Tahun Ketiga Pernikahan

Posted: 26 Februari , 2014 in Story

 Apakah kamu yakin bisa membangun keluarga dengan baik, saat usiamu skarang masih 23 tahun? ini terlalu muda! Apakah kamu bisa jamin pernikahanmu akan langgeng?Apakah kamu sudah cukup dewasa menjalani semuanya? Apakah calon suamimu sudah punya penghasilan tetap??

Dan apakah.. apakah yang lain. Pertanyaan-pertanyaan itu terus saja menyerangQu siang itu.  SaatQu coba mengatakan niat baik ini ke Ibu dan Kakak. Bahwa aku akan segera menikah.

“Yang jelas dia adalah lelaki yang baik yang nit kenal dari saudari dan teman seperjuangan nit. Nit yakin Dia lelaki yang sholeh Bu’.” JawabQu sambil tersenyum tenang menatap ibu.

“Kamu kan mengenalnya hanya sekilas, bahkan dia bukan satu suku dengan kita dan tempat tinggalnya jauh, kamu siap ikut dengannya?” ibu terus saja bertanya.

Jelas mereka kaget  mendegar kabar ini. Karna selama kuliah bisa dihitung hanya berapa kali aku ketemu ibu. Sejak SMP sudah pisah dengan ibu dan kakak. Tiba-tiba pulang kerumah dan memberitahukan kalau aku siap menikah

“Mas adit adalah  orang yang Sholeh, sosok yang baik, orang yang bisa menerima semua kekuranganQu, orang yang bisa membimbingQu menjadi lebih baik, keluarganya keluarga yang baik, meski umur kita samaa-sam 23 tahun. Aku dan mas adit pasti bisa bersama membangun dan membina  rumah tangga kami , meski kami akan memulainya dari “Nol”, Sama-sama belajar, sama-sama memahami, sama-sama berbagi. Aku pasti bisa Bu’. Tolong bu’ jangan persulit niat tulus ini. Rasulullah SAW tidak pernah memberatkan anaknya, sahabatnya-sahabatnya ketika hendak  menyegerahkan pernikahan. Semoga ibu bisa  merestui kami.” Aku terus meyakinkan ibu dan kakak.

“selama ini nita sudah bisa  mandiri, kuliahpun sendiri, bahkan sampai bisa berjilbab seperti sekarang ini, dan merubah pergaulannya lebih baik, ibu dan kakak sangat senang, terlebih Alhamrhum Abah pasti bangga.  ibu yakin bahwa pilihan yang nita ambil adalah pilihan yang tepat,  tidak ada lagi  alasan tuk  ibu dan kakak menolaknya. Silahkan, tidak ada alasan ibu melarang jika nita memang  siap menjalaninya, apalagi kalau mas adit adalah lelaki yang sholeh dan baik, ibu izinkan nita menikah.” Jawab ibu tenang sambil tersenyum

 Subhanallah,, mendegar kata-kata ibu itu bahagia tak terkira. Aaaah,, Tengah hari yang panas. Tapi siang itu hati ini terasa sejuk, dingin seperti salju dari kutub utara berhembus sampai kerumahQu, terasa sampai ke hati adem,sejuk. Bahagia tak terduga,senang bukan kepalang “ Thanks to Allah” BisikQu dalam hati

Menikah dengan Mas Adit membuat sebagian mimpi-mimpiQu tercapai. Saat itu usia kita sama. Mas adit saat itu pun berumur 23 tahun. Tapi bagiQu, ini adalah usia yang tepat. Dan tidak ada yang salah dengan cepat atau lambatnya qita menikah. Ini adalah sebuah pilihan, dan kedewasan. Sejauh mana pilihan ini kita mampu mempertanggungjawabkannya.

“Apakah kamu  benar-benar siap tuk menikah?” Pertanyaan semacam ini kerap sekali  datang seperti petir menyambar telingaQu. Bagaiman saya bisa menjawab “Siap” kalau menjalaninya saja belum. Jelasnya kalau sudah menikah Siap atau tidak, jawabanya memang harus siap.Karena Aqu sudah memilih jalan  ini. konsekwensi apapun harus siaaap! Siap menerima resiko, siap jauh dengan keluarga, siap tinggal dengan mertua, siap menerima perbedaan, siap berubah tuk pasangan kita, siap mau belajar.  Clear.

Aku sudah berniat bahwa setelah meyelesaikan studyQu jika ada lelaki yang baik dan sholeh melamarQu, dan mau menerima semua kekurangan-kekuranganQu. Aku akan menikah denga lelaki itu, dan kita akan sama-sama membangun peradaban.

Dan,, Laki-laki itu adalah Mas Aditia Bayu Pratama 🙂

Tulisan di atas baru pengantar hihi,,,*Istiraha,t capek

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s