Akhlak Cermin Pengorbanan

Posted: 15 Oktober , 2013 in Artikel-artikel

Assalamualaikum,, Sahabat blogger nggak terasa Idul Adha kembali menyapa kita lagi. Kali ini Idul Adha hadir masih juga dalam situasi keprihatinan bagi bangsa kita. Bagaimana tidak?  Karena Negeri kita tengah diuji dengan bertubi-tubinya persoalan sosial, politik, ekonomi dan juga keagamaan yang kerap membuat kita kelabakan. Seolah-olah persoalan itu tak akan pernah berakhir. Hmmmm..

Oya,, Temans nit dan abi mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1434H/2013M, Minal aidhin wal faidzin. Mohon maaf lahir bathin. Maaf jika ada ada salah-salah kate. Tingkah-laku yang aneh-aneh selama ini dan lain,, lain. Pokokya nit minta maaf ya,,

Bercerita tentang Momen Idhul Adha, maka tak akan lepas dari kata “Persatuan, Kepekaan, kebersamaan, Kemanusian, pengorbanan, keegoisan, kecintaan dan keihklasan.”

Saya ingin berbagi sedikit tentang Hikmah Idhul Adha dengan kedangkalan ilmu yang saya peroleh. Hanya sedikit.

Hikmah-hikmah terbesar yang bisa kita ambil dari Al Idul Khabir atau Idul kurban atau Idul Adha ini adalah bagaimana kita semakin mengenal Allah SWT. Tidak lupa diri. Kita bisa mengenal Keistimewaan dari keluarga Nabi Ibrahim As. Istri, Anak dan Nabi Ibrahim As sendiri. Bagaiman Pengorbanan mereka, perhatian, dan kedekatan  mereka dengan Allah SWT. Ujian yang bertubi-tubi datang kepada keluarga Nabi ibrahim. Bisa dikata seperti uji kelayakan. Apakah Nabi Ibrahim pantas mendapat gelar seorang Nabi atau tidak. Dan Nabi Ibrahim telah membuktika itu.

Perlukah kita berkurban? Perlu. Karena kita manusia memiliki Egoisme yang tinggi. Tapi pada saat yang sama kita tidak bisa hidup sendiri. Maka dengan momen berkurban sebagian sifat egois tersebut kita kikis. Karena hidup membutuhkan pengorbanan.

Pada zaman Nabi Ibrahim, mengorbankan Manusia sudah menjadi kebiasaan. Mereka mengorbankan Manusia untuk Dewa. Di Mesir yang dikorbankan adalah gadis yang paling cantik. Namun Melalui Nabi Ibrahim As, Allah SWT mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada yang mahal untuk dikorbankan. Apalagi berkorban semata-mata hanya untuk Allah SWT. Sangat wajar jika manusia harus berkorban untuk Tuhan-Nya. Tapi Karena Tuhan itu Maha Kasih. Maka di upayakan tidak ada manusia yang harus dikorbankan. Sehingga kebiasaan itu dibatalkan dan digantikan dengan seekor domba.

Kalau kita tidak berkorban bisa dikata tidak memiliki ahklak (Semoga Nit dan Abi, diberikan keluasan rizki oleh-Nya dan bisa berkurban Aamiin). karena ahklak adalah bagian dari pengorbanan. Puncak pengorbnan itu tercermin jelas dari Nabi Ibrahim As. Semakin banyak pengorbanan maka semakin luhurlah sifat kita.

Manusia dalam hidup perlu berkorban, demi kemaslahatan bersama. Bangsa itu ditentukan oleh ahklak. Tidak ada ahklak, maka hancurlah negara itu, Berkorban dalam bentuk apapun. Siap Mengalah. Kerena puncak dari pengorbanan adalah mendahulukan kepentingan orang lain diatas kepentingan sendiri. Sehingga bisa dikata bahwa Akhlak adalah cermin pengorbanan.

Semoga dengan momen idul adha kali ini. Bisa mengikis sifat egois dari diri saya. Membuang semua sifat-sifat yang buruk. Dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi Aamiin. Saling menyanyangi, dan selalu berbagi dengan sesama. Kalaupun sekarang kita belum sempat ke Baitullah. Maka cukup Undang Allah ke Hati kita, hadirkan pengalaman orang-orang yang berhaji dan praktekkan. Aamiin 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s