Kota “ATLAS”

Posted: 1 November , 2013 in Story

Simpang-limaHampir memasuki tahun kedua saya berada di kota Semarang, atau biasa disebut sebagai Kota ATLAS akronim (Aman, Tertib, Lancar, Asri dan Sehat). Kota ATLAS sebagai slogan dari pemeliharaan keindahan dari kota Semarang. Kota ini adalah kota persinggahan ketiga saya setelah kota Kendari. Selain julukan kota Atlas, masih banyak lagi julukan-julukan yang lain dari kota semarang.  Yaitu: Venetië van Java, karena Semarang dilalui banyak sungai di tengah kota seperti di Venesia (Italia), sehingga Belanda menyebut Semarang sebagai Venetië van Java.

Kota Lumpia Lumpia adalah makanan khas Semarang, yang terbuat dari akulturasi 2 budaya yaitu budaya Jawa dan China

The Port of Java Untuk kepentingan pemasaran pariwisata, Walikota Semarang mengambil slogan pariwisata Semarang, The Port of Java (Pelabuhannya Jawa) sebagai upaya pencitraan kota Semarang sebagai pusat Pelabuhan Jawa

Semarang Pesona Asia Pada tahun 2009 dari wacana beberapa pihak, Walikota Semarang menyetujui slogan “SPA”, dimana konsekuensinya, dilakukan pembersihan dan pembangunan dimana mana, (perbaikan saluran, jalan, trotoar, taman, penataan pkl) (Wikipedia)

Selain julukan-julukan di atas, saya juga mempunyai julukan tersendiri dari kota Semarang. Yaitu kota tiga musim. Musim panas, musim hujan, dan musim banjir  hihi,,

Daerah dataran rendah di Kota Semarang sangat sempit, yakni sekitar 4 kilometer dari garis pantai. Dataran rendah ini dikenal dengan sebutan kota bawah. Kawasan kota bawah seringkali dilanda banjir, dan di sejumlah kawasan, banjir ini disebabkan luapan air laut (rob). Di sebelah selatan merupakan dataran tinggi, yang dikenal dengan sebutan kota atas, di antaranya meliputi Kecamatan Candi, Mijen, Gunungpati, Tembalang dan Banyumanik. Pusat pertumbuhan di Semarang sebagai pusat aktivitas dan aglomerasi penduduk muncul menjadi kota kecil baru, seperti di Semarang bagian atas tumbuhnya daerah Banyumanik sebagai pusat aktivitas dan aglomerasi penduduk Kota Semarang bagian atas menjadikan daerah ini cukup padat. Fasilitas umum dan sosial yang mendukung aktivitas penduduk dalam bekerja maupun sebagai tempat tinggal juga telah terpenuhi. ( Wikipedia)

Dengan adanya program beasiswa dari Gubernur SULTRA tahun 2012. Sebenarnya program ini sudah berjalan sejak tahun 2011. Tapi saya baru mendapat kesempatan untuk menginjakkan kaki di kota ini tahun 2012 lalu. Tentu dengan semakin banyak mengenal kota-kota yang belum saya kunjungi, maka akan semakin banyak pula pengalaman yang bisa saya peroleh. Terutama mengenal suku jawa. Dulu sebelum menikah, saya ingin sekali mendapatkan suami yang berasal dari suku jawa. Saya selalu berdoa. Alhamdulillah keinginan itu terkabul. Tapi bukan kisah ini yang akan saya ceritakan.

Saat saya datang ke kota semarang  bulan sepetember tahun lalu. Memang saat itu lagi musim panas. karena kota ini padat. Udara panas itu semakin terasa  meski di malam hari, dan di pagi hari airnyapun tetap hangat.

Saat musim penghujan tiba, apalagi november ini, saya memang harus bersiap-siaga. Karena letak kampus saya berada di Semarang bawah. Banjirpun menjadi langganan di kota ini. Banjir ini disebabkan luapan air laut (rob).

