Inilah Jalan Yang Saya Pilih

Posted: 9 Oktober , 2013 in Story

Tanggal 9 oktober ini banyak kejadian-kejadian bersejarah yang terjadi. Menurut saya itu menarik. Beberapa diantaranya adalah Lahirnya Jhon Lennon. Dia adalah Seorang musisi, instrumentalis, penulis, dan aktivis politik yang terkenal di seluruh dunia sebagai pemimpin dari The Beatles ini, yang akhirnya mati setelah ditembak 4 kali Oleh Fans fanatiknya sendiri.

Tanggal ini juga. Pada 45 tahun yang lalu, tokoh revolusioner sosialis dan pemimpin gerilyawan Ernesto “Che” Guevara dieksekusi mati di usia 39 tahun oleh pasukan pemerintah Bolivia. Che dikenal sebagai pejuang revolusi komunis Kuba bersama Fidel Castro dan turut menggalang pemberontakan di beberapa negara, mulai dari Amerika Latin hingga Afrika. Dan masih banyak lagi sejarah-sejarah yang lain yang bisa kalian googling sendiri hihi :p

Nah, tanggal ini juga adalah tanggal yang bersejarah bagi saya. Dimana saya berhenti total menjadi atlet. Atlet Balet… eh salah atlet Pencak  Silat maksudnya. 😀

Melihat foto abi kemarin saat bersama teman-teman taekwondo dikampus mengembalikan memory saya yang telah lama saya kubur dalam-dalam *beuugh. Serius ini
Saya selalu berdoa agar Tuhan tetap mengistiqomahkan saya dengan jalan yang telah saya pilih ini. Bahwa inilah yang terbaik untuk saya. Terus berusaha menjadi muslimah yang baik. Menjadi anak, istri, ibu, menantu, mahasiswi, guru, teman dan sahabat yang solehah. Aamiin. Terus mengejar mimpi-mimpi saya. Melanjutkan sekolah setinggi-tingginya tentu dengan izin dan Ridho suami. Bukan Ridho Roma 😀
Bukan berarti ketika saya mengubur dalam-dalam kenangan-kenangan itu. Lantas saya harus membenci masa lalu saya. Sekali lagi tidak. Bahkan tidak sedikit pelajaran yang saya peroleh ketika itu. Banyak, kawan

Kemarin abi sempat minta izin tuk bergabung bersama teman-teman taekwondo dikampus. Ya sekedar mengisi waktu luang dengan berolahraga. Karena sudah lama abi tidak berolahraga. Setelah di ajak temannya kemarin, dengan penuh pertimbangan terpakasa abi mengiyakan ajakkan temannya. Tentu dengan izin dan restu saya :D. Saya iyakan, kalau itu hanya sekedar mengisi waktu luang yang penting tidak melanggar apa yg harus dilanggar. Abi udah paham. Abi latihan taekwondo kadang hanya dua kali seminggu, dan kalau banyak tugas dikampus hanya seminggu  sekali 😀

Sebenarnya setelah melihat UKM-UKM di kampus dengan berbagai jenis bela diri. Membuat hati saya kadang tergoda. Taekwondo, Pencak silat, dan tarung derajat. Ya Tuhan kuatkan. Apalagi setelah resmi abi menjadi anggota taekwondo di kampus dan bertemu langsung dengan palatih dari korea. Mendengar cerita abi membuat telinga saya semakin panas dan iri. *Tenang, saya tidak akan tergoda, karena yang saya pikirkan skarang adalah bagaimana menggerakkan semua potensi yang saya miliki ini semata-mata untuk agama, bangsa dan negara yang saya cintai.

Tulisannya masih panjang. Saya sudah capek nulis 😦 * Istirahat Sholat

Oke saya lanjutkan. Tunggu  *Minum air putih. Hmm segeer. Botol air yang sengaja saya simpan dekat bantal,  dan kemana-mana selalu menemani saya.

Lanjut,

Abi terus saja cerita tentang latihannya. Tapi dia tidak akan mengizinkan saya tuk latihan lagi. “Nanti abi saja yang jaga ade dari serangan musuh” Itu kata abi, Hemm jadi ingat film Yip Man

Pernah saya meminta izin ke abi, meski hanya sekedar melihat abi latihan. Tapi tidak diizinkan, katanya malu. Malu sama saya. Aneeeh. Malu kalau nanti saya menertawakan abi saat melihat tendangannya jelek. Hihihi,, ada-ada aja ya. Jadi lebih baik saya gg usah melihatnya. Abi berpesan pokoknya gg usah datang dan melihat abi latihan. Titik!

