Surat Untuk Abah Tersayang

Posted: 23 Oktober , 2013 in Artikel-artikel

Assalammualaikum. Wr. Wb

Abah,, banyak hal yang ingin ku sampaikan padamu malam ini. Tapi tak semua ingin ku luapkan di surat ini.

Sebelumnya, aku minta maaf  karena terlambat mengirim surat ini. Abah, Masih ingat ini tanggal berapa? Ya, ini  tanggal 23 Oktober, ini adalah tanggal lahir abah bukan? Tanggal 23 oktober ini adalah hari yang spesial tuk abah.

Abah, meski aku Jarang menulis surat padamu, tapi aku rasa abah cukup bahagia. Semoga setiap doa-doaku sampai kepada abah yang jauh di sana. Bahwa aku teramat fasih menyebut nama abah di tiap malam, sama fasihnya ketika aku bernafas.

Abah bagaimana kabarmu disana? Aku, ibu dan kakak benar-benar rindu padamu. Aku selalu berharap semoga abah selalu baik-baik disana, semoga tempat abah disana menyenangkan. Semoga doa-doaku dan kakak bisa membuat abah nyaman disana.

Abah, aku sangat rindu padamu, rindu.. rindu abah. Sudah terlalu lama kita terpisah, banyak sekali yang ingin aku katakan padamu. Kadang hati kecilku menangis melihat teman-teman yang masih mempunyai ayah. Tentu mereka bisa berbagi, bercengkrama. Ketika mereka rindu, mereka bisa menelfon abahnya. Tapi aku? Apa yang harus aku lakukan? Aku hanya bisa mengirim abah doa dan menangis di atas sajadah, dan terus menekan rasa rinduku padamu,, aku ingin terus berusaha menjadi anak yang sholehah tuk terus mendoakanmu.

Abah,, kau adalah sosok yang sangat baik, sangat baik, saat ku mengenalmu. Kau begitu berbeda dengan abah-abah yang lain yang aku kenal. Kau begitu penyayang, penyabar, humoris, dan penuh tanggung jawab. Yang membuatku  kagum darimu adalah, dimana Saat abah-abah  yang lain merokok, tapi sebaliknya, ku tidak pernah melihat abah merorok. Abah Selalu akrab dengan siapapun, periang , humoris dan begitu sayang sama ibu.

Abah,, sekarang aku sudah berumur 26 tahun. Aku sudah tumbuh dewasa. Saat kau pergi ketika umurku 12 tahun, bagiku itu adalah perpisahan yang sangat menyedihkan, itu sangat berat, sangat berat. Aku harus menerima kenyataan itu terlalu cepat. Bahwa umur 12 tahun itu, aku harus tumbuh tanpa abah.

Saat abah pergi, suasan berubah. Air mataku tak bisa berhenti, rasa tak percaya kadang muncul. Aku tak percaya bahwa abah telah tiada. Rasa rindu yang tak berujung terus saja  mendatangiku. Sampai hari ini pun  aku tahu bahwa abah terus bersamaku,,

Aku melewati semua separuh masa kecilku tanpa kalian (abah,ibu dan kakak) bahkan sampai aku dewasa.

Tapi sampai hari ini aku bisa buktikan. Bahwa aku bisa terus mengejar mimpi-mimpiku meski tanpa abah. Dan terpisah dari Ibu.

Abah maafkan aku, kalau dulu pernah membuatmu  marah, karena kenakalan masa kecilku, maafkan aku yang kadang tak mendengar perintahmu saat kau menyuruhku tuk segera berhenti bermain dan saatnya pergi mengaji. Tapi kadang aku keras kepala. Akhirnya aku sadar bahwa semua itu tuk kebaikanku sendiri. Sekali lagi maaf kan aku abah,, maaf kan.

Abah aku sekarang bisa berjilbab, meski sifat tomboy-tomboy ku masih terbawa. Tapi aku akan terus berusaha menjadi yang terbaik tuk orang-orang yang aku cintai. Abah aku akan terus mengejar mimpi-mimpiku seperti kataku padamu.

Hari ini aku bertemu dengan sosok lelaki yang kebaikannya mirip denganmu abah, dia penyayang dan penuh tanggung jawab. Tapi kadang akulah yang kurang bersyukur. Aku akan terus berusaha memperbaiki diriku.

Abah, ketika aku menikah dengan dia, sebagian mimpi-mimpiku kini mulai terwujud. Abah, aku berharap aku bisa menjadi istri yang baik untuknya. Meski banyak cobaan yang kita hadapi. Tapi aku akan selalu berusaha sekuat tenaga tuk menghadapinya. Aku ingin terus berusaha bukan hanya menjadi perempuan yang kuat fisiknya tapi, perempuan yang kuat hatinya.

Abah aku selalu berdoa semoga Tuhan mengumpulkan kita semua di Jannah-Nya kelak Aamiin. Doa itulah yang selalu aku panjatkan. Aku sangat berharap bisa bertemu abah lagi disana.  Abah, aku dan kakak akan terus mendoakanmu disini.

Abah sudah dulu ya,,  surat dari Nit. Semoga Abah senang dan tersenyum saat membaca surat ini.

Dari yang selalu merindukanmu dan mendokanmu. Anakmu (Anita Deckha)

Wsslm

Iklan
Komentar
  1. husnuluun berkata:

    Betapa berutungnya ayah Kak Nit memiliki putri seperti Kak Nit 🙂 you’re gonna be my inspiration 🙂

    Suka

  2. Anita Deckha berkata:

    Thank you so much De’ Keep spirit!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s