Unforgettable Experience (Part 2)

Posted: 7 November , 2013 in Story

Kelli_SwazeySetelah wawancara itu. Saya mengenal Kelli Swazey Ph.D lebih dekat. Seorang Antopolog asal Amerika Serikat dari Univeritas Hawai. Dan sekarang Kelli telah menjadi dosen di salah satu Universitas ternama di Yogyakarta. Saya berjanji akan membantu penelitiaannya dan akan berkontribusi menyelesaikan jurnalnya di Indonesia khusunya di Manado. Tentu sebisa saya dan Sesuai data yang Kelli minta saat itu.

Kita berpisah di depan kafe. Seperti biasa, ritual  yang saya lakukan, tapi saya pikir bukan hanya saya saja melalukan itu, melainkan semua orang termasuk Kelli sendiri. Shaking Hands Tightly, Cipika-Cipiki and she said “Verry nice talking with you today. See You Tomorrow Anita.” saya menjawab “Ok, see you too. Bye” Pertemuan hari itu berakhir. Saya menarik nafas lega. Saya bisa memberikan data yang kelli minta.

Segera saya bergegas cari angkot menuju mesjid kampus untuk sholat asar. Dalam perjalanan menuju mesjid kampus, dengan hati senang, bangga. Sesekali saya senyum sendiri. Semua bercampur jadi satu. Seorang mahasiswi yang saat itu masih semester lima dalam proses menyelesaikan pendidikan SI. Diwawancarai oleh seorang Ph.D dari Negara maju. Saya terus teringat wawancara sore itu. Ternyata saya bisa menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang kelli ajukan terkait dengan karya ilmiah yang saya tulis dan beberapa pertanyaan umum lainnya.

Meski dengan bahasa inggris yang masih terbata-bata dan dicampur dengan bahasa indonesia. Tapi kelli mengerti dengan apa yang saya sampaikan. Untunglah

Waktu terus berputar. Besokpun tiba. Itu berarti kita akan bertemu lagi. Pada pertemuan yang kedua saya benar-benar siap. Hari itu kita janjian di 45 Manado (Pusat kota manado). Kelli meminta saya agar bisa  membawanya jalan-jalan ke kost-san saya. Sempat kaget. Karena kost saya, waktu ditinggalkan masih berantakan. Dan kost saya sangatlah sederhana. Saya tahu persis penginapan kelli dan kost-san saya. Seperti bumi dan langit. Dan itu benar. Tapi tak mengapa, yang penting bukan saya yang memintanya.

Kelli juga meminta mengantarkannya ke kampus saya. Sekaligus membantu kelli mencari beberapa referensi terkait penelitiannya. Saya iyakan. Saya sangat bersyukur bisa membantu kelli. Mungkin suatu saat saya memerlukan bantuannya. Kita tidak pernah tahu.

Kita bergegas mencari angkot menuju kost-san.

Kelli orangnya cepat akrab dengan siapapun, cantik, cerdas, kritis, disiplin dan dewasa. Dia begitu menghargai pendapat orang lain. Hal lain yang saya sukai dari kelli adalah dia sangat tertarik dengan semua jenis masakan indonesia. Dan lidahnya cepat akrab. Waktu saya menanyakan “Apa hobby makan spaghetty selama di Indonesia?” Kelli hanya menjawab “tidak terlalu” “ketika berada di indonesia sejak 2006 lidah saya sudah akrab dengan makanan indonesia”  lanjutnya “Malah saya lebih menyukai masakan indonesia” sambil melemparkan senyum. Saya membalasnya. Dan dia juga menyukai olahraga beladiri. Kita sama

Tidak terasa percakapan dalam angkot itu telah membawa kita ke gang dekat kost-san. Kita segera turun. Kelli membayarkan angkotnya.

Saya semakin deg-degkan karena jarak kost makin dekat. Kita berjalan perlahan menyusuri gang-gang kecil. “Maaf kost-san saya tidak sebagus penginapan kelli. Saya harap kelli beta.” Dia hanya tersenyum “Tidak apa-apa” beberapa menit kemudian. Sampailah di kost. Penghuni kost yang lain kaget. Mungkin dalam hati mereka bertanya-tanya “Siapa orang itu?”. Saya hanya melemparkan senyum. Tanpa penjelasan.  Saya langsung membawa kelli ke kamar. Saya meminta izin beberapa menit untuk meningglakannya karena  ingin melaksakan sholat dzuhur. Dia iyakan. Kelli seorang penganut Kriten protestan. Kelli melihat buku-buku saya. Sebelumnya dia telah meminta izin untuk membaca koleksi buku-buku saya.

Saya sholat di pojok kiri kamar dan kelli duduk di sebelah kanan dekat kasur. Ditemani udara  panas siang itu tanpa kipas angin. Mungkin waktu saya sholat sesekali dia memperhatikan saya. Entahlah.  (Bersambung Ngantuk)

Saya lanjutkan lagi cerita ini.