Memang keras kepala. Tapi saya penasaran  😦 diam-diam saya melihat abi latihan. Itu karena berhubung sudah selesai tutor dikampus, jadi saya sempatkan mampir dan melihat abi latihan. (Maafkan ade)  Tapi tendangan-tendangan abi bagus koq :p

Apalagi saat memasuki kampus dan tak sengaja melihat mahasiswa-mahasiswa latihan bela diri. Saat itupun langsung tundukkan pandangan, mantapkan langkah. Pura-pura nggak lihat.

Saya senang dengan pilihan yang telah saya ambil skarang. Meski tak bisa dibohongi bahwa sejujur-jujurnya tiap melihat olahraga apapun. Apalgi bela diri, hati langsung berdebar kencang. Meski sekian tahuan telah bersembunyi dibalik jubah dan jilbab melambai. Rasa cinta dengan olahraga tak akan pernah sirna.

Setelah menikah otomatis hoby, sifat, karakter harus perlahan saya ubah tuk orang yang saya cintai. Mulai feminim. Berusaha tampil yang terbaik tuk orang yang saya cintai. Meski tidak begitu anggun. Karena saya bukan Mbak Anggun 😀 Maaf, jika saya tidak bisa seperti wanita-wanita ayu lainnya. karena saya bukan mbak Ayu hihi

Tapi dengan jilbab dan jubah ini cukup menutupi kekurangan-kekurangan saya. Dan tidak ada yang menyangka dibalik jubah dan jilbab ini Jiwa atlet itu masih terus mengalir dalam diri saya.

Saya bersyukur bisa memakai pakain kebesaran ini. Tentu dengan perjuangan panjang, dan tidak mudah bagi saya. Ketika saya hidup ditengah-tengah lingkungan yang merasa aneh ketika harus melihat jilbab. Dulu saya berpikir bahwa yang bisa memakai jilbab itu hanya anak-anak pesantren. Ternyata semakin banyak belajar islam saya semakin paham. Bahwa jilbab itu wajib bagi setiap muslimah.

Saya harus sembuyi-sembunyi memakai jilbab. Saat latihan di koni dan berbaur dengn teman-teman atlet.  Saat jilbab itu harus saya buka ketika sparing partner. Saat ke sekolah pertama kali. Saya memberanikan diri tuk berjilbab meski semua teman-teman SMA kaget dengan penampilan saya yang berbeda.

Jilbab saya ditarik-ditarik, ditertawakan, seolah-olah mereka gg peracaya kalau seorang Anita Deka hari itu berjilbab? Pak sopir yang kenal saya. Dia sering melihat saya joging pagi, siang, sore di jalan tanpa hijab.

Saat saya menaiki angkot pak supir kaget. Dan sempat bertanya-tanya kepada saya selama perjalanan menuju sekolah. Pak sopir terus menanyakan kenapa? Koq bisa? Bagaiman dengan latihannya? Apa sudah berhenti total? Dll. Saya menjawab ”Saya ingin lebih baik lagi pak.” Dia terus bercerita. Saya tak perdulikan itu. Meski buka pake-buka pake. Dirumah, di Koni Pokoknya saya ingin berjilbab dan saya harus mencobanya. Sampai tak akan lagi saya buka. Itulah yang saya katakan. Saya ingin membuktikan bahwa jilbab tidak akan pernah membuat kita berhenti bermimpi.

Akhirnya malam itu tepat tanggal 9 oktober, adalah keputusan yang bulat yang saya ambil. Setelah meminta saran dari kanda yeyen (guru mengaji saya) Saya memberanikan diri tuk meninggalkan komunitas saya. Komunitas yang mengajarkan banyak hal. Melatih mental saya, solidaritas, kedisiplinan, dan sportifitas.

