“Penasehat terbaik”

Posted: 17 September , 2013 in Story
  • Assalammu’alaikum sahabat blogger. Sejak tadi siang semarang puanaaaas. Saya baru saja keluar dari sangkar. selama dua miggu berada di semarang hanya berdiam diri dikamar *Baity jannaty. Kalaupun keluar palingan hanya ke pasar. Pasarnya nggak terlalu jauh dari kost-san. Tutorial akan dimulai tanggal 9 bulan ini.

    Langsung saja ya,,,

    Tadi malam berita itu mengejutkan saya dan abi. Kita yang lagi baring-baring tuk beristihat. Pukul 23.00 WIB. Disentakkan dengan kabar yang datang melalui sms dari HP-nya abi. Bahwa ada teman kami dari Sulawesi anak M.Pd.I dan istrinya jurusan MM Anaknya meninggal dunia. Inna Lillahi wa inna ilaihi raji’un

    Meninggal Pukul 20.00 WIB di RS Karyadi Semarang. Setelah membaca pesan itu, kita yang lagi siap-siap beristirahat langsung bangun dan kaget. Abi bergegas ke rumah sakit. Semalam saya tidak ikut, nanti tadi pagi baru menyempatkan hadir ke rumah duka.

    Berita duka ini bukanlah yang pertama kali, tapi ini kabar yang ke tiga kalinya. Beberapa bulan lalu, saya lupa bulan apa dan tanggal berapa. Teman kami anak kedokteran dari Sulawesi meninggal karena kompilkasi. Ada beberapa dugaan muncul. Ada yang bilang terlalu banyak belajar, tidak mengatur pola makan dengan baik, pokoknya hanya sibuk ngurusin tugas-tugas kampus sampai akhirnya lupa mengurus diri sendiri.

    Setelah anak kedokteran. Selang beberapa bulan menyusul lagi kabar yang sama. Teman kami anak Magister Hukum berpulang ke Rahmatullah. Penyebabnya karena sakit juga, dan pola makan yang tidak teratur.

    Mereka syahid dikampung orang demi menuntut ilmu. Tentunya kabar-kabar ini sangat mengguncang pihak keluar yang jauh di pulau sebarang. Saat Orang tua mereka mendengar kabar tersebut seolah-olah tak percaya. Karena yang mereka tau anak mereka hanya pergi belajar menuntut ilmu dikampung orang. Dan ini adalah kabar ketiga kalinya yang saya dengar. Tapi bukan seorang mahasiswa melainkan anak dari teman kami anak perempuan umur 7 tahun, kelas I SD. Kerana orang tuanya pindah ke Semarang  anaknya juga ikut dan  bersekolah disini. Ya Tuhaan, saat mendengar anak perempuan. Pikiran saya langsung tertuju ke anak perempuan saya. Tentu saya tidak mengingikan demikian. Ya Tuhaan bagaimana dengan orang tuanya pasti sangat kehilangan putri kesayangan mereka.

    Mendengar kabar itu tadi malam, saya hanya menangis. Perpisahan itu terjadi lagi. saya takut. Saya nggak mau dengar kabar-kabar menyedihkan seperti ini. Bukan karena saya nggak percya kematian. Takut mati atau apa. Tapi saya tau gimana sakitnya harus kehilangan orang-orang yang kita cintai. Saya sudah pernah merasakan itu. Pasti ini sangat berat untuk mereka berdua. Ditinggalkan oleh anak kesayangan mereka.

    Tadi pagi akhirnya saya keluar dari sangkar. Kami melayat bersama teman-teman kampus. Sesampai di rumah duka, air mata saya langsung jatuh nggak sanggup melihat peti mayat, dan melihat ibunya yang duduk disamping peti itu. Langsung saya peluk dan menangis. Ibu dan bapaknya kelihatan sangat tegar. Sangat tegar.

    Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan yang namanya mati. Mati diibaratkan seperti pintu, dan setiap kita akan melewati pintu-pintu itu. Kematian mengandung makna bahwa hal tersebut akan memisahkan manusia terhadap segala sesuatu yang dicintainya dalam kehidupan dunia ini. Berpisah dengan segala yang ia miliki atau senangi, berpisah dengan segala yang disayangi atau dicintai. Memisahkan dengan anak dan isteri serta. Berpisah dengan bapak atau ibu, berpisah dengan harta dan pangkat, berpisah dengan dunia dan segala isinya. Kematian akan menjadi pemisah dari kesemuanya itu.

    kematian juga bisa dijadikan pembelajaran yang sangat berharga bagi yang masih hidup. Khusunya saya pribadi. Dan salah satu dari pelajaran dari kematian ini adalah sebagai penasehat terbaik untuk kita semuanya manusia.

    Kami dari Mahasiswa Cerdas-SultraQu Angkatan 2012. Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya

    Semoga mereka yang meninggal karena ikhlas dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu mendapatkan gelajar syuhada, dan diampuni  segala dosa-dosannya. Aamiin. Dan pihak keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan kesabaran oleh Allah SWT. Aamiin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s