Kelambu dan kipas angin di pasar johar menempati ratting tertinggi yang laris manis, setelah hadirnya mahasiswa dari program 1000 beasiswa yang di adakan Pak Gub. Sultra ini. Kelambu menjadi laris karena nyamuknya sangat ganas. Sedikit beda dengan nyamuk sulawesi. Kipas angin juga laris, karena udaranya yang panas, memaksa setiap mahasiswa harus membelinya. Tak tanggung-tanggung biaya kost-kostsan dinaikkan. Harganya menjadi lebih mahal. Bisnis kost-san semakin menjamur di semarang bawah. Meski rumah itu adalah rumah pribadi. Ke-esokan harinya, tiba-tiba ada tulisan “Rumah ini dikontrakkan” atau “Menerima Kost Putri. Walaupun kost-san tersebut mahal, mahasiswa tidak mempunyai pilihan lain.

Ada yang lebih gila lagi. Promosi yang di pajang depan Kost “Kost-san ini bebas Banjir” nyatanya banjir menjadi langganan di kost itu. Dan sayalah yang menempati kost-san tersebut sampai saat ini. Banjir, mati air, panas dan masih banyak lagi cobaan yang saya hadapi di kost ini. Tapi dengan bangganya promosi itu masih terus di panjang. Rasanya saya ingin mencabut tulisan itu. Jelas-jelas ini termasuk pembohongan publik. Tapi biarlah. Sayapun enggan untuk pindah, karena tidak ada pilihan lain. Bulan november ini, saya benar-benar harus siap-siaga menyambut banjir.

Ketika membaca kota Semarang di juluki sebagai kota ATLAS (Aman, Tertib, Lancar, Asri dan Sehat). Dahi saya sedikit terlipat. okelah! Nggak apa-apa, jika pemerintah kota Semarang ingin menjuluki kota ini sebagai kota ATLAS. Sah-sah saja. Ya, mungkin karena asri. Tapi maaf. Menurut saya belum begitu cocok. Bukan berarti saya membanding-bandingkan dengan kota asal saya (Manado). Sekali lagi tidak.  Kalau Semarang atas, masih bolehlah dikatakan kota ATLAS. Tapi untuk semarang bawah, kata asri itu masih terbilang jauh. Bagaimana tidak. Sampah masih bertebaran dimana-mana, masyarakat sering sekali membuang sampah sembarangan terutama di sungai. Pemandangan itu menjadi sangat akrab dimata saya. Melihat pemandangan-pemandangan itu sangat  menyesakkan dada. Sedih rasanya melihat masyrakat yang masih membuang sampah sembarangan. Akhirnya sungai di penuhi dengan kotoran sampah.

Dari segi hubungan sosial. Masyarakat semarang bawah sangat terbuka, dan mudah bersosialisasi. Pernah beberapa kali saya mendatangi rumah penduduk, bercerita tentang pengalaman, sempat melihat rumah penduduk yang terkena banjir rob. Dan memang banjir itu sudah menjadi langganan.

Selain mudah bersosialisasi, mereka juga suka berbagi dengan sesama. Kalau kata dosen saya, orang semarang itu tidak suka menjamu tamu, dan cuek. Tapi tidak menurut saya. Bagi saya masyarakat semarang bawah suka berbagi, dan mudah bersosialisasi. Buktinya saya sendiri. Untunglah ibu-ibu di sekitaran kost tidak bosan-bosan mendengar cerita saya.

Hmm,, Semarang. Banyak kenangan saat bersamamu. Dan masih ada beberapa juga tempat yang belum saya kunjungi. Sebelum pulang ke Sulawesi, saya ingin mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Kota ini. Kota persinggahan ketiga yang akan selalu saya rindukan. Kota ATLAS

Iklan
Komentar
  1. sisko afnindar berkata:

    mantab kaka ceritanya jadi rindu saya ke kota Semarang yang sudah 2 tahun ini ku tinggalkan untuk berkuliah di Ibukota

    Suka

  2. domino setiadi berkata:

    Tulisannya bagus, melihat semarang dr berbagai sudut. Good Job 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s