Malam itu saya memberanikan diri tuk mengatakan ke pelatih. Bahwa saya benar-benar ingin keluar dan berhenti total menjadi atlet pencak silat, berhenti bertanding. Itu adalah keputusan yang tersulit saya ambil. Setelah sholat dua rakaat, hati saya mantap. Padahal besoknya kita akan berangkat ke tanggerang mewakili SULUT untuk mengikuti kejuaraan nasional. Pelatih dengan berat mengiyakan keputusan yang saya ambil. Akhirnya saya bisa memakai jilbab dengan lega.

*******

Semangat petarung  terus akan saya bawa.

Saat menjadi seorang mahasiswa. Saya dipercyakan ketua kampus agar bisa menjadi pelatih bela diri khusus untuk teman-teman Akhwat, yaitu Anak-anak Ma’had Kampus. Saya iyakan. Dengan pengalaman yg pernah saya peroleh waktu SMA. Saya ingin berbagi dengan siapapun. Meski sedikit yang saya ketahui. Dan Mengajari juga teman-teman komunitas akhwat berenang.

Sempat kaget ketika seorang ibu tiba-tiba menyalami saya dan memeluk saya di Mall saat ke Manado ”Terimakasih dek nita, skarang saya sudah bisa renang, skali lagi trimakasih” kata ibu itu. Saya coba mengingat-ingat siapa. Ternyata teman yang pernah saya ajari dengan sedikit ilmu renang yang saya tau. Mendengar kata itu saya tersenyum. Dan balas menyalami ibu itu. Semoga itu bisa bermanfaat dikemudian hari.

Ketika harus pindah ke SULTRA  dan mengikuti suami. Ini adalah kota kedua tempat persinggahan saya. Tepatnya di Kab. Konawe saya bisa berbagi dengan mereka. Mengajari Akhwat-akhwat disana berenang. Meski latihan itu terhenti, karena saya harus berangkat ke semarang melanjutkan study. Mengejar mimpi kedua saya. Dan semarang adalah persinggahan ketiga saya.

Hidup memang penuh dengan pilihan-pilihan. Yang paling tau mimpi kita hanyalah kita sendiri. Jalan inilah yang saya pilih. Meninggalkan pencak silat, pertandingan, matras. Bahwa saya akan terus bermimpi. Meski mimpi menjadi atlet berprestasi telah lama saya kubur.

pageSaya bangga dengan prestasi yang telah diraih teman saya. Teman sparing partner saya dulu. Pesilat asal Manado (SULUT) Amelia Roring. Mimpinya yang besar tuk mempersembahkan medali Emas bagi indonesia, Setelah mengalahkan Pesilat asal Malaysa di ajang Seagames 2011. Akhirnya mimpi itu berhasil Amel raih. Well done. Saya Salut.

Tapi skarang, saya telah mempunyai mimpi yang baru. Mimpi menjadi wanita sholehah tuk Abi. Melanjutkan Study setinggi-tingginya dengn izin dan Ridho Abi.  Tentu  semangat petarung  itu akan terus saya bawa. Inilah jalan yang saya pilih.

See You on The Top 🙂

Iklan
Komentar
  1. Sultan berkata:

    Wah, sayang ya…. Ditinggalkan begitu saja. Padahal jilbab seharusnya bukan jadi penghalang kan? Bisa melatih dan latihan sesama akhwat, jadi tetap bisa menyalurkan hobi plus olahraga, tanpa harus melanggar batas2 syar’i. Belajar bela diri gak harus sampai ikut turnamen kan?
    Tapi pilihan telah ditetapkan. Hidup adalah rangkaian pilihan2. Apalagi sang abi gak ngijinkan lagi. Yeah, selamat aja deh. Masih banyak yang harus dikejar kan?

    Suka

  2. Anita Deckha berkata:

    Hehe..Berarti sekarang yang dituntut adalah totalitas,,Totalitas menjadi leih baik, totalitas mengejar mimpi 🙂 TQ k’ dah Mampir

    Suka

  3. Anita Deckha berkata:

    Dengan senyum sudah cukup mewakili apa yang hendak disampaikan ^_^

    Suka

  4. Anita Deckha berkata:

    @k’sul: nit tetap koq kalau diminta tuk ajarin renang atau bela diri tetap masih di iyakan,, di Sulut n Sultra dunk,, tapi sayang skrng terhenti, karena nit dh disini 🙂

    Suka

  5. Agunksaputra berkata:

    Wah sy jg pindahan dari jawa,di konawe rumahnya dibagian mana,mbak?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s