Selesai sholat dzuhur, kelli menatap saya sambil tersenyum. Janji untuk membantu dia dalam menyelesaikan penelitianya perlahan saya kabulkan. Selesai sholat, kita bergegas ke kampus untuk mencari data-data pendukung.

Kita berjalan perlahan menyusuri gang-gang kecil menuju kampus. Kampus saya kebetulan memang tidak terlalu jauh dari kost-san, hanya berkisar 10 meter dari kampus. Semu mata tertuju kepada kami berdua. Saya berjalan mantap menaiki tanjakan menuju perpustakaan kampus. Staf akademik kaget apalagi ketua Stain saat itu berada diperpustkaan. “Pak’ perkenalkan ini teman saya dari Universitas Hawai USA. Namanya Kelli Swazey. Kelli ingin melihat-lihat beberapa referensi di perpustakaan ini yang terkait dengan penelitiannya.” Saya coba menjelaskan maksud kedatngan kelli ke  kampus saya. “ooh.. iya.. iya dengan senang hati, Silahkan.” Pak ketua melemparkan senyum ke arah kelli sambil berjabat tangan dan mempersilahkan kelli masuk ke dalam perpustakaan.

Saya terus menemani kelli mencari beberapa referensi yang dia butuhkan. Sambil berbincang, tertawa bersama, dan ada beberapa teman saya yang ingin kenalan. Kelli dengan senang hati menyambut perkenalan itu. Kelli orangnya memang supel dan cepat akrab dengan siapapun. Tak terasa siang berangsur sore. Perpustakaanpun harus segera ditutup.

Beberapa jam berlalu, kita segera meninggalkan perpustakaan. Selama perjalan menuju keluar area kampus. Kelli meminta saya untuk berfoto besamanya Sebagai kenang-kenangan. Dia memberitahukan ke saya bahwa bulan depan dia akan meninggalkan Manado, dan sempat meminta ke saya agar bisa menemani kelli ke jakarta untuk mempresentasekan hasil penelitian jurnalnya. Tentu permintaan  tidak bisa saya kabulkan. Meski dari lubuk hati yang terdalam saya sangat ingin membantunya. Tapi ada beberapa alasan kenapa saya tidak bisa menemaninya sampai ke jakarata. Bulan depan itu saya harus ujian semester, dan saya juga sadar diri siapa saya ini. Bahasa inggrispun masih terbata-bata, tentu saya tidak begitu percaya diri.

Saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi bila sampai di jakarta saya akan bertemu dengan orang-orang yang luar bisa. Calon-calon doktor, dan saya? hanyalah seorang anak SI semester V.

Dengan berat saya tidak bisa. Kelli memakluminya. Kalau bulan depan saya akan Ujian semester karena alasan kuliah memang prioritas utama. tapi kalau untuk malu karena bahasa inggris masih terbata-bata, tentu alasan itu kelli tidak terima.

Kelli janjian lagi besok, kalau dia akan datang lagi kekampus untuk menawarkan beasiswa ke USA bersama Timnya. Siapa tahu saya berminat. Tentu saat tu saya tidak berminat, karena saat tu saya tidak begitu tertarik melanjtkan s2, apalagi harus ke Amerika.  Kita berpisah di ujung jalan

Hari begitu cepat berlalu. Betul! Kelli datang pagi itu ke AULA kampus untuk mengadakan seminar dan mempromosikan beasiswa ke USA. Saya yang masih di kost-san di telfon kelli agar bisa menghadiri pertemuan itu. Teman-teman kampu sms saya, Bahwa teman saya yang bule pake kacamata  itu datang lagi kekampus dan mencari saya. “Maaf saya tidak bisa datang ke Seminarnya. Terimkasih,” saya hanya menjawab singkat. Saya tidak tahu bahwa hari itu adalah hari terakhir bersama Kelli, dan saya tidak datang.

Alasan kenapa waktu itu saya tidak ingin menghadiri seminar beasiswa s2 ke Amerika. Mendengar Amerika semua negatif-negatifnya mulai tergambar dipikiran saya, dari pemikiranlah, budayalah, cuci otaklah, semuanya. Hati saya sebenrnya masih bertolak belakang. Yang saya pikirkan saat itu hanya buruk-buruknya saja. Itulah kenapa ketika pertemuan awal dengan kelli saya hanya fokus membantu apa yang bisa saya bisa bantu. Besoknya Kelli berangkat ke Jakarta.

Suatu saat, saya selalu  berharap bisa mengecap pendidikan di negara maju. Bisa bertemu dengan wajah-wajah baru seperti Kelli. Membuat saya banyak belajar dan berpikir lebih bijak lagi. Ini benar-benar Unforgettable Experience. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s