Profesor Bukan Gelar, tetapi Jabatan

Posted: 27 Februari , 2014 in Artikel-artikel

Izin share

Catatanku

Ribut-ribut pemberitaan tentang gelar profesor di depan nama Rhoma Irama membuat saya harus menjelaskan lagi melalui tulisan ini. Profesor itu bukan gelar akademik seperti Dr, M.Sc, S.T, dan sebagainya (baca berita ini), tetapi nama jabatan akademik. Di negara kita profesor adalah jabatan akademik tertinggi seorang akademisi yang telah menjadi Guru Besar.

Seorang akademisi mempunyai jenjang karir secara bertahap yang dinyatakan dalam bentuk jabatan akademik (dulu istilahnya jabatan fungsional). Jabatan akademik itu ada empat tingkat. Yang pertama Asisten Ahli, kedua Lektor, ketiga Lektor Kepala, dan yang tertinggi adalah Profesor. Untuk naik dari satu jabatan akademiki ke jabatan akademeki lain harus memenuhi angka kredit (Kum) yang telah ditetapkan oleh Dikti. Penilaian angka kredit itu dihitung dari tiga aspek tridharma, yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat. Seorang sarjana atau magister yang pertama kali menjadi dosen akan mendapat jabatan akademik Asisten Ahli. Jika dia mengambil S3 dan mengurus kenaikan jabatan, jabatan akademiknya…

Lihat pos aslinya 287 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s