memiliki ke unikan tersendiri

Harry kebangsaan Inggris kulitnya yang putih mirip Albino dan rambut yang kuning muda dan mata agak biru dan banyak tahi lalatnya, Bonita Kebangsaan Amerika warna kulit hampir sama dengan Harry, tapi lebih putih Harry, Zainab Anak Asal Afrika, warna kulit yang (Maaf) Hitam (Sekali lagi maaf) dan rambut ikal.  Syawer anak Malaysa putih mulus tidak ada tahi lalatnya, rambut hitam, mata sedikit sipit, dan saya sendiri anak asal indonesia. Mungkin banyak juga yang mengatakan bahwa perempuan-perempuan indonesia tidak begitu rupawan dan jika iya, maka saya termasuk didalamnya. Kata orang Anak tomboy, supel, extovert. Tapi saya tetap mensyukuri apa yang telah Dia berikan.

Sebenarnya pesan yang bisa diambil dari cerita ini adalah. Begitu indahnya perbedaan, begitu indahnya persahabatan masa kecil, saya menyadarinya sekarang bahwa pengalaman-pengalaman masa kecil saya penuh warna. Saya bertemu dengan mereka dari negara yang berbeda-beda. Banyak hal yang saya pelajari. Ketika saya membaca kembali (QS. Al- Hujurat: 13) yang saya pahami dengan kedangkalan ilmu saya, bahwa Ayat ini hanya menjelaskan keberagaman (pluralitas) suku dan bangsa. Ayat ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa Islam mengakui ‘klaim-klaim kebenaran” (truth claim) dari agama-agama,isme-isme, dan peradaban-peradaban selain Islam. Ayat ini hanya menerangkan, bahwa Islam mengakui adanya pluralitas (keragaman) suku dan bangsa, serta identitas-identitas agama selain Islam; dan sama sekali tidak mengakui kebenaran ide pluralisme. Semakin dewasa semakin banyak yang saya ketahui. Ketika mengetahui seperti ini, kadang saya berpikir ingin kembali Ke Masa Kanak-kanak tanpa beban dan hanya bermain sepuasnya dengan mereka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s