Archive for the ‘Artikel-artikel’ Category

Semua bangsa memiliki mitos asal-usul untuk menjelaskan dari mana mereka berasal. Dalam mitologi suku Aborigin Tasmania, dewa bernama Moinee dikalahkan oleh dewa bernama Dromerdeener dalam pertempuā€¦

Source: Mitos Asal-Usul, Penciptaan, dan Agama

Kalian Semua Adalah Juara

Posted: 22 Desember , 2015 in Artikel-artikel

image

Ketika apa yang kau inginkan belum tercapai, Tuhan sedang memberitahumu untuk berusaha lebih lagi! Tapi dibalik usaha keras yang telah kau lalukan itu, sesungguhnya bagiku kau telah meraih juara. šŸ™‚

ā€ŽBesok itu adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh siswa-siswaku. Saat-saat yang mendebarkan, saat dimana semua yang telah mereka perjuangkan akan mendapatkan hasilnya. Usaha yang telah mereka lakukan selama satu semester ini apakah akan sesuai dengan yang di inginkan atau tidak?

Inbox FB dan HP pun mulai dibanjiri dengan pertanyaan karena rasa penasaran mereka, “Bu’ aku juara berapa?”

“Bu’ nilaiku gimana?”

“Nanti lihat Ā besok saja yah, saat penerimaan rapor,” jawabku singkat.

Aku pun menerawang ke masa-masa SMA dulu. Tidak jauh beda dengan yang pernah kurasakan. Saat itu, mendekati penerimaan rapor semua rasa bercampur jadi satu. Pikiranku saat itu, kalau memang tidak meraih juara satu, hadiahpun raib. Keinginan menjadi nomor satu pun Ā pupus. Harga diri pun jatuh kalau kalau ternyata harusā€Ž mendapat juara dengan angka yang paling banyak.

Saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. Aku merasa baik-baik saja, meski ada sedikit kekecewaan bahwa keinginan juara satu yang kuimpi-impikan gagal diperoleh. Dari kegagalan itu, aku kembali berkaca pada diri sendiri, bahwa memang aku belum begitu bersungguh-sungguh dalam belajar, belum bersungguh-sungguh berusaha. Jadi, tidak ada kata lain selain harus berlapang dada, meski lapang dada itu tidak mudah, namun akan semakin tidak mudah jika tidak berlapang dada. Kembali legowo menerima semua dengan ikhlas apa yang kuperoleh. Itulah hasil yang sesungguhnya.

Aku kembali sadar bahwa untuk menjadi yang terbaik, tidak harus menjadi nomor satu, yang terpenting telah berusaha semaksimal mungkin. Nilai-nilai tinggi itu bukanlah segala-galanya, yang terpenting kau masih bisa memberi kemanfaatan untuk semesta.

Jadi, jangan pernah merasa paling hina atau merasa paling bodoh, dan galau atau apalah-apalah jika memperoleh ranking paling banyak di kelas. Kita diciptakan dengan masing-masing kemampuan, dan tidak ada satupun mahkluk yang diciptkan di muka bumi ini sia-sia. Tetap semangat dan terus menebar manfaat.

Bagiku kalian semua adalah juara. šŸ˜‰

janice hardy, seorang novelis amerika, menulis ini untuk romanceuniversity.org. saya mencoba menerjemahkannya untuk teman-teman šŸ™‚

Image

emosi penting untuk membuat karakter terasa nyata. namun, mendeskripsikan mereka dari kejauhan terkadang membuat pembaca merasa ā€œterputusā€ dari karakter tersebut. deskripsinya tidak terasa seperti perasaan karakter, tetapi seperti penulis memberi tahu pembaca bagaimana perasaan si karakter.

jika kita menggunakan sudut pandang orang ketiga serbatahu, mungkin tidak akan terlalu terasa. namun, bagaimana jika kita menggunakan sudut pandang orang ketiga terbatas atau sudut pandang orang pertama? kita bisa saja kehilangan hubungan emosi dengan pembaca.

contoh:

ā€œaku menyeka keringat dari alisku dengan tangan gemetar, sisa ketakutan dari pengalaman-hampir-mati-barusan mengalir lewat pembuluh darahku.ā€

apakah kamu merasakan ketakutannya? barangkali tidak, karena si tokohnya pun sepertinya tidak merasakannya. orang-orang yang sedang ketakutan tidak akan berpikir tentang apa yang mengalir di pembuluh darah mereka atau kenapa ia mengalir. mereka hanya merasakan dan bereaksi.

ā€œdengan tubuh bergetar, aku beringsut ke bangku terdekat danā€¦

Lihat pos aslinya 567 kata lagi

Tak ada salahnya mengintip sejenak model pendidikan di Finlandia. Sekedar share dari buku yang saya baca dari Pak Munif Chatif (Gurunya manusia) merupakan salah satu referensiyang tepat untuk para pendidik, bagaimana kita bisa menjadi Gurunya Manusia.

Di Finlandia, anggaran pendidikanĀ  mendapat prioritas utama, meski bukan yang tertinggi di antara negara-negara Eropa lainnya. Pada 2003, anggaran pendidikan finlandia mencapai 5,9 miliar euro. Leo Pahkin, konselor pendidikan dari badan pendidikan nasional Finlandia, terus memacu mutu pendidikan di Finlandia yang dia pandang sebagai aset kemajuan bangsa ” Kami menanam investasi yang besar di bidang pendidikan dan pelatihan agar bisa mencetak tenaga ahli dan terampil yang kelakĀ  menghasilkan inovasi,” Ujarnya

Kegiatan sekolah di Finlandia rata-rata hnya 30 jam per minggu, berarti hanya 6 jamĀ  per hari. Pelajar akan masuk sekolah pukul 08.00 dan pulang pukul 13.00. Artinya, di sana berlaku sekolah non -asrama, bukanlah full day school.

