Arsip untuk Februari, 2014

Izin share

Catatanku

Ribut-ribut pemberitaan tentang gelar profesor di depan nama Rhoma Irama membuat saya harus menjelaskan lagi melalui tulisan ini. Profesor itu bukan gelar akademik seperti Dr, M.Sc, S.T, dan sebagainya (baca berita ini), tetapi nama jabatan akademik. Di negara kita profesor adalah jabatan akademik tertinggi seorang akademisi yang telah menjadi Guru Besar.

Seorang akademisi mempunyai jenjang karir secara bertahap yang dinyatakan dalam bentuk jabatan akademik (dulu istilahnya jabatan fungsional). Jabatan akademik itu ada empat tingkat. Yang pertama Asisten Ahli, kedua Lektor, ketiga Lektor Kepala, dan yang tertinggi adalah Profesor. Untuk naik dari satu jabatan akademiki ke jabatan akademeki lain harus memenuhi angka kredit (Kum) yang telah ditetapkan oleh Dikti. Penilaian angka kredit itu dihitung dari tiga aspek tridharma, yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat. Seorang sarjana atau magister yang pertama kali menjadi dosen akan mendapat jabatan akademik Asisten Ahli. Jika dia mengambil S3 dan mengurus kenaikan jabatan, jabatan akademiknya…

Lihat pos aslinya 287 kata lagi

Iklan

Tahun Ketiga Pernikahan

Posted: 26 Februari , 2014 in Story

 Apakah kamu yakin bisa membangun keluarga dengan baik, saat usiamu skarang masih 23 tahun? ini terlalu muda! Apakah kamu bisa jamin pernikahanmu akan langgeng?Apakah kamu sudah cukup dewasa menjalani semuanya? Apakah calon suamimu sudah punya penghasilan tetap??

Dan apakah.. apakah yang lain. Pertanyaan-pertanyaan itu terus saja menyerangQu siang itu.  SaatQu coba mengatakan niat baik ini ke Ibu dan Kakak. Bahwa aku akan segera menikah.

“Yang jelas dia adalah lelaki yang baik yang nit kenal dari saudari dan teman seperjuangan nit. Nit yakin Dia lelaki yang sholeh Bu’.” JawabQu sambil tersenyum tenang menatap ibu.

(lebih…)

Aamiin.. aamiin

a madeandi's life

Catatan: Tulisan ini adalah modifikasi dari salah satu bab dari buku saya “Berguru ke Negeri Kangguru” [Beli di sini].

Suatu hari saya mendapat email dari seseorang perihal beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS) – dulu Australian Development Scholarship atau ADS. Dia adalah satu dari sekian banyak yang berkirim email untuk perihal yang sama. Saya merasa terkejut, meskipun rasanya saya sudah menulis cukup banyak tentang beasiswa AAS di blog saya, pengirim email ini “tidak tahu harus mulai dari mana”. Kalimat ini saya kutip langsung dari email-nya. Saya menduga bahwa kawan kita ini tidak sendirian mengalami kebingungan seperti itu. Maka, saya menulis dan memperbarui artikel ini khusus dipersembahkan bagi mereka yang ingin mendaftar beasiswa AAS tetapi “tidak tahu harus mulai dari mana”.

Lihat pos aslinya 2.262 kata lagi