Hikmah tadi pagi

Posted: 17 September , 2013 in Forum Diskusi

Asslammu’alaikum,,, Temans tadi pagi 0:800 o’clock sharp 😀 saya ke kampus by Angkot 😀 karena ada tutorial Toefl. Didalam angkot tadi, ada seorang ibu duduk disamping saya, dan beberapa orang lagi seorang mahasiswi. Tiba-tiba ibu yang duduk di samping saya langsung minta uang. Kaget? Jelas. Astghfirullah saya pikir ibu itu maaf… Sekali lagi maaf, saya pikir seorang pengemis, atau maaf,, orang yang gg waras. Ya Tuhaan maafkan saya. Tapi benar memang gg tau 😦 .Ternyata ibu itu kondektur. Oke kali ini Tuhan bisa memaafkan saya karena memang gg tau. Setelah tau kalau ibu itu kondektur saya langsung bertanya-tanya dalam hati,”koq bisa?” dan sesekali saya  memperhatikan ibu itu. Sejurus kemudian terdengar suara teriakan dari mulut ibu itu,”Terminal-terminal, masih kosong-masih kosong.” Padalah dalam angkot itu sudah penuh hmm. Kali ini posisinya pindah kesamping pintu karena ada penumpang yang naik. Dan suasana dalam angkot menjadi sangat panas dan saya tidak bisa bergerak hanya pasrah dengan keadaan,, kawan,, saking penuhnya angkot itu 😦 . Ibu itu duduk depan pintu eh kemudian berdiri lagi. Semakin jelas kalau ibu itu benar-benar kondektur kawan. Oh My God!

Ibu itu terus saja teriak memanggil penumpang. Dalam hati sebenarnya saya ingin sekali berbincang dan sedikit menanyakan sesuatu sebelum angkotnya berhenti didepan kampus. Ya begitulah saya. Tapi kondisi dalam angkot yang tidak bersahabat, akhirnya kata-kata itu saya tahan. Ibu itu juga kelihatan sibuk, selse memanggil penumpang, mengarahkan angkot-angkot yang lain, ibu itu melanjutkan pembicaraannya lagi dengan sopir pake bahasa jawa, sayang sekali saya gg ngerti 😦 . Dan ternyata sopir itu adalah suaminya. Kenapa saya bisa tau kalau sopir itu adalah suaminya? hihi, karena ibu itu memanggil pak sopir dengan sebutan “Pah” ini hanya dugaan saya. 😀

Duuh saya ingin skali berbagi dengan ibu itu, tapi mulut saya tiba-tiba jadi kaku, susah tuk bicara. Ya Tuhan, setiap hal-hal yang saya temui entah itu dijalan, dikampus, atau dimanapun semua menjadi bahan renungan. Begitu kerasnya hidup. Apapun akan mereka lakukan tuk mencari sesuap nasi  mungkin uang itu juga tuk menyekolahkan anak-anak meraka.

Beberapa menit Kemudian sampailah dikampus. Dikelas saya bertemu dengan tentor. Kemungkinan umurnya hampir sama dengan saya atau mgkin dia lebih muda dari saya *mungkin. Saya gg tau persis yg penting dia memiliki kempuan bahasa inggris dan metode mengajar yang bagus. Saya dengar tadi, kalau dia adalah alumni Dari BEC-Pare. Itu gg dibhs ya. Nah karena kemapuan itulah akhirnya tentor saya itu diterima oleh pihak kampus, dan menjadi tenaga pengajar dikampus. Kalau dikelas saya dia mengajar TOEFL. Ya, Bisa dibilang dia sebagai dosen dengan usia yang masih muda.

Saya terus berpikir dan membandingkan dua profesi yang saya jumpai tadi pagi. yang satunya seorang perempuan tua berparas keras. Kira-kira usia ibu itu berumur 40-an profesi seorang kondektuar. Kalau ketemu dengan ibu itu lagi besok, saya ingin menanyakan sudah berapa lama dia jadi kondektur. Sedangkan yang satunya lagi seorang pemuda kira-kira usianya 20-an profesi sebagai dosen.

Temans apa sebenarnya kesimpulan dari cerita ini, atau hikmah yang bisa diambil. Berikan komentar anda 🙂

Iklan
Komentar
  1. Paradigma. Ya, paradigma…..
    Paradigma bahwa setiap kondektur itu harus laki-laki. Emang kenapa kalo kondektur perempuan?? (paling tidak dalam tinjauan feminis). Apalagi, sopirnya itu (kemungkinan) suaminya. Romantis, right?
    Tapi terlepas dari itu semua,pelajaran yang paling penting adalah: Ilmu memberikan kita leverage yang kuat. Sang ibu (bersama suaminya) menjual tenaganya, sedangkan sang dosen menjual ilmunya. Terlihat, bahwa ilmu memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar.
    Karena itu, investasi terbaik adalah investasi untuk diri sendiri. Dengan memberikan diri ini pengetahuan sebanyak-banyaknya.
    Yakinlah, jika saat ini kita memberi makan otak kita secara exclusive, maka suatu saat nanti otak kita-lah yang akan memberikan kita makan (pun) dengan cara yang exlusive.

    Suka

  2. ahmadlizam berkata:

    itu namanya muhammad noor zuhri

    Suka

  3. Anita Deckha berkata:

    @Ahmad Lizam: Iya,Ternyata sudah saling mengenal dikalangan tutor.

    @K’Sultan: Betul sekali, kata kk’ yang ini “Ilmu memberikan kita leverage yang kuat” Teringat lagi. ayat favorit nit. Allah s.w.t berfirman dalam QS surat AL Mujadalah ayat 11 yang artinya:

    “Allah meninggikan beberapa derajat (tingkatan) orang-orang yang berirman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu (diberi ilmu pengetahuan).dan ALLAH maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” 🙂

    Jadi nit bukan merendakan statuisasi ibu itu Lhoo, hihi

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s