Ternyata, jumlah waktu untuk bertemu keluarga di rumah menjadi prioritas yang paling penting. Di Finlandia, interaksi keluarga dianggap sebagai proses belajar yang tidak akan dijumpai di sekolah. Bayangkan!

Tidak mudah menjadi guru di Finlandia. Untuk dapat kuliah di jurusan pendidikan saja,Ā  sesorang harus bersaing sangat ketat. Fakultas pendidikan dikatakan sebagai fakultas paling bergengsi dibandingkan dengan fakultas lain.Rat-rata dari 7 orang peminat, hanya 1 orang akan diterima di fakultas pendidikan.Tak heran fakultas di Finlandia rata-rata mencapai $2.311 per bulan. Negara dan rakyat Finlandiamenempatkan Guru sebagai profersi terhormat dan mereka yang menyandang profesi itu pun merasa mendapat sebuah prestise dan kebanggaan tersendiri. (sampai di sini, sayaingat sebuah guyonan klasik di negara kita, “Jangan sari menantu seorang guru untuk anak perempuanĀ  kita, biasanya hidupnya akan susah! gajinya kecil dan perlu waktu sangat lama untuk sukses, bahkan profesi guru itu dianggap tidak punya jenjang karir di negera kita,” Pasti guyonan seperti itu tidak berlaku di Finlandia)

Guru-guru di Finlandia dibebaskan menyusun kurikulum dan silabus sesuai dengan visi dan misi sekolah. Dengan kreatif merancang buku teks yang aplikatif. Hampir semua guru menjadi penulis, minimal penulis buku pelajaran yang mereka gunakan dikelas. mreka juga menggunakan strategi belajar mengajar yang beragamĀ  dengan memperhatikan multiple intelligences semua siswa. Guru juga menentukan model evaluasi dan penilaian setiap aktivitas belajar mengajar. Dan akhirnya gurulah yang menjadi penilaian terbaik para siswanya. Dampak dari otonomi guru tersebut menjadikan guru-guru di Finlandia, “Kalau saya gagal dalam mengajar seorang siswa, itu berarti ada yang tidak beresĀ  dengan pengajaran saya.”

Kewibaan guru demikian tinggi di mata para siswanya. Mereka sangat menghindari memberi kritik terhadap pekerjaan siswa, tetapi mereka mengajak para siswa untuk membandingkan dengan nilai sebelumnya yang pernah diraih (Konsep ipsative). Para guru menghindari memvonis siswa dengan mengatakan “kamu salah” karena mereka menganggap sebagai hal biasa jika siswa melakukan kesalahanĀ  termasuk dalam mengajarkan soal-soal.

Proses belajar mengajar berjalan dua arah. Suasanasekolah boleh dibilang lebih cair, fleksibel, menyenangkan dan efektif. Siswadi Finlandia juga diarahkan mampu mengevaluasi secara mandiri hasil belajar masing-masing. Hal ini diterapkan sejak dini/pra-TK. Mereka didorong bekerja sama secara individu, tak peduli apapun hasilnya. “ini akan membantu siswa untuk belajar bertanggung jawab atas pekerjaan mereka sendiri,” kata Sundstrom, seorang kepala sekolah dasar di Poikkilaakso, Finlandia. (lebih…)

Izin share

Catatanku

Ribut-ribut pemberitaan tentang gelar profesor di depan nama Rhoma Irama membuat saya harus menjelaskan lagi melalui tulisan ini. Profesor itu bukan gelar akademik seperti Dr, M.Sc, S.T, dan sebagainya (baca berita ini), tetapi nama jabatan akademik. Di negara kita profesor adalah jabatan akademik tertinggi seorang akademisi yang telah menjadi Guru Besar.

Seorang akademisi mempunyai jenjang karir secara bertahap yang dinyatakan dalam bentuk jabatan akademik (dulu istilahnya jabatan fungsional). Jabatan akademik itu ada empat tingkat. Yang pertama Asisten Ahli, kedua Lektor, ketiga Lektor Kepala, dan yang tertinggi adalah Profesor. Untuk naik dari satu jabatan akademiki ke jabatan akademeki lain harus memenuhi angka kredit (Kum) yang telah ditetapkan oleh Dikti. Penilaian angka kredit itu dihitung dari tiga aspek tridharma, yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat. Seorang sarjana atau magister yang pertama kali menjadi dosen akan mendapat jabatan akademik Asisten Ahli. Jika dia mengambil S3 dan mengurus kenaikan jabatan, jabatan akademiknyaā€¦

Lihat pos aslinya 287 kata lagi

Aamiin.. aamiin

a madeandi's life

Catatan: Tulisan ini adalah modifikasi dari salah satu bab dari buku saya ā€œBerguru ke Negeri Kangguruā€ [Beli di sini].

Suatu hari saya mendapat email dari seseorang perihal beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS) ā€“ dulu Australian Development Scholarship atau ADS. Dia adalah satu dari sekian banyak yang berkirim email untuk perihal yang sama. Saya merasa terkejut, meskipun rasanya saya sudah menulis cukup banyak tentang beasiswa AAS di blog saya, pengirim email ini ā€œtidak tahu harus mulai dari manaā€. Kalimat ini saya kutip langsung dari email-nya. Saya menduga bahwa kawan kita ini tidak sendirian mengalami kebingungan seperti itu. Maka, saya menulis dan memperbarui artikel ini khusus dipersembahkan bagi mereka yang ingin mendaftar beasiswa AAS tetapi ā€œtidak tahu harus mulai dari manaā€.

Lihat pos aslinya 2.262 kata lagi