Surat Untuk Syifa

Posted: 14 Mei , 2014 in Story

istirahatAssalamualaikum,, Syifa, maaf ummi baru sempat menulis surat lagi  kepadamu. Semoga Syifa di sana bersama nenek selalu sehat, tambah pinter, dan selalu menjadi anak yang sholehah, aamiin 🙂

Syifa masih ingat saat kita berpisah? Ummi tau bahwa hari itu adalah hari yang teramat berat antara kita berdua FirdausQu. Sebelumnya ummi  pernah berjanji padamu bahwa kita tak kan terpisahkan lagi. Aku mengatakan padamu kita akan bersama selamanya dan tidak ada yang bisa memisahkan kita lagi. Pukul 10.oo udara pagi berangsur siang mulai terasa panas. Aku menunggumu pulang sekolah. Sekolah tempatmu bermain Sekedar melihatmu tuk mengatakan “Ummi akan pegi lagi ke kota persinggahan ke tiga ummi” kata-kata ini aku tau akan begitu berat bila Qu ucapkan langsung padamu Nak. Tapi harus ummi lakukan

Meski hanya 2 bulan aku menemanimu bermain. Kita tertawa besama, bernyanyi, memasak, menjemur baju, menyapu, berenang, menemanimu naik pohon, mendengarkan kiacauan burung bersama dan menirukan suara burung, membiarkan wajah kita berdua terkena butiran-butiran air yang turun membasahi bumi saat itu, kau berlari-lari di halaman rumah nenek, yang kau panggil “Mama” dan aku kau panggil ummi. 🙂 ” Ummi.. Ayo.. Ummi ayo kesana” seruhmu tuk mengajak aku bermain bersama.Kau begitu menyukai aroma hujan, membiarkan seluruh tubuhmu basah, dan aku tak akan memarahimu,kau tau itu. Karena ku tahu itu adalah hal yang amat menyengkan bagimu. Kau membangunkan aku saatQu tertidur karna kelelahan. Kau menarik bantalku, menarik tanganku, membangunkan aku tuk bermain bersamamu. Sering aku kabulkan permintaamu, namun sering juga aku tak menghiraukanmu karena saat itu aku benar-benar capek. MAAF KAN.. MAAF KAN AKU ANAKQU, MAAFKAN UMMI”

Hari itu adalah hari terakhir kita bersama. Aku tak diizinkan nenekmu tuk membawamu bersamQu, tak akan diizinkan, tak akan. Maafkan aku tak berdaya, sungguh tak berdaya. Kau pulang sekolah dengan memakai baju olahraga yg kedodoran, karena usiamu masih 2 tahun. Kesekolah hanya sekedar ikut-ikutan, dan menemani nenek, karena nenek memang kepala sekolah di TK itu. Aku tau kau hanya ingin bertemu  banyak teman dan bermain sepuasnya kan?

Ooh Syifa, anakQu,, FirdausQu,, kau tau? Tetes hujan deras yang turun semalam, Sebagaimana airmataQu yang jatuh basahi pipi,, Betapa perihnya menahan rindu.. Semakin mengingatmu semakin Qu pilu. Aku terus menekan rasa rinduQu,, ini teramat berat. kadang aku berpirik ingin segera pulang dan tak peduli dengan pendidikanQu saat ini, meski tinggal 5 bulan lag iaku berada di kota persinggahan ketiga ini. Syifaa Ummi benar-benar merindukanmu,, Aku tau kau disana baik-baik saja. Kau anak yang baik semua menyayangimu, saking sayangnya mereka padamu, mereka tak mengizinkan aku membawamu bersamaQu. Aku pasrah, dan disini aku rapuh.

Ketika Quharus memejamkan mata tuk beristirahat, kau tau? bayang-bayangmu selalu muncul, menari-nari dalam memoryQu seolah-olah kau memanggil-manggil aku tuk bermain denganmu “Ummi-ummi ayo bermain dengan syifa, ayo ummi.”Ya’ Aku benar menutup mata saat itu. Tapi air mata kerinduan ini terus saja basahi pipiQu ,dan bersamaiQu tuk melepas rinduQu padamu anakQu, sampai sayup-sayup kumandang subuh terdengar dari kejauhan, air mataQu terus saja berderai.

Saat aku akan berangkat siang itu, kau menggodaQu dan merayuQu  agar aku bisa mengizinkan kau ikut bersamaQu, kau tidur dipangkuanQu “Ummi,, syifa ikut ummi, syifa ikuut” seketika dadaku terasa sesak, mataku mulai berkaca-kaca “Ummi ikut umii..”kata-kata itu terus yang kau ucapakan. seketika kau berlari ke kamar memilih baju paling bagus yang akan kau pakai tuk ikut bersamaQu. Segera kau  berlari membawanya  kepadaku untuk dipakaikan. Seketika itu airmataQu jatuh, Qu tak sanggup menahannya. Maaf kan aku yang tak bisa membawamu, itu bukanlah mauQu. Hari itu kita terpisah di antara dua jalan. Aku akan selalu menatikan saat pertemuan itu lagi.

Sengaja ummi pasang musik ini di blog tuk selalu mengingatmu. Kau ingatkan melodi ini? sampai kau tertidur nyenyak saat mendgarnya, karena kau suka dengan melodi ini 🙂

Aku sangat mencintaimu anakQu dari Ummi mu (Anita Deckha)

Iklan
Komentar
  1. ahmadlizam berkata:

    subhanaallah….

    Suka

  2. Anita Deckha berkata:

    Thanks dah mampir

    Suka

  3. ahmadlizam berkata:

    iya bu,, ade kabar baru ape nih?? mas adit ape kabarx?

    Suka

  4. Anita Deckha berkata:

    kabar barunye saia blum lulus,, Mas adit alhmdulillah dh slse studynya 😀 gimna dengn sang guru khatulistiwa sendiri?dh slse tugas?

    Suka

  5. ahmadlizam berkata:

    masih di sini bu,,, insyaallah selesai november

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s